Paket Ekonomi 2026 Disiapkan untuk Dorong Ekonomi Riil
Jakarta Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyiapan Paket Ekonomi 2026 yang berorientasi pada penguatan sektor riil. Langkah ini menjadi respons strategis atas dinamika global yang masih penuh ketidakpastian, sekaligus upaya memastikan ekonomi domestik tetap tumbuh inklusif dan berkelanjutan. Dengan fondasi kebijakan makro yang terjaga serta kesinambungan reformasi struktural, Paket Ekonomi 2026 diarahkan untuk memperkuat daya beli masyarakat, memperluas investasi, dan meningkatkan produktivitas nasional.
Dalam berbagai kesempatan, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ekonomi tahun 2026 tidak disusun secara parsial, melainkan melanjutkan capaian positif dari paket-paket kebijakan sebelumnya. Fokus utama diarahkan pada kemudahan berusaha, percepatan proyek strategis nasional, penguatan UMKM, serta optimalisasi insentif fiskal dan nonfiskal agar manfaatnya langsung dirasakan pelaku usaha dan masyarakat. Pendekatan ini dinilai krusial untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi benar-benar menggerakkan ekonomi riil di lapangan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan optimisme pemerintah terhadap prospek ekonomi nasional pada 2026.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,4 persen pada 2026. Untuk mencapai target tersebut, kita akan terus mendorong konsumsi domestik, meningkatkan investasi, mempercepat hilirisasi industri, serta memperluas pasar ekspor, ujar Airlangga.
Ia menegaskan bahwa pemerintah juga akan menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat melalui koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang erat, serta memastikan program perlindungan sosial tetap berjalan efektif.
Airlangga juga menekankan pentingnya keberlanjutan reformasi struktural sebagai penopang utama pertumbuhan. Menurutnya, penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar Indonesia mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi global.
Upaya reformasi yang sudah berjalan akan terus diperkuat agar iklim usaha semakin kondusif dan investor memiliki kepastian, tambahnya.
Sementara itu, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menyoroti capaian implementasi paket ekonomi sebelumnya yang menjadi landasan kuat bagi kebijakan 2026.
Implementasi Paket Ekonomi 2025 telah mencatat berbagai capaian signifikan, mulai dari peningkatan realisasi investasi, penguatan sektor UMKM, hingga perbaikan iklim usaha. Program-program yang terbukti efektif tersebut akan dilanjutkan dan disempurnakan pada 2026, kata Haryo.
Ia menjelaskan bahwa keberlanjutan kebijakan menjadi kunci agar dunia usaha memiliki kepastian dan kepercayaan jangka panjang terhadap arah ekonomi pemerintah.
Sejalan dengan itu, berbagai indikator ekonomi terkini menunjukkan tren yang positif. Realisasi investasi nasional terus meningkat, konsumsi rumah tangga tetap terjaga, dan inflasi berada dalam rentang sasaran. Pemerintah juga aktif mendorong percepatan belanja negara di awal tahun serta penguatan sinergi pusat dan daerah guna mempercepat perputaran ekonomi di daerah.
Dengan Paket Ekonomi 2026 yang disiapkan secara komprehensif dan berkesinambungan, pemerintah optimistis perekonomian nasional akan semakin kokoh, adaptif, dan berdaya saing. Kebijakan yang berpihak pada sektor riil ini diharapkan menjadi motor penggerak utama menuju Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan berdaulat secara ekonomi di bawah kepemimpinan pemerintahan saat ini.*