Warta Strategis

Dukung Penegakkan Hukum di Papua, Eluay : Supaya Kita Tahu Penyebab Gagalnya Otsus

Tokoh Adat Tabi Yanto Eluay mendukung penuh langkah- langkah penegakan hukum yang dilakukan di Tanah Papua. “Kita dukung penuh,” demikian disampaikannya, Sabtu (17/9/2022). Ia kemudian menyinggung soal kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) di Papua. Selaku tokoh adat, lanjut Eluay, dirinya sangat mendukung Otsus Jilid 2 sehingga langkah penegakkan hukum ini harus dilakukan untuk memastikan terlaksananya kebijakan dimaksud di Tanah Papua.

Sebaliknya, banyak masyarakat Papua yang menolak kelanjutan Otsus jilid 2 dengan alasan yang pertama dianggap gagal dan tidak berhasil. “Maka kami menghimbau kepada masyarakat kalau memang menganggap Otsus itu gagal atau tidak berhasil, mari kita sama-sama mencari tahu penyebab kegagalan itu dimana. Kita minta agar implementasi Otsus jilid 1 dievaluasi, supaya kita sama-sama mengetahui yang sebenarnya,” imbau Eluay.

Ia juga menjelaskan Gubernur Papua Lukas Enembe akan di periksa lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah berstatus tersangka. Dan untuk itu, ia meminta masyarakat Papua untuk memberikan dukungan moril kepada Gubernur Enembe.

“Hanya saja, harapan saya agar aksi-aksi dukungan moril untuk beliau supaya dilakukan secara santun dan bermartabat. Kita percaya penegak hukum, institusi negara (KPK, red) juga Kepolisian akan terbuka secara terang-benderang dan masyarakat Papua akan tahu bahwa inilah penyebab daripada gagalnya kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua,” tandasnya. Eluay juga mengajak untuk tunjukan jati diri Papua sebagai masyarakat yang taat hukum. “Karena apapun proses hukum yang berjalan, semuanya demi kebaikan dan kemajuan masyarakat Papua,” pungkasnya.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

Adblock Detected

Kami juga tidak suka iklan, kami hanya menampilkan iklan yang tidak menggangu. Terimakasih