Warta Strategis

Memaknai Keberhasilan Atlet Para Games Indonesia

Oleh : Rahmat Effendy )*

Pencapaian atlet Indonesia dalam meraih medali di Asian Para Games 2018 nyatanya mampu melebihi estimasi dari Menpora. Prestasi ini tentu saja membuat bangga seluruh warga Indonesia.

Keberhasilan para atlet layak untuk diapresiasi dan harus bisa menyadarkan semua pihak. Orang-orang penyandang disabilitas harus lebih dipedulikan. Setiap warga Indonesia memiliki tanggung jawab sosial kepada orang-orang berkebutuhan khusus.

Dilansir dari BBC News Indonesia, Amal Ganesha, ahli manajemen olahraga mengatakan, “Ini adalah pesan kepada siapapun, baik negara atau orang per orang, atau organisasi apapun, bahwa kita harus memiliki tanggung jawab sosial lebih kepada orang-orang difabel.”

Prestasi yang diraih oleh para atlet Indonesia memang penting, tapi yang paling utama adalah sejauh mana semua pihak bisa menangkap pesan kemanusiaannya. Kepercayaan diri orang difabel perlu ditingkatkan dengan mengakui mereka secara society.

Belum selesai berlaga, ternyata atlet Indonesia sudah melampaui prediksi pemerintah. Hingga di akhir pergelaran olahraga bagi difabel se-Asia ini, Indonesia mampu membawa pulang 37 emas, 47 perak, dan 51 perunggu. Capaian ini merupakan yang terbaik selama mengikuti Asian Para Games.

Apresiasi yang diberikan pemerintah adalah dengan membagikan bonus, dimana langsung dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Sabtu (13/10). Bonus uang yang diberikan kepada atlet difabel tidak berbeda dengan peraih medali pada Asian Games, Agustus lalu. Tak hanya itu, Pemerintah juga akan memberikan rumah dan pekerjaan sebagai PNS atau BUMN.

Dilansir dari Liputan6.com, Menpora Imam Nahrawi menuturkan bahwa pihaknya pernah membahas hal tersebut pada rapat kabinet. Ada undang-undang khusus yang menagtur batasan umur untuk menjadi PNS. Untuk itu, pemerintah mencarikan solusi sebagai karyawan BUMN. Sebab, di sana tidak memberlakukan pembatasan umur. Pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak ingin menabrak undang-undang.

Tak hanya atlet saja, pelatih dan asisten pelatih pun mendapatkan bonus hingga 1,5 Miliar Rupiah per orang. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah memang benar-benar memperhatikan atlet difabel yang ikut berlaga di Asian Para Games 2018.

Untuk besaran bonus yang diberikan pemerintah bagi atlet dan pelatih, rinciannya adalah sebagai berikut: Atlet perorangan: perunggu 250 juta rupiah, perak 500 juta rupiah, dan emas 1,5 miliar rupiah. Atlet ganda: Perunggu 200 juta rupiah, perak 400 juta rupiah, dan emas 1 miliar rupiah.

Sedangkan untuk atlet beregu: Perunggu 150 juta rupiah, perak 400 juta rupiah, dan emas 750 juta rupiah. Pelatih perorangan atau ganda: perunggu 75 juta rupiah, perak 150 juta rupiah, dan emas 750 juta rupiah. pelatih beregu: perunggu 100 juta rupiah, perak 200 juta rupiah, dan emas 600 juta rupiah.

Pemerintah sudah mencontohkan pemberian hak yang sama antara atlet Asian Games, dan Asian Para Games. dilihat dari pemberian bonus yang sama pada atlet yang berprestasi. Ini adalah sebuah inspirasi bagi semua pihak untuk melakukan  hal yang sama terkait hak-hak penyandang disabilitas.

Asian Para Games Merupakan Ajang Untuk Mengenal Atlet Berkebutuhan Khusus

Pelaksanaan laga olahraga difabel se-Asia yang telah berlangsung diharapkan menjadi kesempatan bagi masyarakat, terutama volunteer untuk lebih mengenal kaum berkebutuhan khusus. Mereka adalah manusia istimewa yang memiliki potensi luar biasa di bidang olahraga yang mampu mendobrak keterbatasannya.

Menurut Ahmad Mukhlis Yusuf, anggota Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental, dilansir dari Liputan6.com, kesamaan hak antara kaum difabel dan non difabel patut dijunjung tinggi. Kaum difabel juga memiliki keterkaitan dengan gerakan revolusi mental yang dicanangkan pemerintah.

Tidak hanya kepada para atlet saja, volunteer Asian Para Games juga memberikan pelayanan terbaik dan memahami hak yang dimiliki kaum difabel. Ini merupakan cerminan dari Gerakan Indonesia Melayani, salah satu dari lima gerakan dalam Revolusi Mental. Semangat ini harus dimiliki, dan diimplementasikan bukan hanya volunteer saja, tetapi masyarakat Indonesia pada umumnya.

Nyatanya, keberhasilan mampu diraih oleh atlet Indonesia di Asian Para Games 2018. Ini berkat kerjasama antara pemerintah dengan INAPGOC (Indonesia Asian Para Games 2018 Organizing Committee). Mereka terus berkoordinasi menyelenggarakan Asian Para Games hingga sukses. Pun, dengan atlet-atletnya.

Asian Para Games Diharapkan Bisa Berdampak Baik Bagi Nasib Kaum Difabel

Harapan bahwa Asian Para Games 2018 bisa memberi dampak positif terhadap kaum difabel, Gatot Dewa Broto, Sekretaris Menpora mengatakan, “Itu harapan kami.”

Menurutnya, undang-undangnya sudah ada, yaitu UU no 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Gatot juga mendorong bagi semua pihak untuk memberi perhatian khusus akan keberadaan mereka. Meskipun, tidak mudah.

Ujarnya lagi, sekarang di Jakarta dan kota lain tidak cukup akomodatif dengan kebutuhan khusus para penyandang cacat. Diharapkan, penghargaan terhadap penyandang disabilitas tidak berhenti pada saat digelarnya ajang olahraga se-Asia yang melibatkannya.

Laga Asian Para Games lebih tepat dianggap sebagai pesan atau petunjuk agar masyarakat Indonesia, dari semua pihak bisa lebih mempertimbangkan tanggung jawab sosial pada kaum difabel.

 

)* Penulis pemerhati sosial

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close