Polemik Politik

Keberhasilan Pembangunan Manusia di Era Jokowi

Oleh : Rika Prasatya )*

Pembangunan manusia merupakan suatu proses untuk memperbanyak pilihan bagi penduduk, kebebasan untuk hidup lebih sehat, lebih berpendidikan, dan menikmati standar hidup yang layak. Namun demikian, sejak pertama kali laporan pembangunan manusia diluncurkan oleh United Nations Development Programme (UNDP), selalu muncul berbagai perdebatan dan kontroversi, baik teknis perhitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) maupun peringkat IPM setiap negara.

Indonesia memiliki kekuatan besar dalam bentuk sumber daya manusia. Jumlah penduduk Indonesia yang hampir 260 juta jiwa merupakan investasi dan kekuatan besar untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan, seperti ketidakpastian ekonomi global. Mempersiapkan manusia Indonesia menjadi manusia yang unggul dimulai sejak dalam masa kandungan sampai tumbuh secara mandiri. Menyadari hal tersebut, alokasi anggaran untuk kesehatan dan pendidikan pun ditingkatkan oleh Pemerintah.

Setelah infrastruktur, Pembangunan Manusia menjadi prioritas pada lepas tahun keempat Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla. Sejumlah terobosan yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo, melalui pembangunan fisik dan bantuan dana, berhasil menurunkan angka kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran serta meningkatkan indeks pembangunan manusia. Pada masa ini, untuk pertama kali Indonesia masuk dalam kategori high human development.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan menurun dari 11,22 persen pada 2014 menjadi 9,82 persen pada 2018. Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk yang diukur oleh rasio gini juga menurun dari 0,414 pada tahun 2014 menjadi 0,389 pada tahun 2018. Adapun IPM meningkat dari 68,90 pada 2014 menjadi 70,81 pada 2018.

Pada 2018, BPS merilis IPM Indonesia tahun 2017 sebesar 70,81 atau tumbuh 0,90 persen dibandingkan tahun 2016. Peningkatan IPM menandakan harapan untuk hidup, baik dari dimensi kesehatan, harapan hidup, sekolah, maupun hidup layak semakin panjang. Kepala BPS, Suhariyanto, menjelaskan IPM Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, utamanya dalam kurun waktu 2010 hingga 2017. Adapun pada tahun 2010, IPM Indonesia masih sebesar 66,53 dan secara bertahap meningkat dari tahun ke tahun hingga mencapai 70,81 pada 2017.

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa fokus perhatian Pemerintah dalam empat tahun terakhir bukan hanya pembangunan infrastruktur. Sebagai negara dengan jumlah penduduk hampir 260 juta jiwa, dirinya percaya bahwa masa depan Indonesia terletak pada kemampuan bangsa untuk mempersiapkan manusia Indonesia yang maju dan unggul.

Pemerintah pada Rancangan APBN 2019 akan fokus membangun sumber daya manusia (SDM), selain meneruskan komitmen pemangunan infrastruktur fisik di dalam negeri. IPM ditargetkan naik menjadi 71,98 pada 2019. Pemerintah tidak hanya memprioritaskan investasi fisik, tapi juga investasi sumber daya manusia dengan terobosan-terobosan kebijakan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang mampu bersaing di dunia internasional.

)* Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close