Polemik Politik

Komitmen Pemerintah Memajukan Pulau Rempang Guna Sejahterakan Masyarakat

Oleh : Mika Putri Larasati

Komitmen pemerintah untuk memajukan Pulau Rempang merupakan Langkah penting dalam mensejahterakan Masyarakat setempat mencakup pengembangan infrastruktur, Pendidikan, Kesehatan dan program-program ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup penduduk Pulau Rempang.

Program Strategis Nasional Rempang Eco-City akan menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat. Pemerintah pusat melalui BP Batam menyiapkan Rempang menjadi kawasan industri, perdagangan, residensial hingga wisata yang terintegrasi demi mendorong peningkatan daya saing Indonesia terhadap Singapura dan Malaysia.

Kabidhumas Polda Kepri Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad, S.H. M.Si. mengatakan Proyek pengembangan Rempang Eco City tersebut masuk dalam daftar Program Strategis Nasional tahun 2023 sehingga menjadi perhatian serius Pemerintah Pusat guna menjadi mesin ekonomi baru Indonesia serta menciptakan banyak peluang kerja. Program Pemerintah yaitu pengembangan pulau Rempang menjadi daerah Eco City demi memajukan dan mensejahterakan masyarakat

Pulau Rempang sendiri rencananya akan dibuat untuk Proyek Eco City dengan nama Rempang Eco City. Rempang Eco City merupakan kawasan industri, perdagangan, hingga wisata terintegrasi yang ditujukan untuk mendorong daya saing dengan Singapura dan Malaysia. Proyek ini akan digarap oleh PT Makmur Elok Graha (MEG) yang berinduk kepada Artha Graha Network (AG Network) dengan target investasi mencapai Rp 381 trilliun pada 2080. 

Menyikapi antusias pemerintah terhadap pulau rempang, Kepala BP Batam , Muhammad Rudi mengatakan pihaknya akan terus bekerja sama dengan maksimal dalam mewujudkan investasi di Pulau Rempang tanpa mengesampingkan hak-hak masyarakat yang terdampak dari pengembangan.

Dalam pengembangan pulau rempang ini akan melibatkan masyarakat, tetapi tentu tidak mudah masyarakat yang terdampak untuk menerima keputusan ini. Menyikapi hal itu pemerintah akan mengutamakan pendekatan humanis dan komunikasi persuasif kepada masyarakat agar mengerti tujuan kedepan pemerintah yaitu mensejahterakan masyarakat Pulau Rempang.

Disisi lain, Pengembangan Pulau Rempang ini akan berdampak terhadap perpindahan penduduk sekitar proyek Eco City Rempang. Pemerintah tidak tinggal diam untuk bertanggung jawab dan memperhatikan masyarakat tersebut agar mendapatkan pengganti tempat tinggal yang layak huni.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan dalam menangani pengembangan Pulau Rempang pemerintah tetap mengedepankan hak-hak dan kepentingan masyarakat sekitar di mana lokasi itu diadakan.

Muhammad Rudi mengatakan, Penggantian rumah tinggal berupa rumah tipe 45 senilai Rp 120 juta untuk warga Rempang. Namun, jika masyarakat mempunyai rumah yang nilainya lebih besar berdasarkan penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), maka akan diberikan tambahan sesuai dengan selisih nilai rumah.

Masyarakat juga akan mendapatkan uang tunggu sebesar Rp1,2 juta per orang dan uang kontrak rumah sebesar Rp1,2 juta per KK serta mengedepankan hak dan kepentingan masyarakat.

Sarana dan prasarana dilengkapi dengan fasilitas pendidikan dari SD, SMP, SMA. Tersedia juga pusat layanan kesehatan, olahraga, dan fasilitas sosial. Disana juga disediakan tempat ibadah seperti masjid dan gereja.

BP Batam bersama PT Makmur Elok Graha (MEG) akan memprioritaskan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan memberikan beasiswa serta pendidikan dan pelatihan vokasi kepada pemuda setempat sehingga siap menjadi tenaga yang mendukung kemajuan industri.

Pengembangan Pulau Rempang ini berdampak positif bagi perekonomian Kota Batam, dan nantinya dapat membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kota Batam yang dapat mensejahterakan Masyarakat menuju Batam kota baru yang modern.

MEG diketahui berkomitmen untuk mengembangkan dan mengelola Rempang Eco City dengan target investasi yang ditaksir mencapai Rp381 triliun. Selain itu, Rempang Eco City juga dinilai dapat meningkatkan populasi dan tenaga kerja sebanyak 306.000 orang hingga tahun 2050 mendatang. Proyek investasi terdekat di Rempang Eco City ialah pembangunan industri pabrik kaca dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Mei-Juni 2024. Total investasi atas proyek tersebut ditaksir mencapai US$11,6 miliar.

Nilai investasi pada pengembangan pulau tersebut tak sedikit. Totalnya mencapai Rp 381 triliun dan akan menyerap sebanyak 306 ribu tenaga kerja.  jumlah penyerapan tenaga kerjanya dari khusus wilayah Rempang dan Galang termasuk wilayah Belakang Padang akan mencapai 30 ribu orang.

Bahlil Lahadalia mengatakan  investasin ini untuk kesejahteraan rakyat. Dengan menciptakan banyaknya lapangan pekerjaan, pendapatan masyarakat juga akan meningkat.

Pengembangan Kawasan Rempang sebagai pusat investasi ramah lingkungan, akan berdampak sangat luas bagi perekonomian Kepri, khususnya Kota Batam dan juga secara nasional. Tidak itu saja, investasi ini juga akan menciptakan lapangan kerja yang sangat luas. Termasuk meningkatkan pendapatan perekonomian masyarakat. 

Komitmen pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Investasi RI menegaskan bahwa proyek pengembangan Rempang yang masuk dalam daftar Program Strategis Nasional tersebut harus segera terealisasi. pemerintah akan sangat serius menindaklanjuti investasi ini, mengingat Pemerintah sedang bersaing dengan banyak negara untuk mendapatkan investasi in

Dengan komitmen yang kuat, diharapkan Pulau rempang dapat mengalami perkembangan yang positif  dan memberikan manfaat nyata bagi Masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

)* Penulis adalah Kontributor Ruang baca Nusantara

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

Adblock Detected

Kami juga tidak suka iklan, kami hanya menampilkan iklan yang tidak menggangu. Terimakasih