Polemik Politik

Mengapresiasi Penangkapan Teroris Jelang Nataru

Aparat Keamanan terus melakukan penangkapan teroris menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Masyarakat pun mengapresiasi langkah cepat penegak hukum guna mengantisipasi gangguan Kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Nataru biasanya berlangsung dengan gembira karena ada hari libur, dan ada umat yang bahagia karena sedang berhari raya. Namun suasana kekeluargaan ini bisa buyar ketika ada ancaman dari kelompok teroris. Jika melihat ke tahun-tahun ke belakang, Nataru pernah malah jadi bencana karena pengeboman dan ancaman kekerasan di tempat ibadah.

Untuk mengantisipasi serangan dari kelompok radikal dan teroris maka aparat keamanan melakukan operasi lilin sekaligus untuk mengendalikan situasi di jalanan, plus melakukan razia. Cara lain untuk menggantisipasi teror adalah dengan menangkap anggota teroris.

Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Kombes Aswin Siregar menyatakan bahwa ada 14 teroris yang berhasil tertangkap jelang Nataru dan mereka masuk jaringan JI.  Kombes Aswin menambahkan, dari 14 teroris yang tertangkap oleh Densus 88 antiteror,  tidak di 1 lokasi tetapi beberapa tempat. Yakni Batam, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara. Masih dilakukan penyidikan lebih lanjut terhadap ke-14 teroris tersebut.

Penangkapan teroris patut diapresiasi karena dilakukan jelang Nataru. Diharap dengan penangkapan ini maka meniadakan teror, baik di rumah ibadah atau fasilitas umum. Pasalnya, saat Nataru memang sensitif dan jangan sampai isu SARA mengakibatkan pengeboman dan penyerangan dan membuat akhir tahun jadi penuh darah.

Apresiasi patut diberikan kepada Densus 88 antiteror karena bergerak cepat dalam menangkap anggota teroris. Pasalnya, jika dibiarkan saja, mereka akan berbahaya karena bisa  bebas melakukan teror, terutama saat Nataru. Umat harus diberi rasa aman saat akan beribadah, sehingga tidak boleh ada yang mengancam atau melakukan pengeboman di tempat sakral seperti rumah ibadah.

Jika menengok ke belakang maka kelompok radikal dan teroris tak hanya melakukan ancaman pengeboman atau penyerangan di sekitar rumah ibadah, tetapi juga tindakan ‘gila’ lainnya. Masih lekat di ingatan ketika ada ormas (yang sekarang sudah terlarang karena ketahuan radikal dan berafiliasi pada teroris) melakukan sweeping seenaknya saat Nataru.

Jangan sampai tingkah anggota ormas terlarang tersebut malah ditiru oleh teroris dengan sweeping baik di supermarket atau tempat umum lain. Alangkah gilanya jika mereka seenaknya sweeping topi merah, patung boneka salju dan santa claus, serta pohon cemara. Padahal itu hanya dekorasi tetapi mereka marah dan kebakaran jenggot.

Setelah tertangkap maka anggota teroris bisa terancam hukuman mulai 5 tahun penjara. Hukuman ini dirasa setimpal karena mereka mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Jangan sampai negeri ini hancur gara-gara teroris yang melakukan aksinya, baik saat Nataru maupun saat momen lain.

Jika ada anggota teroris yang ditangkap oleh Densus 88 antiteror maka diharap anggota teroris lain yang belum tercokok akan ciut dan membatalkan aksinya untuk meneror umat dan masyarakat umum saat Nataru. Mereka takut juga akan dicekal oleh Densus, lalu membiarkan Nataru begitu saja.

Anggota teroris lain juga akan berpikir 2 kali untuk menampakkan diri, pasalnya saat ini razia dan operasi lilin makin ketat. Polisi dan Densus 88 tidak ingin kecolongan. Oleh karena itu pengamanan akan makin intensif jelang Nataru.

Penangkapan 14 anggota teroris adalah bukti bahwa Densus 88 dan aparat keamanan serius dalam melakukan pengamanan jelang Nataru. Umat wajib dilindungi haknya untuk beribadah dan merayakan hari raya. Tidak boleh ada ancaman atau pengeboman yang bisa merusak kesyahduan Nataru.

Oleh : Arif Rahman
Penulis adalah kontributor lingkar Pers dan Mahasiswa Cikin

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

Adblock Detected

Kami juga tidak suka iklan, kami hanya menampilkan iklan yang tidak menggangu. Terimakasih