Polemik Politik

AMN Potensial Mencetak Kader Pemimpin Bangsa

Oleh: Achmad Sobry*

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si. mengatakan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) ini menjadi salah satu pusat lahirnya calon-calon pemimpin bangsa di masa datang yang berdaya saing tinggi, mempunyai semangat bela negara, rasa kebangsaan kuat dalam bingkai NKRI, serta setia kepada Pancasila dan Konstitusi UUD 1945.

Menurut Kepala BIN, pembangunan AMN merupakan “proyek” bersama bangsa dengan melibatkan berbagai Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Provinsi (Pemprov). Sedangkan pengelolaan dan pembinaan AMN diselenggarakan oleh Kemendikbudristek dengan melibatkan BIN, TNI, Polri, Kemenpora dan Pemrov. Kemendikbudristek secara operasional, dalam pengelolaan dan pembinaan AMN, memberdayakan Perguruan Tinggi Negeri setempat. Hal ini dipayungi Permendikbudristek No 35 Tahun 2022.

Sejalan dengan Kepala BIN, Penulis juga beranggapan bahwa visi dari pembangunan AMN ini adalah menyatukan perbedaan mahasiswa yang datang dari seluruh Provinsi di Indonesia. Sehingga mereka bisa berbaur dari berbagai Suku, Agama, dan Ras.

Budi Gunawan mengatakan AMN pertama dibangun di Surabaya sebagai “pilot project”. Lokasi AMN ini berada di Siwalankerto, kota Surabaya dengan luas lahan adalah 9975 m2 dan pembangunannya dilaksanakan oleh Kementerian PUPR melalui anggaran tahun 2021/2022.

AMN lainnya direncanakan Makassar, Minahasa, Bantul, Jakarta Selatan dan Malang. Para mahasiswa terpilih akan tinggal di AMN selama 2 tahun (4 semester) dan memperoleh beasiswa selama 4 tahun. Beasiswa diberikan oleh LPDP melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

AMN dibangun sebagai respon konkret Presiden RI atas aspirasi 61 tokoh Papua pada pertemuan 10 September 2019 di Istana Negara. Mereka menyampaikan kepada Kepala Negara gagasan dibangunnya Asrama Mahasiswa yang dapat berperan sebagai kawah candradimuka generasi muda multi-kultur, cinta NKRI, serta berdaya saing tinggi di berbagai bidang.

Kepala BIN Budi Gunawan mengungkapkan bahwa selama para mahasiswa tinggal di AMN, akan mengikuti program pembinaan wawasan kebangsaan, kewarganegaraan, karakter pelajar/mahasiswa Pancasila, dan bela negara. Mereka mendapatkan pula pelatihan kewirausahaan, kepemimpinan, dan kepeloporan.

Untuk itu, penulis berharap, BIN selaku leading sector dalam melakukan pembinaan kepada mahasiswa AMN harus bisa menyiapkan format Bhinneka Tunggal Ika secara substantif, yang merupakan nafas dari AMN. Dengan pembinaan yang tepat maka akan bisa memberikan satu apresiasi dari perbedaan dan keberagaman dari masing-masing suku, adat, bahasa, dan agama, dari masing-masing mahasiswa yang ada di AMN ini.

Kepala BIN Budi Gunawan juga mengatakan kapasitas tampung AMN Surabaya adalah 540 mahasiswa. Saat ini telah dihuni oleh 410 mahasiwa dari perguruan tinggi negeri Surabaya yaitu Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh November dan Universitas Negeri Surabaya. Sementara itu, dari komposisi gender, penghuni AMN Pria 262 (63 persen) dan Wanita 150 (37 persen). Sedangkan dari segi komposisi etnik, mahasiswa OAP sebanyak 166 (40 persen), dengan dincian Pria 127 (77 persen) dan Wanita 39 (23 persen).

Menurut penulis, sangat penting dengan adanya fasilitas pendukung yang ada di Asrama Mahasiswa Nusantara dalam mengembangkan kempetensi mahasiswa agar mereka bisa lebih fokus belajar untuk prestasi.

Fasilitas penunjang lain yang ada di AMN ini akan membuat mahasiswa merasa nyaman untuk menghuni AMN serta memberikan ruang untuk bisa fokus terhadap belajar dan dan meraih prestasi. Mahasiswa juga tidak perlu pusing untuk memikirkan tempat untuk memenuhi kebutuhan seperti makan, mandi, ibadah, serta mencuci baju, karena AMN menyediakan berbagai fasilitas untuk kebutuhan mahasiswa. Mahasiswa juga akan diberikan keamanan dengan adanya sekuriti yang siap menjaga dan mengawasi gedung AMN.

Dengan adanya pembangunan AMN, dapat mempersatukan seluruh mahasiswa di Indonesia dari berbagai latar belakang suku, bahasa, kebudayaan dan agama dengan semangat Pancasila, UUD 1945 dalam bingkai NKRI.

Keberadaan AMN perlu mendapat dukungan semua pihak. Selain dapat memudahkan mahasiswa untuk mencari tempat tinggal, program AMN diyakini mampu mencetak kader pemimpin bangsa yang profesional dan berintegritas.

*Penulis adalah Analis pada Lembaga Lentera Research

KABIN

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

Adblock Detected

Kami juga tidak suka iklan, kami hanya menampilkan iklan yang tidak menggangu. Terimakasih