Pemerintah Terus Kirim Bantuan Logistik via Helikopter untuk Warga Terdampak Banjir Sumatra

Jakarta – Pemerintah pusat terus menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatra, meski akses darat di beberapa daerah masih terputus. Bantuan dikirimkan melalui jalur udara menggunakan helikopter untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Di Aceh Barat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mengirimkan bantuan ke Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, yang hingga kini masih terisolir pascabanjir bandang. Pengiriman dilakukan menggunakan helikopter karena kondisi jalan rusak parah dan belum dapat dilalui.
“Hari ini ketiga kalinya pemerintah pusat dalam hal ini mengirim bantuan ke masyarakat Sikundo melalui udara,” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi.
Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, bahan makanan dan minuman, serta satu koli handuk, dengan total distribusi mencapai 338 kilogram. Penyaluran melalui udara dilakukan karena akses jalan sepanjang sekitar lima kilometer rusak akibat banjir.
“Bantuan ini disalurkan melalui udara karena akses jalan ke kawasan Sikundo masih terputus dan masih dilakukan perbaikan,” ujar Tarmizi.
Sebanyak 40 kepala keluarga yang tergabung dalam Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo hingga kini masih terisolir. Kondisi warga dinilai memprihatinkan karena jalan desa rusak parah dan berubah menjadi aliran sungai.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, menyebut bantuan hanya dapat disalurkan melalui udara. Ia mengapresiasi BNPB yang telah mengirimkan bantuan sebanyak tiga kali sehingga kebutuhan warga tetap terpenuhi.
Sementara itu, pemerintah juga memprioritaskan percepatan pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatra Barat. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra.
“Satgas tersebut melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk memastikan pemulihan berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran,” kata Tito.
Ia menyebut sejumlah daerah seperti Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, dan Pesisir Selatan masih membutuhkan perhatian khusus, terutama terkait perbaikan akses jalan dan pemulihan aktivitas ekonomi.
“Dari sisi ekonomi, _good news-nya,_ hampir semua pasar, restoran, warung, itu hidup,” ujar Tito.
Pemerintah menegaskan akan terus mempercepat penyaluran bantuan, pemulihan infrastruktur, serta memastikan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak bencana Sumatra dapat kembali berjalan normal secara bertahap.



