Warta Strategis

Mendagri Klaim, Pelaku Sejarah Pemekaran DOB Papua adalah Tokoh di Papua Selatan

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengakui pelaku sejarah pemekaran 3 provinsi baru atau Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua paling solid adalah tokoh-tokoh dari Provinsi Papua Selatan (PPS). “Saya merasa, pelaku sejarah paling solid adalah tokoh-tokoh birokrasi, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat yang menginginkan adanya pemekaran provinsi baru di Papua itu dari Provinsi Papua Selatan,” kata mendagri saat memberikan arahan pada acara pencanangan gerakan pembagian 10 juta bendera merah putih di halaman Kantor Bupati Merauke, Papua, Jumat (12/8/2022).

“Itu yang menjadi salah satu alasan saya datang kesini karena menghargai dukungan luarbiasa suara Provinsi Papua Selatan yang menginginkan pemekaran di Papua,” sambungnya. Tito Karnavian menjelaskan, pemekaran bukanlah sesuatu alergi atau ditanggapi negatif.

Terlebih saat ini sudah ada sebanyak 320 usulan pemekaran di Kemendagri, namun masih dalam pertimbangan. Dia mengakui, Papua telah diberikan prioritas pemekaran meski ada pro dan kontra.

Bahkan, 25 Juli 2022 lalu secara resmi pemerintah telah menerbitkan 3 Undang-undang untuk DOB Papua. Meliputi DOB Provinsi Papua Tengah yang memiliki Ibu Kota Provinsi di Nabire. DOB Papua Pegunungan Tengah, memiliki Ibu Kota Provinsi di Wamena dan DOB Provinsi Papua Selatan memiliki Ibu Kota Provinsi di Merauke. “Sejak awal pembahasan secara jujur saya sampaikan, ada aspirasi yang menginginkan pemekaran tapi ada juga yang tidak menginginkan pemekaran. Dari berbagai aspirasi para tokoh, puji Tuhan, alhamdulillah saat ini sudah terbit 3 UU pemekaran,” ujarnya. Mendagri juga meminta dukungan sekaligus kebersamaan semua elemen dalam rangka mewujudkan harapan dan aspirasi tokoh-tokoh Papua yang menginginkan pemekaran. (*)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

Adblock Detected

Kami juga tidak suka iklan, kami hanya menampilkan iklan yang tidak menggangu. Terimakasih