Danantara Jadi Instrumen Strategis Pemerintah Perkuat Pengelolaan Aset Negara

Oleh: Febri Hidayat )*
Upaya pemerintah memperkuat pengelolaan aset negara terus diarahkan pada penciptaan efisiensi yang berdampak langsung terhadap pembangunan ekonomi jangka Panjang. Oleh karena itu, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) diposisikan sebagai instrumen strategis untuk memastikan kekayaan negara tidak hanya terjaga nilainya, tetapi juga berkembang secara produktif dan terarah.
Pembentukan dan penguatan peran Danantara mencerminkan kehendak pemerintah untuk mengambil kendali yang lebih besar dalam pengelolaan investasi nasional. Anggota Badan Anggaran DPR RI, Mohamad Hekal, memandang langkah tersebut sebagai upaya negara untuk bersikap lebih mandiri dalam menarik dan mengelola investasi, tanpa terus bergantung pada arus modal eksternal yang bersifat oportunistik.
Oleh karena itu, Danantara diharapkan mampu mengonsolidasikan aset dan investasi negara sehingga pemerintah memiliki daya tawar yang lebih kuat dalam menentukan arah pembangunan ekonomi. Pandangan tersebut menegaskan bahwa efisiensi aset tidak hanya berkaitan dengan penghematan, tetapi juga dengan keberanian negara dalam mengelola potensi ekonominya sendiri.
Hekal juga menekankan pentingnya menjaga peran Badan Usaha Milik Negara sebagai kontributor utama penerimaan negara melalui dividen. Menurutnya, pengelolaan investasi yang lebih efisien akan menghindarkan BUMN dari praktik pelepasan aset akibat tekanan likuiditas jangka pendek. Sebaliknya, aset negara justru dapat diarahkan untuk memperluas portofolio investasi yang produktif dan berkelanjutan.
Efisiensi yang didorong pemerintah melalui Danantara juga dipahami sebagai upaya meningkatkan kualitas belanja dan investasi, bukan sebagai langkah kontraksi ekonomi. Hekal menegaskan bahwa efisiensi harus berorientasi pada hasil yang lebih baik, dengan memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan negara menghasilkan dampak maksimal bagi masyarakat.
Dari sudut pandang ekonomi makro, kehadiran Danantara dinilai memiliki potensi besar dalam mengoptimalkan perkembangan aset negara. Ekonom Center of Reform on Economics (Core), Yusuf Rendy Manilet, menilai Danantara dirancang sebagai organisasi mandiri yang menerima mandat khusus untuk mengelola investasi strategis negara.
Dengan mandat khusus untuk mengelola investasi strategis negara tersebut, aset negara diharapkan dapat berkembang lebih signifikan, terutama melalui investasi di sektor-sektor prioritas seperti energi terbarukan, manufaktur berteknologi tinggi, dan ketahanan pangan.
Yusuf melihat bahwa peran Danantara akan semakin relevan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun ke depan. Ia menilai target investasi pemerintah hingga 2029, meskipun ambisius, tetap realistis jika melihat tren realisasi investasi dalam beberapa tahun terakhir yang menunjukkan capaian positif.
Konsistensi pencapaian target pertumbuhan ekonomi tersebut memberikan dasar yang kuat bagi pemerintah untuk mempercayakan pengelolaan aset dan investasi kepada Danantara sebagai institusi yang terkoordinasi dan profesional. Dengan demikian, efisiensi pengelolaan aset negara tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari strategi pencapaian target pembangunan nasional.
Selain itu, Danantara diharapkan mampu memperluas sebaran investasi ke daerah-daerah yang selama ini kurang diminati investor. Yusuf menilai masih terdapat keraguan investor untuk menanamkan modal di wilayah tertentu akibat berbagai kendala struktural.
Kehadiran Danantara diharapkan dapat mengurangi persepsi risiko tersebut melalui pengelolaan investasi yang lebih terjamin dan terarah. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendorong pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Pandangan akademis juga memperkuat posisi Danantara sebagai instrumen efisiensi jangka panjang. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, Firmansyah, menilai kontribusi utama Danantara tidak terletak pada ekspansi tenaga kerja atau peningkatan belanja jangka pendek.
Menurut Firman, potensi terbesar justru berasal dari peningkatan produktivitas dan efisiensi ekonomi melalui investasi jangka panjang yang terfokus. Danantara dipandang sebagai platform investasi strategis yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Firmansyah menjelaskan bahwa investasi produktif jangka panjang menjadi mekanisme utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Penyaluran dana ke sektor infrastruktur, industri pengolahan, energi, dan pangan dinilai memiliki efek pengganda yang signifikan.
Penguatan industri pengolahan, khususnya, diyakini mampu meningkatkan nilai tambah domestik dan memperkuat daya saing ekonomi nasional. Dalam konteks negara kepulauan seperti Indonesia, investasi pada teknologi dan logistik juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi distribusi dan produktivitas ekonomi.
Selain investasi, restrukturisasi dan peningkatan disiplin BUMN menjadi mekanisme lain yang dinilai krusial. Firmansyah melihat bahwa pengelolaan aset melalui Danantara dapat mendorong perbaikan tata kelola BUMN sekaligus mengurangi proyek-proyek dengan tingkat pengembalian rendah.
Dengan pengelolaan yang lebih selektif dan bankable, aset negara dapat diarahkan ke kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat optimal. Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi tidak hanya dicapai melalui pengurangan biaya, tetapi juga melalui peningkatan kualitas keputusan investasi.
Dalam jangka pendek, kontribusi Danantara terhadap ekonomi riil diperkirakan masih terbatas karena fokus pada penyiapan proyek dan fondasi investasi. Namun, dalam jangka menengah hingga panjang, peningkatan investasi, akumulasi modal, dan kenaikan produktivitas diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan. Pandangan ini memperkuat keyakinan bahwa kebijakan pemerintah melalui Danantara merupakan investasi strategis untuk masa depan.
Secara keseluruhan, dorongan pemerintah melalui Danantara untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara mencerminkan pendekatan kebijakan yang terukur dan visioner. Dengan dukungan legislatif, analisis ekonomi yang kuat, serta orientasi jangka panjang, Danantara menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memastikan bahwa kekayaan negara dikelola secara optimal demi kesejahteraan masyarakat dan ketahanan ekonomi nasional.
)* Penulis adalah pengamat kebijakan publik