Polemik Politik

Indonesia Optimis Lewati Pandemi Covid-19

Oleh : Bagus Pramudhita )*

Sebelum Virus Corona dinyatakan sebagai pandemi, Indonesia sudah pernah dilanda krisis yang cukup pelik, seperti krisis moneter tahun 98 dan perlambatan ekonomi pada 2008. Namun kedua krisis itu mampu dilewati sehingga pandemi corona sudah semestinya mampu dilewati oleh bangsa Indonesia, tentu hal ini harus diiringi sikap optimis dari seluruh elemen bangsa.

            Seperti yang dikatakan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, pihaknya menuturkan bahwa Indonesia optimis akan sukses memerangi dan mengakhiri pandemi covid-19. Asalkan seluruh elemen masyarakat berkenan mematuhi setiap kebijakan dan protokol penanangan covid-19 secara konsisten.

            Menkominfo sempat menuturkan berbagao protokol penanganan Covid-19 seperti protokol kesehatan, transportasi, komunikasi dan yang lainnya menjadi penentu bagi Indonesia untuk memasuki era new normal setelah menghadapi situasi seperti saat ini.

            Optimisme tentang berakhirnya pandemi Covid-19 ini muncul dengan adanya pelonggaran PSBB, meski bukan berarti PSBB dihapus secara seluruhnya. Karena untuk masyarakat yang hendak bepergian ke luar kota atau luar provinsi, harus menunjukkan surat bebas covid-19, surat tugas dari kantor dan syarat administrasi lainnya.

            Meski demikian, kebiasaan gaya hidup sehat haruslah mulai diterapkan, seperti makan dengan gizi seimbang, dengan memperbanyak buah dan sayur. Konsumsi gizi seimbang tentu saja dapat memperkuat sistem imunitas tubuh, jika imunitas tubuh baik maka tubuh kita dapat melawan virus corona tersebut.

            Sebelumnya, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, angka sembuh nasional sebesar 41,48%, presentase tersebut masih dibawah rata-rata sembuh dunia yakni 54,15%. Kendati demikian, jika di breakdown ke dalam lingkup Kabupaten/Kota, maka ada 18 Provinsi yang menunjukkan rata-rata angka kesembuhan diatas rata-rata sembuh dunia.

            Bahkan ada 5 Provinsi yang angka kesembuhannya diatas 80% diantaranya Bangka Belitung, Yogyakarta, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan Gorontalo.

            Jika melihat data yang dikumpulkan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang menunjukkan lonjakan tajam jumlah pasien sembuh dari covid-19. Maka kita patut optimis karena jumlah pasien sembuh pada 28 Juni lalu mencapai 1027 orang.

            Padahal sebelumnya, angka kesembuhan harian rata-rata berada di interval 200-400 orang dalam sehari. Pernah juga menyentuh di atas angka 500. Angka kesembuhan masing-masing daerah juga berbeda.

            Pada kesempatan berbeda, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan rasa optimisnya untuk dapat melalui pandemi Covid-19. Optimisme ini disampaikan dengan ajakan untuk menjalankan ‘new normal’, new spirit atau menjalankan tatanan kehidupan baru dengan semangat baru.

            Agus optimis bahwa Indonesia dapat melewati masa pandemi covid-19 dengan baik, yaitu dengan menjalankan new normal dengan new spirit. Saat ini, kegiatan perdagangan juga sudah mulai dibuka secara bertahap untuk mengaktifkan kembali roda perekonomian. Pembukaan kembali aktifitas perdagangan ini harus diikuti dengan kepatuhan dan kesadaran yang tinggi dari seluruh pihak dalam menjalankan protokol kesehatan.

            Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menyampaikan bahwa harga gula kini kembali normal, sesuai harga eceran tertinggi, yaitu Rp 12.500/Kg dan harga bawang putih sudah mulai terkendali.

            Kementerian perdagangan juga menjami ketersediaan pasokan gula di pasar rakyat serta ritel modern. Khusus ketersediaan gula di ritel modern, jaminan ketersediaan pasokan gula ini juga didukung Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir karena harga gula relatif stabil sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

            Pandemi covid nyatanya tidak hanya berdampak pada di sektor kesehatan, pada awal pandemi, harga gula di Jakarta sempat mengalami lonjakan hingga Rp 19.200/Kg di Jakarta. Sementara di wilayah Maluku harga gula sempat mencapai Rp 19.500.

            Kala itu, pihak kemendag menyebutkan, imbas penyebaran virus corona membuat sejumlah negara menutup sementara akses perdagangannya. Salah satu yang terdampak adalah akses perdagangan pada negara mitra dagang yang biasa memasok gula rafinasi dan raw sugar ke Indonesia.

            Namun kini, harga gula telah berangsur normal. Hal ini tentu saja menunjukkan bahwa Indonesia tengah bersiap bangkit dari keterpurukan akibat pandemi covid-19.

            Pandemi Covid-19 telah membuat banyak sektor mengalami keterpurukan, namun dengan berbagai berita baik seperti bertambahnya pasien covid yang dinyatakan sembuh dan menurunnya harga sembako, haruslah membuat kita semakin optimis untuk bangkit dari pandemi virus corona.

)* Penulis adalah kontributor The Jakarta Institute

Show More

Related Articles

Back to top button