Polemik Politik

Bersama Indonesia, Papua Semakin Maju dan Sejahtera Melalui Program Otsus Jilid 2

Oleh: Halimatussyadiah (Warganet Kota Tangerang Selatan)

Sebagaimana isyarat pemerintah yang berencana ingin memperkuat Otonomi Khusus dengan diberlanjutkannya pada tahap kedua, hal tersebut merupakan sinyal baik bagi warga Papua. Pasalnya, program tersebut memberikan banyak hal positif dan mendorong perubahan signifikan terhadap warga Papua yang kerap kali menjadi korban ketidakadilan.

Di sisi lain, kita pasti telah banyak mendengar hal-hal yang tidak mengenakkan bagi warga Papua melalui media portal online ataupun media sosial, padahal seharusnya perlakuan sesama bangsa Indonesia harus setara karena mereka bagian dari Indonesia juga. Dasar negara kita, Pancasila, juga sudah mengajarkan untuk hidup berbangsa dan bernegara tanpa membeda-bedakan latar belakang budaya.

Maka dari itu, dengan banyaknya keberagaman yang ada di Indonesia mulai dari bangsa, bahasa, suku, agama dan ras tentunya membuat kita semua harus saling menghargai. Dengan adanya program Otonomi Khusus Jilid 2, tentu akan memberikan dampak yang baik, seperti pemerataan pembangunan infrastruktur dan pendidikan yang mumpuni bagi warga Papua. Hal tersebut mendorong kemajuan sektor Indonesia dengan melahirkan generasi muda yang dapat memajukan negeri ini.

Dampak dari Otonomi Khusus Jilid 1 pun telah terbukti memberikan manfaat kepada rakyat Papua. Sudah sepatutnya warga khususnya milenial peduli terhadap perkembangan isu Otsus yang tengah diperjuangkan demi kehidupan yang lebih sejahtera.

Sementara itu, rencana pelaksanaan Otsus Jilid 2 telah didukung oleh segenap masyarakat Indonesia, karena melalui program yang telah berjalan pada Otsus Jilid 1, masyarakat semakin menaruh kepercayaan terhadap pemerintah bahwa program ini akan berjalan sesuai dengan tujuan awal tanpa adanya kecurangan.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button