Polemik Politik

Masyarakat Papua Lebih Banyak mendukung pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di bandingkan dari yang menolak

Anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Papua, Yan Permenas Mandenas menilai, masyarakat di Papua lebih banyak yang mendukung soal pembentukan daerah otonomi baru (DOB) yang tengah digodok di DPR. Menurutnya, adanya pihak kontra dalam DOB justru tidak merepresentasikan seluruh wilayah Papua. “Memang pro kontra di Papua terus berjalan, tapi saya pikir kelompok kontra tidak merepresentasikan semua wilayah di Papua, karena ada wilayah-wilayah yang mendukung pembentukan DOB,” kata Yan ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7/6/2022). Politisi Partai Gerindra itu menuturkan, masyarakat Papua pendukung DOB lebih banyak. Hal itu terlihat dari masyarakat yang sebelumnya diminta menentukan pendapat dukung atau tidak terhadap DOB. “Lebih banyak yang mendukung dan semua wilayah yang ada di Papua, karena ada wilayah-wilayah yang sangat kondusif untuk didukung menentukan DOB. Di wilayah-wilayah yang kontranya juga banyak, tapi di wilayah yang lain lebih banyak lagi yang mendukung untuk pembentukan DOB,” tutur dia. Di sisi lain, anggota Komisi I DPR itu menilai pentingnya DOB untuk kesejahteraan masyarakat Papua.

Menurut dia, dari aspek ekonomi, Papua tetap membutuhkan percepatan pembangunan. Ia menilai hal itu dapat ditempuh, salah satunya melalui DOB. “Jadi saya pikir masyarakat Papua harus memberi apresiasi karena pemerintah pusat sudah memberikan kebijakan khusus, otsus Papua di Papua diperpanjang, tambah lagi DOB berarti tambah lagi kebijakan,” jelasnya. Diketahui bersama, pro dan kontra tentang pembentukan DOB Papua terus bergulir. Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan, pembentukan DOB bisa mempercepat kesejahteraan Papua dan Papua Barat.
Sebab DOB dapat mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat yang terhambat kondisi geografis.

“DOB juga akan mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat karena tantangan utama adalah kondisi geografis. Berapa pun dana diturunkan dalam otonomi khusus (otsus), tapi kalau geografis sulit, seperti yang ada sekarang tetap akan mengalami hambatan-hambatan luar biasa,” ujar Mathius dalam keterangannya usai bertemu Presiden Joko Widodo,sebagaimana disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (20/5/2022). “Karena itu DOB adalah solusi untuk bisa mempercepat kesejahteraan Papua dan Papua Barat,” tuturnya.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

Adblock Detected

Kami juga tidak suka iklan, kami hanya menampilkan iklan yang tidak menggangu. Terimakasih