Warta Strategis

Mengapresiasi Pesatnya Pembangunan Infrastruktur di Era Jokowi

Oleh : Rizki Kurnia )*

Pesatnya perkembangan pembangunan infrastruktur yang terjadi di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo sangat patut untuk diapresiasi. Pasalnya data menunjukkan bahwa perbandingannya sangat jauh jika dibandingkan dengan era presiden Indonesia lainnya.

Komitmen untuk berfokus kepada pembangunan infrastruktur di Indonesia memang sudah sangat sering digencarkan oleh Presiden Joko Widodo bahkan sejak awal dirinya mencalonkan diri sebagai seorang Presiden pada tahun 2014 silam. Maka dari itu, setelah resmi terpilihnya beliau menjadi seorang Presiden, Kabinet Kerja diciptakan, dan kemudian dilanjutkan dengan Kabinet Indonesia Maju pada periode kedua jabatannya.

Namun ternyata bukan hanya sekedar janji manis saja yang dikemukakan oleh Presiden Jokowi, melainkan komitmen tersebut benar-benar dijalankan dengan sangat baik, karena terbukti bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia sekarang ini menjadi sangat pesat berkembang.

Hasil tersebut karena sejauh dilaksanakannya seluruh proyek pembangunan infrastruktur di era kepemimpinan Presiden Jokowi itu terus terpantau dengan sangat baik sehingga tetap on the track sehingga minim adanya gangguan. Maka tak heran, ketika proyek dilakukan terus lurus sesuai dengan perencanaannya akan mendatangkan hasil yang maksimal pula.

Mengenai hal tersebut, Politisi Senior Partai Golkar, Ridwan Bae menyampaikan bahwa capaian yang saat ini dikantongi pada pembangunan infrastruktur di era Jokowi mampu melampaui era kepemimpinan presiden lainnya di Indonesia. Hampir sembilan tahun ini memang pembangunan sangatlah pesat terjadi.

Bahkan dengan tegas, apabila mencoba dibandingkan bagaimana kesuksesan pembangunan infrastuktur antara kepemimpinan Presiden Jokowi dengan Presiden SBY, di sana sangat terjadi perbedaan yang jelas kentara. Pria yang dulu pernah menjabat sebagai Bupati Muna, Sulawesi Utara tersebut mengungkapkan bahwa keberhasilan pembangunan di era Jokowi jauh lebih baik.

Tidak cukup hanya pembangunan infrastruktur semata, namun Ridwan Bae juga menambahkan bahwa indeks kesejahteraan rakyat pun ikut meningkat sejak dipimpin oleh Presiden Jokowi. Hal tersebut sebenarnya juga dengan jelas membuktikan bahwa masyarakat sendiri pun mengetahui kalau kebijakan-kebijakan, khususnya project pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Jokowi sangatlah menguntungkan rakyat.

Jika dibandingkan bagaimana prestasi yang telah dikantongi oleh kabinet pimpinan Presiden SBY sejak tahun 2004 hingga 2014 silam, membutuhkan waktu sampai 10 tahun mereka hanya bisa menyelesaikan konstruksi jalan tol sepanjang 189,2 km saja. Kemudian ada sebanyak 24 bandar udara (bandara) yang berhasil diselesaikan termasuk juga sekitar 18 bendungan dibangun.

Namun, apabila melihat bagaimana kesuksesan pembangunan yang terjadi di era Presiden Jokowi, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua V DPR yang melakukan penyusunan Undang-Undang, pengawasan dan APBN tersebut menyampaikan bahwa bahkan belum genap 10 tahun kepemimpinan beliau, namun keberhasilannya mampu melampaui presiden lainnya.

Data dari tahun 2014 pertama kali Jokowi memimpin hingga bulan September 2022 sekarang ini, jalan tol yang berhasil dikonstruksi hingga sepanjang 1.762,3 km. lalu terkait bendungan yang berhasil rampung, bahkan ada sebanyak 30 bendungan, kemudian mengenai bandara sendiri sudah berhasil dibangun hingga sebanyak 29 bandara. Tidak cukup hanya sampai di sana, namun konstruksi jalan desa yang sudah dilakukan dengan berhasil hingga sepanjang 316.590 km.

Kemudian tidak hanya cukup sampai di sana saja, namun saat ini masih tersisa sekitar dua tahun kepemimpinan Jokowi, yakni pada 2023 dan 2024, hingga sisa terakhir periodenya saja, beliau masih terus berkomitmen untuk menambahkan keberhasilan pembangunan infrastruktur hingga setidaknya menyelesaikan jalan tol sepanjang 750 km lagi.

Hanya dengan target sisa dua tahun terakhir periode Jokowi tersisa itu saja, bahkan mampu melebihi pembangunan jalan tol yang dibangun oleh era SBY karena hanya mampu menyelesaikannya sepanjang 189,2 km padahal sudah menghabiskan waktu kepemimpinannya selama 10 tahun.

Pembangunan infrastruktur yang berhasil dilakukan dengan sengat pesat oleh Presiden Jokowi tersebut juga tidak hanya berpusat pada wilayah tertentu saja, melainkan menjadi sangat meluas dan merata hingga menjangkau seluruh pelosok desa.

Sementara itu, Ekonom INDEF, Nailul Huda juga menambahkan bahwa kebijakan anggaran yang dimiliki oleh Jokowi mengenai pembangunan infrastruktur nyatanya memang jauh lebih bagus jika dibandingkan di era SBY. Bukan hanya perencanaan anggarannya yang lebih baik, namun karena hal tersebut juga, maka promosi anggaran infrastruktur juga turut meningkat.

Pada kesempatan lain, Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Utje Gustaaf Patty, sempat menyinggung mengenai adanya beberapa proyek pembangunan infrastruktur di era SBY yang dilanjutkan oleh Jokowi merupakan sebuah hal yang sangat patut diberikan apresiasi. Karena kebijakan yang sudah sempat dilakukan pada era pemimpin sebelumnya mampu dilanjutkan hingga benar-benar menjadi final di era pemimpin selanjutnya.

Justru menurutnya hal tersebut seharusnya merupakan salah satu kriteria dari idealnya kepemimpinan karena terus melanjutkan semangat dan kesinambungan pembangunan oleh pemerintah sebelumnya. Terlebih semua itu memang demi kepentingan rakyat.

Maka dari itu, sudah tidak heran keberhasilan dan pesatnya perkembangan pembangunan infrastruktur yang terjadi di era Presiden Joko Widodo sangat patut untuk diberikan apresiasi sebesar-besarnya. Data menunjukkan perbandingan dengan era SBY, ternyata pembangunan infrastruktur tersebut capaiannya sangatlah jauh berbeda.

)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

Adblock Detected

Kami juga tidak suka iklan, kami hanya menampilkan iklan yang tidak menggangu. Terimakasih