Polemik Politik

Melawan Radikalisme dan Membumikan Falsafah Pancasila

Oleh : Raditya Rahman )*
Tahun 2021 kita sambut dengan semangat baru untuk melawan radikalisme. Karena paham ini berbahaya dan tidak sesuai dengan pancasila. Kemudian, pancasila harus jadi satu-satunya ideologi, dan tak bisa digantikan dengan apapun, termasuk khilafah. Karena pancasila sudah merangkum semua, mulai dari ketuhanan sampai keadilan.


Sudahkah Anda membuat resolusi 2021? Tahun baru, semangat baru, mari kita isi dengan harapan baru. Menjadi warga negara yang taat aturan, termasuk melawan radikalisme, menolak khilafah, dan membumikan falsafah pancasila. Karena pancasila adalah dasar negara yang tidak dapat digantikan oleh apapun.


Mengapa harus menolak konsep negara khilafah? Karena tidak sesuai dengan masyarakat Indonesia yang majemuk. Lagipula, sejak tahun 1945, kita sudah sepakat untuk memakai pancasila sebagai prinsip hidup. Mungkin saja konsep negara khilafah cocok di tempat lain, tapi bukan di Indonesia.


Ketika ada pihak yang memaksakan kehendak untuk mendirikan negara khilafah, maka ia melanggar hukum. Menurut Mantan Menko Polhukan Jenderal (Purn) Wiranto, khilafah bertentangan dengan pancasila dan berpotensi mengancam kedaulatan politik negara. ideologi khilafah akan meniadakan negara bangsa dan bersifat transasional. Dalam artian, NKRI akan dihancurkan.
Sugnguh mengerikan ketika Indonesia diganti dengan negara dengan konsep lain. Oleh karena itu, kita juga wajib memberantas radikalisme. Karena radikalisme juga jadi cara yang dipakai oleh kelompok separatis yang ingin mengganti dasar negara. Bagaimana bisa sebuah negara bisa damai dan tentram jika penuh dengan kekerasan?


Kelompok radikal wajib diberantas secepatnya, karena cara mereka sangat ekstrim, bahkan mengorbankan nyawa. Teroris yang sudah kehilangan rasa welas asih melakukan segala cara, termasuk pengeboman, untuk menakut-nakuti kelompok lain yang bersebrangan prinsip dengannya. Kelompok radikal dan teroris mengundang peperangan dan kekacauan.


Jika ada tersangka kasus radikal dan terorisme, maka jangan malah dipelintir beritanya. Misalnya ia sudah berusia sangat tua, masih harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di dalam bui. Karena terbukti merugikan banyak orang. Sebelum bebas pun, masih harus melakukan program deradikalisme dan berjanji setia pada NKRI.


Untuk melawan radikalisme, terorisme, dan ideologi khilafah, maka kita wajib membumikan pancasila ke segala aspek kehidupan. Karena dalam 5 sila pancasila, sudah terangkum semua hal yang dibutuhkan oleh manusia. Mulai dari ketuhanan, kemasyarakatan, sampai azas keadilan. Sehingga pancasila sudah fix sebagai dasar negara dan tak bisa diganggu-gugat.


Cara membumikan pancasila agar tak sekadar hafalan perlu dilakukan, mulai dari lingkungan terdekat yaitu rumah, sampai ke sekolah dan tempat kerja. Sedari kecil, anak-anak juga diajari nasionalisme dan menerapkan pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, dengan memberi contoh beribadah dengan khusyuk, juga adil dalam memberi perhatian kepada semua anak.


Jika orang tua memberi contoh, maka anak-anak akan menerapkan pancasila hingga mereka dewasa. Begitu pula dengan di kantor, di lingkungan RT, dan lingkup pergaulan lainnya. Pembumian pancasila tidak sulit, karena kita sebenarnya sudah terbiasa dalam melakukannya.


Warga negara yang menerapkan pancasila, selain taat beribadah, juga selalu tenggang rasa kepada tetangga. Ia menghormati orang lain dan tidak memaksakan pendapat. Pluralisme dilakukan, karena ia sadar bahwa Indonesia adalah negara yang multi budaya dan punya 6 keyakinan yang diakui oleh negara.


Ketika sudah membumikan pancasila, maka tidak ada yang mau jika diajak masuk ke kelompok teroris, radikal, atau yang berideologi khilafah. Karena ia sadar bahwa perbedaan itu indah, dan kita tidak bisa memaksakan pendapat. Apalagi memaksa untuk mengubah dasar negara, menghapus pancasila, dan membuat negara khilafah.


)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button