Warta Strategis

Keluarga Dukung Capres Petahana, Pukulan Telak Bagi Sandiaga Uno

Oleh : Surya Wirawan*

Satu keluarga belum tentu saling mendukung. Itulah yang terjadi dalam politik. Kebebasan memilih merupakan hak asasi individu dalam berpolitik. Inipun berlaku bagi Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno. Sejumlah relawan dan keluarga besar Uno menyatakan dukungan kepada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo – Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Dukungan itu diberikan dalam pertemuan Jokowi dengan relawan dan Keluarga Uno di Hotel Magna Gorontalo, Kamis (28/2).

Perwakilan keluarga Uno, Rudi Hartono Uno, mengatakan bahwa dukungan kepada Jokowi diberikan  karena keluarga Uno menilai pemerintahan Jokowi turut memberikan kepedulian terhadap pembangunan yang ada di Gorontalo. Selain itu, keluarga besar Sandiaga di sana juga menyebut jauh lebih penting mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, dari pada sekadar kepentingan keluarga.

Rudi mengaku paman langsung Sandiaga Uno, calon wakil presiden nomor urut 02. Meski masih punya hubungan darah dengan Sandiaga Uno, tidak menghalanginya untuk mendukung Jokowi. Rudi Hartono Uno tercatat sebagai calon anggota legislatif DPRD Provinsi Gorontalo dari daerah pemilihan 5 Kabupaten Gorontalo Utara yang saat ini berjuang melalui Partai Hanura.

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni menilai, deklarasi dukungan ini menjadi sebuah pertanda buruk untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Sebab, kata dia, dalam konteks ini Sandiaga Uno sudah tidak bisa mengkonsolidasikan dukungan terlebih dalam keluarga sendiri sehingga akan kesulitan meraih dukungan masyarakat luas. TKN pun mengapresiasi langkah keluarga Uno yang menginginkan petahana melanjutkan dua periode kepemimpinan.

Ketika berita ini sampai ke Jokowi, ada rasa kaget. Mengingat, biasanya keluarga itu mendukung keluarga sendiri. Oleh sebab itu, Jokowi sempat berkata, “Ya logikanya kan harusnya saudara Sandi Uno itu dukungnya ke Pak Sandi. Ya kalau ke saya, ya, terima kasih.”

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dengan cepat menepis hal itu sebagai akting belaka. Reaksi BPN ini menunjukkan bahwa kejadian ini merupakan pukulan telak bagi Sandi. Jika keluarganya sendiri saja memilih orang lain, itu artinya hubungan kekerabatan keluarga Sandiaga bermasalah. Padahal biasanya, keluarga yang diikat dengan nama marga itu memiliki hubungan yang jauh lebih kuat.

Terkait dukungan keluarga Uno, BPN Prabowo-Sandi menilai, hal tersebut tak masalah. Juru debat BPN Prabowo-Sandi, Suhud Alyuddin angkat bicara. Dia yakin deklarasi tersebut tidak akan berpengaruh pada elektabilitas Prabowo-Sandi.

Setelah didukung alumni SMA Pangudi Luhur, kini muncul dukungan dari keluarga Uno untuk kubu Jokowi – Ma’ruf. Fenomena ini menjadi menarik karena jelas bahwa jika dilihat dari “segi hubungan”, Sandi lebih terikat dengan mereka disbanding Jokowi. Nampaknya masyarakat mulai dewasa dalam berpolitik.

Partisipasi dukungan keluarga besar Uno di Gorontalo diyakini akan menambah amunisi kemenangan bagi pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin di Pilpres yang akan berlangsung pada 17 April mendatang. Perbedaan pilihan dalam keluarga Uno sebaiknya disikapi dengan lapang dada. Dengan adanya perbedaan tentu akan bisa mempererat persaudaraan.

*Penulis adalah Pengamat Masalah Politik

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close