Polemik Politik

Prabowo Dinilai Permalukan TNI

MAYJEN TNI (Purn) Saurip Kadi yang mantan Aster Kasad mengaku heran dengan Jokowi yang merupakan lulusan Faktultas Kehutanan, tapi lebih menguasai bidang pertahanan ketimbang Prabowo Subianto yang latar belakangnya dari militer.

Kebingungan itu muncul setelah Saurip menonton debat antara Jokokowi dan Prabowo pada Sabtu (29/3). Dia menyebut, bahwa dalam debat, Prabowo kembali mempermalukan TNI. Karena ternyata tidak mengetahui bahwa di seluruh dunia, yang digunakan dalam menyusun rencana pertahanan adalah ‘hakikat ancaman’ yang bakal dihadapi sebuah negara.

Dan hakikat ancaman itu sendiri adanya di perkiraan intelejen strategis baik jangka pendek, menengah, dan panjang.

“Maka di setiap kedutaan besar negara mana pun dilengkapi dengan atase pertahanan dari ketiga angkatan. Sehingga dasar penyusunan hakikat ancaman benar-benar valid, sama sekali bukan asumsi apalagi halusinasi. Mereka lah badan pengumpul keterangan yang resmi dibiayai negara,” kata Saurip.

Menurut Saurip, Jokowi justru mengetahui bahwa perang ‘jaman now’ bukan lagi adu kekuatan persenjataan seperti perang ‘jaman old’, tapi  perang asimetris yang intinya adalah bagaimana mempengaruhi rakyat negara lawan melalui perubahan mindset.

Dan saat ini, negara lain sudah mengubah konsep pertahanan mereka, bahkan Amerika Serikat sudah menutup sejumlah pangkalan militernya di negara lain.

Saurip juga menyatakan, keliru besar jika Prabowo membandingkan besaran anggaran militer Indonesia dengan Singapura.

“Dengan luas wilayah yang kecil, tidak lebih dari Kabupaten Brebes, tapi menguasai kekuatan  ekonomi kawasan melalui jasa finansial dan perdagangan, maka tidak ada pilihan, Singapura harus mempunyai keunggulan di bidang militer. Karena dengan satu sortie pengeboman saja, Singapura akan habis,” katanya.

Prabowo pun diminta belajar lagi soal pertahanan dan keamanan yang terbaru. Sesuai kondisi terkini. “Kalau perlu, melalui bimbingan belajar,” tandas Saurip. (RO/OL-7)

Sumber : Media Indonesia

Show More

Related Articles

Back to top button
Close