Warta Strategis

BPPT rancang reaktor pengolah emas non-merkuri

LSISI.ORG, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sedang merancang dan mengujicoba prototipe reaktor pengolahan emas non-merkuri di beberapa lokasi penambangan emas rakyat menyusul instruksi Presiden tentang penghentian penggunaan merkuri dalam kegiatan penambangan emas.

“Di Indonesia, data 2010, merkuri yang terlepas ke lingkungan diperkirakan mencapai 200 ton, yakni 117 ton ke udara, 39 ton ke air dan 39 ton lagi ke tanah. Ini berbahaya dan akan dihapus,” kata Direktur Pusat Teknologi Sumberdaya Mineral BPPT Dadan M. Nurjaman dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Oleh karena itu, Dadan menjelaskan, BPPT merancang metode pelindian kimiawi atau sianidasi dengan melarutkan lumpur yang mengandung emas menggunakan larutan sianida dan kemudian menambahkan karbon aktif untuk menyerap emasnya, sehingga tidak lagi memerlukan merkuri yang sulit didegradasi.

Dalam hal ini senyawa racun sianida diubah secara kimiawi menjadi zat kimia lain yang tingkat racunnya lebih kecil dan bisa dinetralisir.

“Hasil uji coba destruksi sianida itu tidak sampai empat jam,” ujarnya.

“Prinsipnya mengubah ion CN- menjadi Cyanate OCN- yang tingkat racunnya berkurang menjadi tinggal 1/1.000 kali dari CN-. Setelah itu larutannya diendapkan dalam kolam pengendapan hingga memenuhi baku mutu untuk dilepas ke lingkungan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa selain berfungsi mengolah lumpur atau batuan yang mengandung emas menjadi emas bullion yang siap dijual ke penampung, reaktor pengolah emas non-merkuri tersebut juga sekaligus bisa memproses limbahnya.

ANTARA

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close