Kolaborasi Internasional, Hilirisasi Semikonduktor Buka Peluang Investasi Baru

Jakarta – Upaya Indonesia memperkuat hilirisasi industri semikonduktor terus menunjukkan kemajuan signifikan melalui penguatan kolaborasi internasional. Sinergi antara pemerintah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan mitra global dinilai menjadi faktor kunci untuk mendorong Indonesia masuk lebih dalam ke rantai nilai global _(Global Value Chain/GVC)_ industri semikonduktor dunia, sekaligus membuka peluang investasi baru bernilai besar.
Chairman Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC), Trio Adiono, menegaskan penguatan riset dan pengembangan desain chip merupakan strategi paling realistis dan strategis bagi Indonesia. Desain chip menjadi pintu masuk utama agar Indonesia tidak hanya berperan sebagai pasar, melainkan sebagai produsen pengetahuan dan talenta di industri berteknologi tinggi.
“Chip design adalah titik masuk strategis bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam rantai pasok global semikonduktor. Melalui kolaborasi riset dan pendidikan yang konsisten, Indonesia berpeluang menjadi penyedia solusi bagi industri semikonduktor global,” ujar Trio.
Dukungan mitra internasional seperti Cadence, MEDs, Qualcomm, High Tech NL, IMEC, ASML, hingga Fraunhofer menjadi bukti bahwa ekosistem semikonduktor nasional mulai mendapat kepercayaan dunia. Kolaborasi ini menegaskan komitmen jangka panjang untuk membangun kapasitas nasional secara berkelanjutan dan terintegrasi.
Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa pengembangan ekosistem semikonduktor sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat struktur industri nasional dan memperdalam hilirisasi berbasis inovasi.
“Industri semikonduktor merupakan fondasi penting bagi pengembangan berbagai sektor strategis, mulai dari elektronik, otomotif, hingga teknologi digital,” kata Agus dalam pernyataannya.
Menperin menegaskan bahwa agenda penguatan ekosistem semikonduktor bukanlah kebijakan baru, melainkan telah dijalankan secara berkesinambungan dalam beberapa tahun terakhir.
“Pemerintah terus mendorong sinergi lintas sektor agar Indonesia memiliki daya saing industri yang kuat dan berkelanjutan di tengah persaingan global yang semakin ketat,” tambahnya.
Melalui komitmen konsorsium perusahaan Amerika Serikat dan Jerman di bawah PT Quantum Luminous Indonesia, Presiden Direktur PT Quantum Luminous Indonesia, Walter William Grieves, mengungkapkan bahwa pihaknya siap memulai pembangunan pabrik semikonduktor, fasilitas hilirisasi pasir silika, serta manufaktur kaca berteknologi tinggi di kawasan PSN Wiraraja Green Renewable Energy and Smart-Eco Industrial Park. Total nilai investasi mencapai USD 26,73 miliar atau sekitar Rp444 triliun.
“Langkah ini menandai komitmen kuat perusahaan-perusahaan tersebut untuk mempercepat realisasi investasi besar di sektor industri berbasis semikonduktor dan manufaktur kaca berteknologi tinggi di Indonesia,” ucap Grieves.
Untuk mempercepat konstruksi tahap pertama pada awal 2026, pihaknya telah mengajukan permohonan percepatan finalisasi perizinan kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi, mengingat proyek ini berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga berdampak langsung pada kepastian investasi, kesiapan rantai pasok, penyerapan tenaga kerja lokal, serta pelaksanaan program vokasi dan transfer teknologi bersama perusahaan induk di Jerman.
“Kami telah menyampaikan surat percepatan investasi kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi untuk kedua kalinya, dan penandatanganan komitmen investasi juga telah dilakukan pada ajang Anugerah Investasi BP Batam,” tutupnya.



