Polemik Politik

Bansos Pemerintah Bermanfaat Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

Oleh : Syafruddin )*

Bantuan Sosial (Bansos) diberikan pemerintah kepada rakyatnya yang membutuhkan. Di pandemi Covid-19, memang makin banyak pengangguran, mereka kehilangan pekerjaan akibat ditutupnya pabrik. Bansos berupa sembako atau uang tunai itu sangat membantu mereka untuk bisa bertahan hidup.

Penyakit corona membuat semua sektor di Indonesia jadi ambruk, terutama ekonomi. Banyak pedagang kecil yang mengeluh karena sepi pembeli. Sejak ada kebijakan untuk stay at home, maka sedikit sekali orang yang ada di jalanan. Begitu pula dengan para buruh bangunan. Mereka terpaksa kehilangan pekerjaan karena banyak proyek yang dihentikan pengerjaannya, karena bisa berpotensi melanggar aturan social distancing dan PSBB.

Kondisi ini membuat rakyat menjerit dan jumlah orang miskin makin meningkat. Pemerintah langsung bertindak sigap dan Sejak awal april 2020, Gubernur Jakarta Anies Baswedan berinisiatif memberikan bantuan sosial untuk rakyat yang kurang mampu. Paket itu berisi beras, sarden, minyak goreng, masker, dan beberapa barang lain.

Pemerintah pusat juga mulai menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat sejak akhir april 2020. Paket bansos ini tidak hanya untuk warga di Jabodetabek, tapi juga di luar kota bahkan di luar pulau. Untuk pengiriman bansos ke luar pulau, sudah ada bantuan dari sebuah perusahaan ekspedisi, jadi dipastikan bisa datang tepat waktu.

Ada beberapa macam bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah, tidak hanya berupa sembako. Di antaranya, bantuan sosial tunai, program keluarga harapan, bantuan pangan non tunai, paket sembako dari pemerintah daerah, dan bantuan langsung tunai yang diambilkan dari dana desa. Jadi tidak melulu berupa beras, tapi ada juga yang berupa uang cash.

Bantuan itu diberikan langsung ke masyarakat, dan rencananya sebanyak 10 juta paket bansos akan disalurkan. Mereka yang mendapatkannya adalah orang kurang mampu yang kriterianya sesuai dengan data yang ada di kantor desa atau kelurahan. Orang-orang ini bisa mengambilnya langsung dengan membawa KTP. namun ada pula pejabat pemerintah yang memberikannya langsung kepada orang yang membutuhkan.

Selain bantuan berupa sembako, ada pula bantuan langsung tunai senilai 600.000 rupiah yang ditransfer langsung ke rekening. Program ini bekerja sama dengan sebuah Bank BUMN. Jadi masyarakat tidak usah mengantri, namun langsung bisa menikmatinya.

Masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan itu sudah benar-benar diteliti agar tepat sasaran. Mereka memang benar membutuhkannya, bukan orang kaya. Jika ada bantuan yang nyasar, maka mereka diharapkan mengembalikannya ke pejabat pemerintah dan bansos itu akan diberikan lagi kepada orang yang benar-benar kurang mampu. Karena ada beberapa jenis bantuan, maka dipastikan 1 orang tidak boleh menerima lebih dari 1 macam bansos. Tujuannya agar adil dan makin banyak orang yang merasakan manfaat dari bansos tersebut.

Bantuan sosial ini benar-benar diterima dengan baik oleh masyarakat. Mereka merasa lega karena merasa diperhatikan oleh pemerintah. Bansos berisi sembako sangat meringankan beban masyarakat, karena harga beras yang cukup tinggi. Mereka juga senang karena jika mendapat bansos berupa uang, bisa dibelikan sembako dan beberapa keperluan lain.

Pemerintah juga berharap masyarakat yang menerima bansos memanfaatkannya dengan bijaksana. Bansos berupa sembako jangan malah dijual lagi. Begitu pula dengan bansos berupa uang tunai, wajib dibelikan beras dan kebutuhan pokok lain. Jangan malah dibelikan barang seperti baju dan barang konsumtif lainnya.

Bantuan sosial dari pemerintah berupa sembako atau uang tunai sangat diterima dengan baik oleh masyarakat. Mereka senang karena beban sedikit terangkat, karena sejak pandemi Covid-19 ini makin banyak orang yang dikategorikan sebagai pihak yang kurang mampu. Bantuan sosial ini diharapkan bisa tepat sasaran dan digunakan dengan sebaik-baiknya.

)* Penulis adalah mahasiswa IAIN Kendari

Show More

Related Articles

Back to top button
Close