Warta Strategis

Presiden Apresiasi Indonesia Berperingkat 2 Sebagai Negara Paling Menarik untuk Investasi

Jakarta, LSISI.ID – Indonesia kini termasuk dalam daftar negara yang menarik untuk investasi. Indonesia mendapat peringkat ke 2. Hal ini mendapat apresiasi dari Presiden, namun juga menjadi bahan pelajaran bagi dunia perbankan Indonesia.

“Kemudian dua minggu lalu ada lagi majalah US News and World Report di Amerika, yang melakukan survei internasional, negara mana yang paling menarik, bukan yang terbaik tapi paling menarik untuk investasi. Indonesia berada pada rangking nomor dua di dunia. Nomor 2 yang paling menarik. Bedakan yang paling menarik dan terbaik. Beda ya. Ini menarik, nomor 2. Dan metode surveinya juga menarik. Yang disurvei 21 ribu responden untuk membuat rangking, kemudian dia pilih. 6000 responden yang merupakan eksekutif pengambil keputusan, ini saya cek dan saya lihat karena bagus sekali. Untuk menanyakan kepada eksekutif pengambil keputusan negara mana yang paling menarik untuk investasi. Bukan yang terbaik yaa tolong dicatat. Tapi yang paling menarik,” jelas Presiden saat bertemu dengan para pimpinan Bank Umum di Indonesia pada Kamis (15/3/2018).

Presiden menjelaskan, para investor kini tidak hanya melihat kondisi suatu negara, namun juga dari sisi tren di suatu negara. Menurut Kepala Negara, para investor tertarik dengan tren positif yang terjadi di suatu negara, sehingga layak untuk mendapatkan kredit positif.

“Satu hal yang saya belajar ternyata investor bukan memutuskan untuk berinvestasi ke sebuah negara itu bukan karena kondisi negara itu. Sekarang ini saya lihat bukan karena kondisi tapi karena tren di negara itu. Trennya begini (naik) atau begini (turun). Yang dilihat hanya disitu. Yang lebih menarik buat investor itu invest di sebuah negara yang mungkin kondisinya belum ideal. Kondisi belum ideal, tapi trennya jelas membaik. Yang dia incar itu kalau lihat surveinya. Sekali lagi yang menari investor adalah invest di sebuah negara yang mungkin kodnsiinya belum idela tapi trennya jelas membaik atau terus membaik. Karena tahu negara itu terus memeprbaiki dan membenahi hal-hal yang belum baik. Itu yang diincar. Itu yang dilihat. Tapi saya coba bandingkan kalau investor itu inevest ke sebuah negara yang kondisinya ideal tapi trennya menurun, itu untuk apa. Yang semakin investor internasional liat adalah kenapa Indonesia ya karena tren membaiknya jelas,” tutur Jokowi.

Selain itu, Presiden Joko Widodo menuturkan, bahwa dalam dunia perbankan diperlukan kehati-hatian dalam menghadapi tantangan perekonomian global. Namun, selain hati-hati, diperlukan pula faktor keberanian untuk mengambil resiko, karena hal itu diperlukan untuk menjaga eksistensi usaha.

Sumber : rri.co.id

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close