Polemik Politik

Komentar Presiden Jokowi Soal Penguatan Rupiah

Jakarta, LSISI.ID  – Minggu lalu, Rupiah sempat menguat hingga Rp14.200, bahkan Dolar terus melemah. Presiden Joko Widodo (Jokowi), angkat bicara terkait hal tersebut. Berikut fakta-fakta respons Presiden Jokowi mengenai melemahnya Dolar dan menguatnya Rupiah yang sudah dirangkum Okezone, Sabtu (8/12/18):

1.Presiden Joko Widodo mengatakan, masyarakat tidak perlu kaget terhadap penguatan nilai tukar Rupiah tersebut. Bahkan menurutnya, penguatan Rupiah akan terus menguat di sisa 2018.

“Jangan kaget kalau nanti Dolar turun terus. Enggak tahu berapa (turunnya),” ujarnya dalam acara CEO Networking di Ritz Carlton SCBD, Jakarta, Senin 3 Desember 2018.

2. Penguatan Rupiah tak lepas dari kebijakan BI Presiden Jokowi menuturkan penguatan nilai tukar Rupiah tidak terlepas dari kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dan juga Bank Indonesia. Dari sisi pemerintah dilakukan dengan mengeluarkan kebijakan pengetatan transaksi berjalan.

3. Melakukan pengawasan transaksi dengan mengurangi impor. Pemerintah melakukan pengawasan transaksi, upaya ini agar Rupiah tetap menguat dari dolar AS dengan mengurangi angka impor Indonesia.

Tujuannya adalah agar angka impor Indonesia bisa ditekan sehingga Indonesia tidak terlalu banyak mengeluarkan banyak uang dengan satuan dolar AS. Sebab semakin tinggi angka impor maka semakin banyak juga Indonesia membutuhkan dolar AS yang berakibat pada penguatan dolar AS.

4. BI menaikkan suku bunga acuan

Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan dengan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis point (0,25%) menjadi 6%. Dengan kenaikan suku bunga ini, capital inflow (modal asing) yang masuk kembali banyak dan berakibat pada penguatan nilai tukar Rupiah.

“Apa yang ingin kita bangun ya trust kepercayaan kita bangun fiskal moneter kita sangat hati-hati. Inflow-nya sudah kembali masuk,” jelasnya.

5. Presiden berharap nilai tukar Rupiah tak melemah, namun juga tak menguat

Presiden Jokowi berharap kepada seluruh Menteri Kabinet Kerja untuk bersama-sama menjaga nilai tukar Rupiah agar bisa terus stabil. Di satu sisi dirinya ingin agar nilai tukar Rupiah tidak melemah, di sisi lain dirinya juga berharap agar nilai tukar Rupiah tidak terlalu menguat.

“Enggak tahu berapa, tapi kita ingin agar nilai tukar Dolar juga tidak turun terlalu drastis, karena kita masih ingin (menikmati) manfaat dari ekspor,” ungkapnya.

sumber : Okezone.com

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close