Warta Strategis

Jurus Cantik Pemerintah Membangun Negeri

Oleh : Rahmat Kartolo )*

Sudah 4 tahun berlalu, tepatnya pada tanggal 20 Oktober 2018 pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla berusia genap 4 tahun. 4 tahun bukanlah waktu yang lama untuk sebuah pemerintahan. Masih banyak tugas  yang harus dijalankan untuk bisa memenuhi janji terhadap rakyat.

Namun siapa sangka meskipun baru berumur 4 tahun, berbagai kemajuan baik di sektor ekonomi, pendidikan, budaya telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Terlebih dalam pembangunan infrastruktur dalam rangka pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

Memang bukanlah sebuah hal yang mudah untuk bisa melakukan pemerataan pembangunan di Indonesia. Hal ini mengingat betapa luasnya wilayah Indonesia ini. Apalagi terpisah menjadi berbagai ribuan pulau, sehingga tidak mengherankan jika pembangunan lebih berpusat di Pulau Jawa sebagai pulau pusat Ibukota Negara.

Namun pada masa Pemerintahan Jokowi-JK ini, terlihat keinginan yang begitu besar untuk bisa melakukan pemerataan pembangunan. Terlebih  dalam bidang pembangunan infrastruktur di kawasan Indonesia Timur, yang selama ini jauh dari berbagai pembangunan daerah. Hal ini dimaksudkan agar daerah tersebut tidak mengalami ketertinggalan.

Misalnya saja proyek di Kalimantan terdapat setidaknya 24 proyek infrastruktur. Di Sulawesi ada 27 proyek infrastruktur. Sementara di Maluku dan Papua terdapat 13 proyek infrastruktur. Berbagai proyek tersebut meliputi pembangunan pelabuhan, bendungan, bandara, pembangkit listrik, jalan dan lain sebagainya. sehingga  semua rakyat bisa merasakan hasilnya.

Digenjotnya berbagai pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah sengaja dilakukan agar bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi rakyat secara merata. Dengan pertumbuhan ekonomi secara merata maka secara tidak langsung dapat menyejahterakan kehidupan bangsa.

Selain beberapa proyek di atas, berikut ini adalah hasil pencapaian pembangunan Infrastruktur dalam masa pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf kalla selama 4 tahun. Dalam pidato Kenegaraan pada acara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-73 di Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Jokowi memamerkan sejumlah prestasi dalam bidang pembangunan Infrastruktur sejak tahun 2015.

Apa saja pencapaian tersebut? Berikut penjelasannya.

  1. Jalan

Dalam Masa 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK ini, setidaknya telah berhasil membangun jalan baru sepanjang 2.623 kilometer. Menurut Danis salah satu staf Kantor Kepresidenan menjelaskan  bahwa “ ini kebanyakan jalan perbatasan di Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, di Pulau Timor dan Papua”

Setidaknya 2000 kilometer pembangunan jalan baru tersebut dibangun di kawasan perbatasan di titik-titik terluar Indonesia. Pada Tahun 2018 Pemerintah menargetkan untuk bisa membangun jalan baru sepanjang 1071 kilometer dan pada tahun 2019 sudah mencapai 1.120 kilometer. Dengan demikian jumlah total yang diharapkan pada masa pemerintahan Jokowi JK ini mencapai 4.814 kilometer.

Menurut Jokowi dalam pidato kepresidenan tersebut menjelaskan bahwa ““Jalan-jalan baru tersebut menjadi bagian dari keberhasilan pengelolaan arus mudik Lebaran tahun ini, yang berjalan lancar,”

Tidak bisa dipungkiri bahwa tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana pada saat mudik lebaran tiba banyak terjadi kemacetan yang berarti. Bahkan di tahun 2016 telah menelan banyak korban.Namun saat ini hal tersebut bisa dihindari dengan banyaknya jalan baru yang dibangun. Sehingga memudahkan akses transportasi.

  1. Jalan Tol

Tidak hanya jalan baru saja yang dibangun di titik-titik terluar di pelosok negeri, dalam masa Pemerintahan Jokowi-JK ini juga memberikan perhatian yang besar terhadap pembangunan jalan tol. Jika pada masa pemerintahan sebelumnya banyak pembangunan jalan tol yang terbengkalai, kali ini Jokowi mampu membuktikan keberhasilannya dalam membangun jalan bebas hambatan ini.

Setidaknya sudah lebih dari 568 kilometer pembangunan jalan tol  dan pemerintah akan menargetkan kurang lebih 1.851 kilometer untuk jalan tol. Selain itu konektivitas tol laut juga semakin meningkat.  Jokowi menjelaskan bahwa  konektivitas yang semakin terhubung bukan hanya membuat ekonomi lebih berdaya saing dan lebih efisien melainkan bisa mempersatukan masyarakat.

  1. Bendungan

Tidak hanya jalan dan jalan tol yang menjadi perhatian pemerintah Jokowi-JK, infrastruktur lainnya adalah bendungan. Setidaknya sudah lebih dari 9 bendungan yang sudah diselesaikan. Dan targetnya hingga 2019 adalah bisa mencapai 70 bendungan baru dan 30 bendungan lanjutan.

Setelah berhasil menargetkan bendungan, target selanjutnya adalah tentang irigasi. Hal ini dilakukan demi menyejahterakan rakyat dan memajukan pertanian Indonesia. Apabila petani bisa melakukan panen lebih dari satu kali dalam setahun maka tentu saja bisa turut membantu pemerintah dalam menjaga kestabilan pangan.

  1. Jembatan

Pada awal pemerintahan Jokowi menargetkan untuk bisa membangun jembatan sepanjang 29.859 meter selama masa pemerintahannya 5 tahun yang akan berakhir pada tahun depan. Namun di tahun ketiganya, Jokowi sudah berhasil membangun jembatan sepanjang 25.149 meter.

Beberapa jembatan tersebut antara lain adalah jembatan merah putih di Ambon, Jembatan Soekarno di Manado, Jembatan Tayan di Kalimantan Barat, Jembatan teluk Kendari di Sulawesi Utara dan Holtekamp di Papua. Dengan banyaknya jembatan ini akan memudahkan akses masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi untuk daerah tertinggal.

  1. Moda Transportasi Massal Baru

Pembangunan Infrastruktur tidak hanya sebatas pembangunan jalan dan jembatan saja, melainkan  pembangunan moda transportasi massal jenis baru, yaitu Mass Rapid Transit MRT) dan Light Rail Transit (LRT).

Light Rail Transit ini dikembangkan di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Palembang. Sementara untuk Mass Rapid Transit hanya baru dikembangkan di Jakarta.

Selain itu, dalam tiga tahun terakhir pada masa  pemerintahan Jokowi JK ini, juga membangun Kereta Semi Cepat Jakarta- Surabaya, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, kereta antar terminal Bandara Soekarno-Hatta atau SkyTrain serta Kereta Bandara Soekarno-Hatta.

Moda-moda transportasi baru untuk massal tersebut dimaksudkan agar bisa  mengatasi persoalan kemacetan. Kemacetan memang menjadi momok yang besar untuk di daerah perkotaan yang hingga saat ini belum bisa terselesaikan. Namun dengan dibangunnya moda-moda transportasi massal yang baru ini bisa mengurangi permasalahan tersebut.

“Itu akan membangun budaya baru, peradaban baru dalam bidang transportasi massal. Peradaban baru yang tidak ada pembandingnya dalam sejarah negara kita karena sama sekali belum pernah dilakukan,” tutur Jokowi dalam pidato tahunannya di sidang MPR 16 agustus 2018 yang lalu.

Nah itulah berbagai pencapaian dalam bidang pembangunan infrastruktur yang telah dicapai oleh pemerintahan Jokowi-JK selama 4 tahun ini. Selain berbagai infrastruktur di atas, ada pula pembangunan proyek-proyek kelistrikan, 11 bandara baru dan lain sebagainya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Semoga untuk kedepannya Indonesia semakin jaya.

 

)* Penulis adalah Mahasiswa IAIN Mataram

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close