Polemik Politik

Sandiwara Sandiaga Dilamar Perempuan Muda

Oleh : Priyo Arief )*

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno terkejut oleh ulah seorang perempuan yang datang pada sebuah acara di Yogya. Dalam Video yang beredar di Youtube, perempuan muda tersebut secara lugas melamar Sandiaga dan bersedia untuk menjadi istri keduanya.

            Hal tersebut disampaikan saat acara dialog dan pameran produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Cengkir Heritage Resto and Coffee di Ngaglik, Sleman, DIY.

            Diketahui nama perempuan tersebut adalah Vincentia Tiffani, 20 tahun, dirinya diberi kesempatan bertanya pada sesi tanya jawab. Awalnya dirinya bertanya perihal mengelola UKM Jamu. Namun dalam pertanyaan kedua, dirinyapun mengajukan pertanyaan yang mengejutkan banyak pihak.

            “Saya mau tanya satu lagi, tapi jawab dengan jujur, ya pak,” tanya Tiffani. Dirinyapun bertanya “Boleh nggak, Pak, saya jadi istri kedua Bapak. Tapi dijawab ya, Pak ya, bener, demi saya, Pak. Terus kalau  bisa sama alasannya ya, Pak ya,” Tanya Tiffani.

            Pertanyaan itupun sontak membuat ratusan warga yang mayoritas emak-emak menjadi riuh dengan tawa mereka.

            Namun hal tersebut telah diklarifikasi oleh Tiffani melalui akun instagramnya, dirinya membuka suara dan memberikan pengakuan. Dirinya merasa pertanyaan yang dilemparkan saat peluncuran Rumah Siap kerja dan Pelatihan OK OCE telah menimbulkan berbagai reaksi yang mengganggu karier, kuliah dan aktivitasnya.

            “Saya dimintain tolong sama panitia untuk bertanya bagaimana kalau saya menjadi istri kedua Bapak Sandiaga Uno. Kesannya seperti beneran ya. Tapi di situ saya sebenarnya adalah bercanda,” tutur Tiffani dalam video yang diunggah di akun pribadinya.

            Pernyataan tersebut tentu bisa menjadi bukti otentik bahwa apa yang telah terjadi merupakan sebuah sandiwara.

            Tak hanya sekali sandiwara tersebut terjadi, sandiwara Sandiaga yang tak kalah ramai yakni seorang Ibu yang menangis mengejar mobil Sandiaga saat melakukan kampanye di Sumedang. Setelah ditelusuri, perempuan tersebut merupakan calon legislatif dari Partai Amanant Nasional (PAN).

            Hal ini pun berujung pada dilaporkannya Sandiaga Uno ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait sandiwara dilamar mahasiswi bernama Vincentia Tiffani saat kampanye di Yogyakarta.

            Sandiaga dilaporkan oleh kelompok yang menamakan diri Garda Nasional untuk Rakyat (GNR). Sandi dilaporkan dengan tuduhan menebar hoax dalam proses kampanye.

            GNR melaporkan Sandi karena Vincentia Tiffany sudah memberikan keterangan di media sosial bahwa dirinya disuruh panitia untuk melakukan sandiwara tersebut.

            “Tiffany diminta oleh panitia Paslon untuk melakukan pertanyaan seperti itu, apakah boleh menjadi istri kedua Sandiaga. Ini menurut kami bahwa Paslon maupun tim Paslon 02 kerap kali memproduksi settingan hoax,” tutur Sekjend GNR Ucok Choir.

            Ucok menyampaikan selain Sandiaga, pihaknya juga melaporkan Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandiaga. Sandi dan BPN dinilai telah sering melontarkan hoax, seperti kriminalisasi nelayan Karawang dan pengeroyokan Ratna Sarumpaet yang ternyata Operasi Plastik.

            Kala itu Ratna Sarumpaet mengaku merekayasa kabar penganiayaan dirinya di Bandung. Dengan klarifikasinya, Ratna berharap kegaduhan segera mereda.

            “Saya mohon apapun  yang saya sampaikan hari ini, sesuatu yang membuat kegaduhan dua hari terakhir ini mereda dan membuat kita semua bisa saling memaafkan,” ujar Ratna dalam konferensi persnya.

            Hal tersebut tentu membuat kubu 02 mengalami babak belur atas penyebaran berita hoax yang dilakukan aktifis Ratna Sarumpaet.

            Dari peristiwa hoax tersebut lantas munculah istilah Prabohong. Hal ini tentu akan mempersulit Prabowo dalam mengejar elektabilitasnya untuk mengungguli petahana.

            Sejatinya kampanye merupakan ajang penyampaian gagasan ataupun visi-misi yang diusung tiap kontestan Capres dan Cawapres. Namun sayangnya masih ada kontestan yang memanfaatkan momen kampanye untuk memproduksi gimmick bernuansa drama.

            Apalah kubu 02 telah kehabisan ide dalam berkampanye? Sehingga serentetan hoax dan Sandiwara terus diproduksi untuk menambah koleksi gimmick politik.

            Sandiwara dalam dunia politik tentu cukup memuakkan, bisa dibayangkan apabila saat kampanye sudah bersandiwara, bagaimana nantinya ketika sudah terpilih. Padahal ranah sandiwara bukanlah pada dunia politik yang mencakup hajat orang banyak.

            Masyarakat tentu harus cerdas dalam memilih pemimpin yang jujur, amanah, terbebas dari kasus pelanggaran HAM dan tentunya nyata mengkampanyekan programnya tanpa setingan dari siapapun.

)* Penulis adalah pemerhati Politik

Show More

Related Articles

Back to top button
Close