Polemik Politik

Kemenangan untuk Jokowi, Mutlak Tak Terkejar oleh Prabowo

Oleh : Dany Prasetya )*

Paslon Jokowi – Ma’ruf Amin nyatanya menang mutlak di sejumlah TPS di Boyolali. Tim Kampanye Daerah (TKD) Boyolali menyebutkan bahwa sudah ada 27 TPS yang menunjukkan kemenangan 100 persen untuk paslon nomor 01.

            Meski angka Real count tetap menunjukkan kemenangan untuk Jokowi – Ma’ruf Amin. Prabowo masih mengklaim bahwa dirinya dan Sandiaga-lah yang memenangkan Pilpres 2019. Pada malam hari setelah pemilu 17 April 2019, Para pendukungnya berkumpul, mendengarkan orasinya, lantas meneriakkan takbir.

            Klaim kemenangan Prabowo tersebut, didapati dari para relawannya dari 320.000 tempat pemungutan suara. Meski tidak jelas seperti apa sebaran lokasi relawan tersebut. Yang jelas, klaim yang dilakukannya bertolak belakang dari hasil hitung cepat yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei saat itu.

            Pada Pilpres 2014 silam, Prabowo memang berhasil unggul di 10 wilayah Provinsi. Sementara pada Pilpres 2019, dirinya berhasil unggul di 14 wilayah provinsi. Empat Wilayah tersebut adalah Provinsi Bengkulu, Sulawesi Selatan, Jambi dan Sulawesi Tenggara.

            Hal tersebut tentu membuat kita bertanya – tanya, lantas mengapa Prabowo yang berhasil unggul dan menambah jangkauan suara di 4 Provinsii namun tak juga dapat mengejar suara yang diperoleh Jokowi?

            Ternyata dalam gelaran Pilpres 2019, Pulau Jawa masih menjadi Kuncinya, Sekalipun jangkauan wilayah perolehan suara Prabowo bertambah,namaun wilayah tersebut tidak berada di Pulau Jawa.

            Seperti yang ditunjukkan dalam data, Provinsi Jawa Barat tidak memberikan hasil tambahan yang berarti bagi suara Prabowo, meski menjadi pemegang suara unggul di wilayah ini.

            Sementara di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta, Prabowo gagal menambah suara. Hal tersebut berbanding terbalik dengan yang terjadi pada Capres Jokowi, dimana dirinya berhasil mendapatkan tambahan suara hampir 35 persen yang tersebar di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta.

            Meski demikian, Pertambahan suara untuk Prabowo terjadi di Provinsi Aceh, dengan tambahan suara hingga 33 persen dari pilpres 2019. Selain itu suara tambahan untuk Prabowo juga didapatkan dari Provinsi Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara dan Jambi.

            Hal tersebut jelas menunjukkan bahwa suara yang didapatkan Prabowo tidak cukup kuat untuk menaklukan suara Jokowi di Pulau Jawa.

            Selain itu, Faktor kemenangan Jokowi adalah Kedua Gubernur di Jawa Tengah dan Jawa Timur dari fraksi PDI-P dan PKB. Dimana Ganjar sendiri telah mengirimkan sinyal bahwa Jawa Tengah masih menjadi “kandang banteng” yang siap memenangkan Jokowi – Ma’ruf Amin, sekalipun tim sukses Prabowo telah mengeksploitasi daerah ini dengan menempatkan lebih banyak pos pemenangan.

            Sementara di Jatim, Khofifah Indar Parawansa, yang berhasil memenangkan kursi gubernur pada Pilkada 2018, telah berhasil menjaga militansi Muslimat, dimana jaringan perempuan NU tersebut, telah berhasil memberikan kontribusi besar bagi pemenangan Jokowi – JK di Jawa Timur Kala itu.

            Hal tersebut menunjukkan bahwa jaringan lokal yang memenangkan Jokowi – Ma’ruf di Jateng dan Jatim itu berhasil mengatasi strategi Eksploitasi kampanye yang dilakukan oleh tim sukses Prabowo – Sandiaga.

            Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga angkat bicara terkait kemenangan Jokowi. Ia meyakini bahwa adanya posko Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga, justru menjadi pelecut semangat kemenangan bagi kader PDI-P maupun simpatisan Jokowi – Ma’ruf Amin.

            “Kayaknya justru poskonya BPN ditaruh disana jadi semua semangat. Semua bekerja dan alhamdulillah di Jawa Tengah kondusif ya, bekerja juga cukup serius. Kelompok masyarakat, kelompok ulama, kebetulan mereka solid untuk mendukung Jokowi – Ma’ruf,” tutur Ganjar.

            Mantan anggota DPR ini kemudian mencontohkan raihan suara di sejumlah daerah yang menurutnya mengejutkan. Alasannya, saat Pilkada 2018, dirinya justru kalah di wilayah yang memenangkan paslon nomor 01.

            “Saya dulu kalah di Brebes, tapi sekarang Brebes berbalik 70 persen lebih, Tegal juga lompatannya luar biasa. Kebumen juga saya kalah dulu. Purbalingga saya juga kalah, tapi Pak Jokowi menang mutlak semua. Mudah – mudahan yang itu tadi tidak bikin kita sombong,” tutur Ganjar.

            Kemenangan Mutlak bagi Jokowi juga terjadi di Kota Jayapura Papua. Dimana Jokowi – Ma’ruf Amin berhasil unggul dengan memperoleh suara 170.803 suara, sedangkan paslon nomor urut 02 Prabowo – Sandiaga mendapatkan 58.904 suara.

)* Penulis adalah pengamat sosial politik

Show More

Related Articles

Back to top button
Close