Polemik Politik

Menguak Pelaku Pentas Politik Direncana Reuni 212 Mendatang, Siapa Dalangnya?

Oleh: Nadia Permatasari

Gerakan aksi 212 yang terjadi tahun lalu merupakan gerakan massa umat muslim secara masif yang tercatat menjadi bagian sejarah bangsa Indonesia. Dalam aksi tersebut, tidak kurang dari tujuh juta manusia berkumpul untuk menuntut keadilan terhadap negara. Menilik dari perjalananya, gerakan ini seolah-olah dijadikan brand yang merepresentasikan umat islam. Karena perlu diketahui bersama pasca gerakan itu, muncul kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Alumni 212.

Kita ketahui bersama bahwa gerakan 212 merupakan suatu gerakan yang murni dari sebuah gerakan moral, bukan gerakan politik. Walaupun pada saat itu mendekati pemilihan gubernur DKI Jakarta, namun gerakan tersebut bukanlah settingan untuk menjatuhkan rezim kepemimpinan Ahok, melainkan dampak dari penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok pada saat itu di Pulau Seribu. Terlepas dari apapun isu yang berkembang, itu adalah alasan logisnya.

Namun seiring berjalannya waktu, kita dapat mengamati secara seksama bahwa gerakan ini berubah menjadi gerakan yang melakukan politik praktis. Kita perlu tahu bahwa beberapa hari ini terdapat kelompok atau tokoh dari mereka yang mengatasnamakan Alumni 212, telah menyatakan dukungan terhadap pasangan Capres. Selanjutnya dalam kelompok ini pun harus terbelah menjadi dua kubu, ada pendukung paslon nomer satu, dan ada pendukung paslon nomer dua.

Kita kutip dari beberapa berita, Munarman sebagai juru bicara FPI  beberapa waktu lalu mengklaim bahwa telah melaporkan kepada HRS tentang  draft- aliansi  yang diserahkan ke  Gerindra. Secara tidak langsung rupanya antara FPI sebagai motor PA 212 dan Gerindra kembali menjalin kesepakatan untuk membentuk ‘Koalisi Umat’ untuk mendukung pencapresan Prabowo. Padahal kita tahu bersama bahwa poros gerakan yang diusung FPI ini memiliki banyak pendukung dari umat muslim yang percaya bahwa apa yang mereka ikuti memanglah untuk kepentingan bersama sebagai umat muslim. Namun sebaliknya atas apa yang kita bisa mengerti bahwa Munarman sebagai orang terdekat HRS telah mengajukan draft untuk mendukung pasangan capres yang akan berlaga di pemilu 2019. Sangatlah disanyangkan sebagai poros pergerakan umat muslim, FPI mengambil arah untuk mendukung salah satu kubu. Lantas apakah bisa reuni aksi 212 menjadi murni untuk kepentingan rakyat lagi disaat Munarman sebagai perwakilan FPI telah menyiratkan sebuah kode bahwa mereka berpihak ke Prabowo?

Fenomena lain yang muncul adalah kita tentu ingat kejadian satu tahun lalu mengenai dugaan pelecehan dan fitnah terhadap Pecalang (Polisi Bali) oleh Munarman. Pada kasus tersebut, Munarman ditetapkan sebagai tersangka dikarenakan telah memfitnah para petugas Pecalang (Polisi Bali) bahwa mereka tidak mengizinkan untuk melakukan sholat Jum’at dan menurut pelapor serta ormas di Bali, apa yang disampaikan oleh Munarman merupakan Fitnah. Selain kasus tersebut, Munarman juga sempat melakukan penyiraman teradap Dosen Besar UI pada acara di TVone saat itu. Sangatlah disayangkan apabila FPI disokong oleh tokoh seperti Munarman yang memiliki sikap arogansi dan sering memunculkan kontroversi dari setiap perkataannya yang terkadang belum tentu kebenarannya.

Terasa sangat miris melihat mereka yang mengatasnamakan alumni 212 melakukan politik praktis. Karena pada gerakan itu, banyak orang-orang umat muslim yang terhasut oleh para tokoh-tokoh yang mengatas namakan sebagai alumni 212 dan sebagai perwakilan dari organisasi berdatangan ke Jakarta. Reuni 212 pun bukan lagi menjadi agenda yang sakral untuk berkumpulnya umat muslim, namun berubah menjadi suatu gerakan kampanye pemenangan salah satu capres.  Alangkah lebih bijak, mereka yang berpolitik praktis dengan mengatasnamakan alumni 212, mengganti nama kelompok mereka dengan nama lain. Karena sangat tidak elok jika mereka mempolitisasi sebuah gerakan dan menghasut masyarakat umum yang sejatinya tidak tahu maksud dari gerakan tersebut dan dalang yang ada dibelakangnya.

 

*) Anggota HMI

 

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close