Warta Strategis

Gesitnya Jokowi Menangani Bencana

Oleh : Abdul Makmun )*

Tak ada seorangpun di dunia ini yang mengharapkan kehadiran Bencana dalam bentuk apapun. Beberapa bulan terakhir bencana terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, seperti gempa di Lombok, Palu, Donggala, Sigi dan terakhir Tsunami di Banten dan Lampung yang diakibatkan oleh erupsi Gunung Krakatau.

Dalam upaya penanganan Bencana Jokowi sering terlihat di garda depan ketika rakyatnya terkena musibah. Dalam tinjauannya di Lombok pasca diguncang gempa bumi 7,0 skala richter Jokowi turut serta tidur di dalam tenda dengan pengamanan ketat dari paspampres. Hal tersebut ia lakukan untuk melihat lebih dekat penanganan atas bencana di Lombok NTB.

Dalam kunjungannya ke Lombok, dirinya pun memberikan delegasi kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk memberikan sambutan pada penutupan Asian Games Jakarta Palembang. Ia memilih untuk meninjau langsung korban gempa yang ada di Lombok.

Selama berada di Lombok Jokowi sempat menyapa dan menghibur anak – anak korban gempa. Tak hanya itu saja ia juga menggelar rapat koordinasi terkait penanganan gempa. Rapat tersebut diikuti oleh Gubernur NTB TGB Zainul Majdi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljo, Kapolri Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala BNPB Willem Rampangilei.

Ditempat lain ketika terjadi Gempa di Palu, Jokowi juga sengaja untuk turun lapangan secara langsung agar dapat melihat kondisi pasca gempa dan likuifaksi. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mendatangi lokasi gempa secara langsung karena ingin mengetahui secara detail apa yang terjadi di lapangan, keadaan dan situasinya. Hal tersebut beliau lakukan agar dapat membuat kebijakan yang tepat.

Saat itu juga Jokowi membuat beberapa kebijakan, salah satunya adalah memberikan mandat kepada Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengerahkan alat – alat berat. Selain itu, Jokowi juga meminta agar bisa meminjam alat berat milik swasta untuk ditempatkan di lokasi bencana.

Selain itu Jokowi juga memerintahkan kapal – kapal rumah sakit terapung milik TNI agar didatangkan ke lokasi gempa. Jokowi menugaskan menteri kesehatan untuk memperbanyak rumah sakit lapangan, tenaga medis dan obat – obatan.

Gerak cepat yang dilakukan oleh Jokowi merupakan wujud kepedulian seorang presiden terhadap rakyatnya yang sedang tertimpa musibah. Kehadiran sosok orang nomor 1 di Indonesia tersebut ternyata membawa efek psikologis bagi pasien yang dirawat di Rumah Sakit darurat di Area Bandara.

Pada akhir tahun 2018 Bencana juga kembali melanda Indonesia, tepatnya di Provinsi Banten dan Lampung yang dilanda Tsunami akibat erupsi gunung krakatau.

Dengan mengenakan kemeja putih dan celana jeans, Presiden Joko Widodo menyusuri Pantai Carita. Dalam kunjungannya kali ini beliau ditemani oleh menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Nina Moeloek dan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Jokowi juga mengapresiasi kecepatan evakuasi di lapangan yang sudah dilakukan oleh TNI, Polri dibantu oleh pemerintah daerah. Dirinya juga memberikan instruksi kepada lembaga terkait untuk fokus pada evakuasi korban.

Jokowi juga memberikan penjelasan bahwa bencana Tsunami di selat sunda merupakan bencana yang terjadi di luar prakiraan BMKG, sehingga masyarakat tidak memiliki kesiapan untuk menyelamatkan diri.

Menanggapi hal tersebut Presiden Jokowi sudah memberikan instruksi kepada BMKG untuk membeli alat – alat early warning system yang bisa memberikan peringatan – peringatan secara dini sehingga masyarakat bisa lebih waspada.

Hingga Selasa (25/12/2018), BNPB mencatat setidaknya  429 orang meninggal, 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang, 16.082 orang mengungsidi tempat yang lebih aman.

Melihat banyaknya korban yang ditimbulkan, Presiden Jokowi juga memberikan Instruksi kepada jajaran terkait untuk menyisipkan pendidikan kebencanaan dalam kurikulum pendidikan. Upaya ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan pengetahuan tentang mitigasi bencana sejak dini.

Presiden merupakan orang nomor 1 dalam sebuah negara, kedatangan presiden di lokasi bencana tentu memberikan sebuah keteladanan bahwa seorang pemimpin tidak akan tinggal diam apabila ada rakyatnya yang sedang menangis karena tertimpa musibah.

Kehadiran Presiden pada tempat bencana juga memberikan dampak positif akan pulihnya sebuah daerah pasca bencana. Dengan hasil tinjauannya secara langsung maka Jokowi bisa merumuskan kebijakan secara tepat saasaran.

Kedatangan Jokowi secara langsung pada lokasi bencana ternyata mendapatkan apresiasi dari Mantan Presiden Indonesia 2 periode Susilo Bambang Yudhoyono. Ia memuji langkah Jokowi dalam menangani bencana. SBY juga menyatakan bahwa kedatangannya secara langsung menuju lokasi bencana merupakan langkah yang tepat. Hal ini tentu akan memudahkan dalam menentukan instruksi untuk tanggap darurat.

Kedatangan Jokowi pada lokasi bencana merupakan sebuah keteladanan dari seorang pemimpin yang selalu ingin rakyatnya dapat hidup sejahtera. Kedatangan seorang pemimpin juga diharapan dapat memberikan suntikan psikologis agar para korban dapat sembuh dari trauma. Selain itu kedatangan seorang pemimpin di lokasi bencana merupakan upaya pengkajian yang selanjutkan akan dirumuskan dalam bentuk kebijakan.

 

)* Penulis adalah pemerhati sosial politik

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close