Warta Strategis

Pemberantasan Korupsi Harus Didukung

Oleh : Kiki Zakarya, S. H. )*

Negara Indonesia sudah masuk dalam tahap darurat korupsi yang harus diperangi. Dari pejabat eksekutif, legislatif maupun  yudikatif, baik pusat maupun daerah  banyak  yang tersangkut  korupsi dan menjadi terpidana. Perang terhadap korupsi merupakan fokus yang sangat signifikan dalam negara kita dan merupakan tolak ukur keberhasilan pemerintah apabila KPK berhasil melakukannya. Salah satu unsur  yang sangat penting dari penegakan hukum dalam suatu negara adalah perang terhadap korupsi, karena korupsi merupakan masalah  yang sulit diselesaikan. Ibarat penyakit, penyakit kronis yang sudah meluas, permanen dan susah untuk diperbaiki atau membutuhkan waktu yang sangat panjang di dalam menyembuhkannya.

KPK saat ini sedang membongkar kasus korupsi sangat besar atau kelas kakap yaitu kasus e –KTP yang diduga  melibatkan banyak pejabat pejabat di dalamnya baik yang masih aktif  maupun yang sudah tidak lagi menjabat. Di dalam perjalanan penuntasan kasus korupsi, Novel Baswedan, salah satu penyidik KPK terbaik dan berani, mendapatkan intimidasi berupa penyiraman air keras pasca menjalankan solat subuh di sekitar kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta. Kasus Novel Baswedan ini menandakan para pelaku korupsi dan jaringannya tidak ingin kasusnya ditumpas oleh penyidik KPK, oleh karenanya menggunakan berbagai cara agar mereka atau para penyidik KPK tidak berani melakukan penuntasan korupsi.

Sepak terjang KPK yang membuat pelaku korupsi dan jaringannya gerah, membuat mereka bertingkah serba salah.  Ada yang langsung meminta pembubaran baik melakukan pernyataan maupun  secara lembaga mengintervensi kinerja dari KPK misalnya dengan melakukan hak angket KPK. Lahirnya KPK memang  atas keinginan politik parlemen pada saat itu, dimana sebagian anggota parlemen “bersih” berharap pemberantasan korupsi lebih intensif karena lembaga hukum terkait, lambat dalam melakukan penuntasan kasus korupsi.

Banyaknya korupsi di negara kita baik di pusat maupun di daerah sebenarnya membuat negara kita jalan di tempat atau tidak maju, karena dana yang seharusnya untuk pembangunan dipakai mereka yang melakukan korupsi untuk memperkaya diri dan kelompoknya. Sementara rakyat, terutama yang seharusnya mendapatkan pembangunan masih belum merasakan manisnya pembangunan. Infrastruktur di pedesaan misalnya jalan, jembatan dan saluran irigasi masih dibiarkan rusak sehingga masyarakat tidak menikmati pembangunan yang sudah direncanakan. Masyarakat masih sulit membawa hasil buminya ke kota karena jalan yang rusak maupun jembatan yang putus.

Korupsi terhadap dana kesehatan, pendidikan ataupun subsidi BBM yang harusnya direalisasikan demi kepentingan rakyat, khususnya rakyat miskin. Namun karena dana-dana tersebut telah dikorupsikan sebelum sampai ke tangan orang yang berhak, sehingga banyak rakyat yang kurang mampu tidak dapat mengecap pendidikan, tidak dapat berobat serta tidak mampu membeli minyak untuk kebutuhan sehari-hari. Sedikit banyaknya rakyat menjadi miskin di Indonesia, dapat kita katakan akibat dari korupsi yang merajalela di kalangan pejabat dan elit politik.

Hingga saat ini, Indonesia masih relatif disebut negara berkembang. Apakah label ini karena banyak orang orang kita khususnya para pejabat baik di pusat dan di daerah senang melakukan korupsi.  Memang politik yang terjadi di Indonesia masih dalam tahap pendewasaaan,  sehingga masih banyak terlihat kekurangan dalam dunia perpolitikan. Demikian juga dengan sikap para elit politik Indonesia yang masih tergolong haus akan kekuasaan. Oleh karenanya banyak kita temui kecurangan dalam pelaksanaan politik di Indonesia. Mereka bukan sekedar menjalankan tugas dan kewajiban untuk menyejahterakan masyarakat. Mereka malah ingin memperpanjang kekuasannya dengan cara melakukan korupsi.

Korupsi memang benar-benar telah menjadi sebuah masalah yang cukup berat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karenanya marilah kita dukung pemerintah Indonesia atau pemerintahan Jokowi yang adil dan bersih dari unsur-unsur korupsi. Sikap korup para pejabat dan elit politik merupakan penyebab timbulnya masalah kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Namun demikian kita melihat masih banyak elit elit politik bersih yang kita harapkan mampu membantu menumpas jaringan korupsi yang ada dengan segala kewenangannya. Semuanya elemen harus bersinergi di dalam membantu KPK menumpas segala macam praktek korupsi yang ada di Indonesia.

)* Penulis adalah pemerhati masalah korupsi di Indonesia.

 

 

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close