Polemik Politik

Pesta Demokrasi Sulbar Tetap Sesuai Jadwal

Oleh : Rivka Mayangsari )*

Pesta demokrasi atau pemilihan umum serentak di Indonesia tidak lama lagi akan berlangsung. Panasnya suhu politik di tahun 2019 tak dapat dipungkiri dari Pemilu sebelum-sebelumnya. Tentu saja, hal tersebut terjadi karena tahun ini keramaian dari para pendukung masing2 Paslon tidak hanya dari deklarasi semata.

Kemunculan tagar-tagar dukungan ataupun salinng serang antar kubu Paslon di sejumlah media sosial, turut memanaskan perhelatan Pemilu kali ini. Ini semua tak luput dari bentuk antusias dan partisipasi masyarakat Indonesia untuk menentukan calon pemimpin negaranya.


Namun, dalan menuju keberhasilan pesta demokrasi tersebut tidak semulus seperti yang direncanakan banyak pihak. Salah satunya di wilayah Sulawesi Barat yang dikabarkan sempat mengalami keterlambatan pengiriman surat suara, akibat adanya kesalahan dalam pencetakan surat suara oleh perusahaan pemenang tender di Makassar. Akan tetapi, KPU Provinsi Sulawesi Barat menjamin distribusi logistik pemilihan umum serentak di daerah itu akan tiba sesuai jadwal yang ditetapkan.

“Kami memastikan, logistik pemilu serentak akan terdistribusi sesuai jadwal dan paling lambat ‘H-1’ atau satu hari sebelum pemungutan suara, surat suara sudah berada di seluruh TPD,” tutur Rustang selaku KPU Provinsi Sulawesi Barat.

Pengiriman surat suara di beberapa kabupaten di Sulbar saat ini sudah ada yang tiba dan telah masuk pada proses penyortiran. Sementara untuk wilayah selanjutnya distribusi diproses berdasarkan wilayah terjauh, tingkat kesulitan serta kondisi wilayah dan jumlah pemilih terbanyak.


Untuk proses penyortiran diperkirakan hanya akan berlangsung selama empat hari dan pelipatan surat suara tidak lebih dari lima hari, sehingga hal tersebut tidak akan menghambat jadwal pelaksanaan Pemilu yakni tanggal 17 April.

“Kami telah membuat jadwal, paling lambat tanggal 11 April surat suara sudah harus bergeser dari kabupaten ke PPK, kemudian pada 15 April surat suara sudah harus bergeser ke PPS sehingga ke TPS paling lambat tanggal 16 April 2019. Pada distribusi itu, kami juga menggunakan ukuran TPS terjauh, tersulit dan terekstrem,” kata Rustang.

Di lansir dari media kumparan, sebanyak 860.910 surat suara sudah diterima KPU Mamuju, dengan rincian total 170.852 lembar surat suara yang masing-masing terdiri untuk memilih Capres, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi Dapil V, dan DPRD Kabupaten Mamuju.


Daerah lain yang juga sudah menerima logistik surat suara yakni KPU Polewali Mandar sebanyak 1.556.712 lembar. Polman merupakan daerah pertama di Sulawesi Barat yang menerima logistik surat suara dan merupakan daerah dengan jumlah pemilih terbesar.


“Alhamdulillah, surat suara untuk Kabupaten Mamuju semuanya sudah selesai dicetak dan sudah diterima,” kata Ketua KPU Mamuju, Hamdan Dangkang.

Selanjutnya, surat suara tersebut akan disortir dan dilipat sebelum didistribusikan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Hamdan menargetkan, proses penyortiran dan pelipatan suara bisa rampung esok hari.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah pusat maupun daerah agar seluruh masyarakat dapat merayakan pesta demokrasi ini. Baik masyarakat Indonesia di perkotaan hingga perbatasan tidak perlu khawatir ataupun resah akan kehilangan hak suara kalian. Sesungguhnya, pemerintah Jokowi telah berkomitmen untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilu serentak ini secara damai, bermartabat dan adil.

Untuk itu, mari semua warga Indonesia dimanapun berada yang telah memiliki hak suara. Gunakanlah kesempatan tersebut untuk memilih pemimpin Indonesia yang mampu memajukan bangsa dan kesejahteraan rakyat, seperti yang telah terbukti saat ini.

)* Pemerhati Sosial-Politik

Show More

Related Articles

Back to top button
Close