Pemerintah Arahkan Dana Desa 2026 untuk Perkuat Kopdes

Oleh: Wahyu Gunawan )*
Di tengah kebutuhan mendesak untuk memperkuat fondasi ekonomi desa sekaligus memastikan pertumbuhan nasional benar-benar dirasakan hingga akar rumput, pemerintah mengambil langkah strategis dengan mengarahkan Dana Desa tahun 2026 untuk menopang pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, sebuah program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang diyakini mampu menjadi mesin baru kesejahteraan rakyat di wilayah perdesaan.
Pemerintah melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menegaskan bahwa arah kebijakan Dana Desa 2026 tidak lagi bersifat umum dan tersebar tanpa fokus, melainkan dipusatkan pada penguatan kelembagaan ekonomi rakyat yang konkret dan terukur. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menjelaskan bahwa salah satu fokus utama penggunaan Dana Desa pada tahun anggaran 2026 adalah mendukung implementasi dan penguatan Koperasi Desa Merah Putih yang telah menjadi tulang punggung kebijakan ekonomi desa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Yandri Susanto, kebijakan tersebut bukan sekadar wacana, melainkan telah diikat secara hukum melalui Peraturan Menteri Desa Nomor 16 Tahun 2025 tentang Petunjuk Operasional Atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2026 yang ditetapkan pada 29 Desember 2025, sehingga seluruh desa di Indonesia memiliki rujukan yang jelas dan wajib untuk dilaksanakan.
Dalam rapat koordinasi terbatas pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Yandri Susanto menekankan bahwa tidak ada ruang bagi perangkat desa maupun masyarakat desa untuk bersikap setengah hati apalagi menolak program tersebut.
Ia menilai Kopdes Merah Putih adalah instrumen penting yang dirancang secara serius oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengangkat taraf hidup rakyat desa melalui sistem ekonomi gotong royong yang modern, transparan, dan berdaya saing. Tanpa dukungan penuh dari seluruh pihak, mulai dari aparat desa hingga warga, tujuan besar menyejahterakan masyarakat dari desa akan sulit dicapai dan berisiko terhambat oleh ego sektoral maupun resistensi lokal yang tidak berdasar.
Nada optimistis juga datang dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa pemerintah terus melakukan pemutakhiran data terkait perkembangan pembangunan Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia. Dari hasil pendataan terbaru, tercatat sekitar 40.000 Kopdes Merah Putih telah siap untuk memasuki tahap pembangunan fisik, sementara 26.000 lainnya sudah berada dalam proses pembangunan di berbagai daerah.
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa percepatan pembangunan gerai Kopdes Merah Putih menjadi prioritas agar koperasi ini tidak hanya berdiri di atas kertas, tetapi benar-benar bisa segera beroperasi dan melayani kebutuhan ekonomi masyarakat desa. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah menugaskan Agrinas Pangan bekerja sama dengan TNI di daerah sebagai pelaksana pembangunan, sebuah langkah yang menunjukkan keseriusan negara dalam mengawal program ini hingga tingkat paling bawah.
Di sisi lain, Kementerian Koperasi dan UKM juga bergerak agresif. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan 80 ribu gerai fisik Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai infrastruktur utama penggerak ekonomi lokal. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan, lebih dari 44 ribu titik lahan telah teridentifikasi sebagai lokasi potensial pembangunan gerai, dan hingga saat ini lebih dari 13 ribu titik telah berhasil dibangun.
Ferry Juliantono menegaskan bahwa percepatan ini akan terus digenjot dengan melibatkan lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Agraria, Badan Pengaturan BUMN, serta Kementerian Dalam Negeri, agar seluruh aspek perizinan, pembiayaan, dan tata kelola dapat diselaraskan dalam waktu singkat.
Data yang tersaji dalam sistem informasi command center Kemenkop memperlihatkan skala besar dari gerakan ini. Tercatat lebih dari 83 ribu Kopdes Merah Putih telah berbadan hukum, dengan jumlah anggota mencapai 1,65 juta orang dan pengurus sekitar 690 ribu orang. Angka-angka ini menunjukkan bahwa koperasi desa bukan lagi proyek kecil, melainkan sebuah gerakan nasional yang melibatkan jutaan warga desa dalam satu jaringan ekonomi yang terkoordinasi.
Ferry Juliantono pun menyatakan keyakinannya bahwa sebanyak 26 ribu titik gerai fisik Kopdes Merah Putih akan berhasil terbangun paling lambat April 2026, seiring dengan intensifnya pelatihan sumber daya manusia dan penyempurnaan sistem digitalisasi koperasi yang terus dilakukan oleh Kemenkop.
Lebih jauh, pemerintah tidak hanya membangun gedung dan struktur organisasi, tetapi juga menyiapkan ekosistem usaha yang modern. Melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, Kopdes Merah Putih diarahkan untuk berperan dalam memperkuat swasembada pangan dengan mengembangkan usaha dari hulu hingga hilir, memanfaatkan hub Kopdes dan Kopkel Merah Putih sebagai pusat distribusi, serta menerapkan teknologi berbasis IoT agar operasional koperasi lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, nilai tambah diharapkan tidak lagi bocor ke pihak perantara, melainkan kembali kepada petani, koperasi, dan masyarakat desa sebagai pelaku utama.
Kebijakan mengarahkan Dana Desa 2026 untuk penguatan Kopdes Merah Putih pada akhirnya dapat dibaca sebagai upaya konsolidasi besar-besaran ekonomi desa. Negara tidak lagi sekadar menyalurkan dana, tetapi juga memastikan dana tersebut bekerja melalui lembaga yang mampu memutar roda ekonomi secara berkelanjutan.
Dengan segala instrumen kebijakan, data, dan infrastruktur yang telah disiapkan, arah baru Dana Desa 2026 untuk memperkuat Kopdes Merah Putih seharusnya menjadi momentum bagi seluruh perangkat desa dan masyarakat untuk bersatu memanfaatkan peluang ini, karena hanya dengan partisipasi aktif dan pengawasan bersama, koperasi desa dapat menjadi lokomotif ekonomi yang adil, mandiri, dan berkelanjutan bagi Indonesia dari desa.
)* Peneliti Ekonomi dan Pembangunan – Forum Ekonomi Sejahtera Indonesia