Polemik Politik

Jokowi Tak Bagi-Bagi Kursi

Jakarta, LSISI.ID – Ketua DPP PKB, Jazilul Fawaid, menyindir ketua dewan kehormatan PAN, Amien Rais, terkait syarat rekonsiliasi. Dia menegaskan, Jokowi sejak awal tidak pernah mensyaratkan pembagian kursi.

Dia juga mengatakan, semua partai yang tergabung dalah Koalisi Indonesia Kerja (KIK) sependapat dengan Jokowi, tidak ada syarat bagi-bagi kursi. Jazilul bahkan menyebut PAN sebagai tamu yang aneh.

“Ini aneh, tamu baru datang itu malah ngatur-ngatur,” kata Jazilul di Gedung DPR, Jakarta, Senin (22/7). Dia meminta agar rekonsiliasi tidak dijadikan sebagai transaksi ‘dagang sapi’.

“Saya yakin Pak Amien Rais atau semua yang ada di sana berpikiran yang sama. Jadi andaipun ada rekonsiliasi itu bukan bagi-bagi kursi,” ucapnya.

Dia mengatakan, seharusnya rekonsiliasi saling bekerja sama membangun negeri agar lebih baik. Dia kemudian menegaskan, PKB keberatan dengan syarat yang disampaikan Amien Rais.

Dia mengklaim, di koalisi Jokowi tidak pernah ada bagi-bagi kursi jabatan. Dia kemudian menuding Amien Rais memiliki imajinasi tersendiri terkait kekuasaan.

“Mungkin Pak Amien Rais punya khayalan lain terkait kekuasaan, dari Pak Jokowi pasti nggak suka dengan cara begitu, saya yakin Pak Jokowi tidak suka dengan cara pola memandang negara seperti bagi-bagi kue gitu,” kata Jazilul.

Sementara, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan alias Zulhas, menyampaikan bahwa PAN mendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf agar sukses memimpin Indonesia periode 2019-2024. Dia kemudian menegaskan bahwa dukungan PAN kepada Jokowi tanpa syarat.

“Saya menanggapi itu saja, ‘kesempatan lima tahun’ kata Pak Amien. Saya mengatakan, kami dukung Pak Jokowi dan kami doakan supaya sukses. Lain-lain enggak saya tanggapi, enggak pakai syarat-syarat,” kata Zulhas di Gedung DPR, Jakarta, hari ini.

Zulhas mengatakan, rakyat telah memberikan mandat kepada Jokowi-Ma’ruf untuk memimpin Indonesia sampai 2024 nanti. Maka itu, Zulhas juga menyampaikan bahwa PAN tidak ingin ikut campur terkait penyusunan kabinet jilid II Jokowi.

“Oleh karena itu, baik kabinet atau apapun namanya pembantu, jadi yang berdaulat tetap Jokowi. Oleh karena itu, kami enggak pake syarat-syarat, kami mendukung agar Jokowi sukses memimpin Indonesia,” kata Ketua MPR itu.

Pekan lalu, Amien Rais menyerukan agar semua pihak mengedepankan persatuan bangsa. Dia kemudian mengajak semua pihak mengawasi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin hingga 2024 nanti.

“Jadi saya sampaikan, teruskan merajut Merah-Putih, teruskan bangsa ini bersatu, jangan sampai pecah. Tapi soal kekuasaan, berikan kesempatan yang utuh kepada Pak Jokowi-Ma’ruf Amin dengan nanti lima tahun. Kita awasi dan itulah produk indah demokrasi,” kata Amien.

Sumber : indonesiainside.id

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close