Warta Strategis

Misbakhun: Isu Palu Arit Untuk Lemahkan Persatuan dan Kesatuan Indonesia

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Mukhamad Misbakhun menilai maraknya isu logo palu arit yang merupakan simbol Partai Komunis Indonesia (PKI) pada desain uang baru Republik Indonesia merupakan isu yang sengaja dimunculkan untuk melemahkan persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Isu logo palu arit itu yang dimunculkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk merusak persatuan Indonesia,” kata Mukhammad Misbakhun melalui pernyataan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin.

Misbakhun mengatakan hal itu usai melakukan dialog dengan masyarakat konstituennya pada kegiatan reses di Kabupaten Pasuruan.

Pada kesempatan tersebut, Misbakhun meminta seluruh masyarakat yang hadir dapat memberikan komentar tentang uang rupiah baru yang dikeluarkan Bank Indonesia.

“Bank Indonesia sudah melakukan pencetakan uang sesuai dengan aturan yang berlaku dengan memperhatikan aspek keamanan dan pengamanan mata uang RI. Isu yang berkembang saat ini tidak sesuai dengan logo pada uang rupiah baru,” katanya.

Anggota Komisi XI DPR tersebut menjelaskan, Bank Indonesia juga akan melakukan redenominasi uang dengan menghilangkan satu nol pada nilai uang.

Program ini, kata dia, dilakukan untuk menyederhanakan nilai rupiah sehingga dapat mempermudah transaksi dan memperkuat nilai mata uang Republik Indonesia di mata dunia.

Pada kesempatan tersebut, Misbakhun juga memfasilitasi program bantuan Bank Indonesia kepada lembaga yang membutuhkan sesuai dengan aturan yang berlaku pada fungsinya.

“Program itu merupakan program kepedulian Bank Indonesia kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Politisi Partai Golkar ini juga mengajak para pemangku kepentingan dan masyarakat agar membantu Bank Indonesia melakukan sosialisasi mata uang rupiah secara benar.

“Saya meminta hadirin agar turut membantu mensosialisasikan mata uang rupiah kepada seluruh masyarakat sekitar bahwa semua isu tidak benar,” ujar Misbakhun.

 

sumber : antaranews.com

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close