Respons Cepat Presiden Prabowo, Penanganan Bencana Sumatra Dilakukan Secara Sistematis

Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mempercepat penanganan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan pendekatan terstruktur, sistematis, dan masif guna memastikan pemulihan menyeluruh bagi masyarakat terdampak.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh seluruh aspek kehidupan warga.
“Negara harus hadir secara utuh. Kita tidak hanya membangun kembali rumah yang rusak, tetapi juga memulihkan kehidupan, penghidupan, dan masa depan masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Presiden Prabowo.
Menurutnya, pemulihan harus dilakukan secara holistik dengan mengintegrasikan tahap tanggap darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi jangka menengah dan panjang.
Berdasarkan data pemerintah hingga awal Januari 2026, bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra menyebabkan lebih dari seribu korban jiwa, puluhan ribu warga mengungsi, serta kerusakan pada rumah tinggal, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan infrastruktur dasar. Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah pusat bergerak cepat dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta dukungan dunia usaha dan masyarakat.
Pemerintah memprioritaskan percepatan pembangunan hunian sementara dan menyiapkan relokasi permanen di wilayah rawan bencana. Pemulihan fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, rumah sakit, dan sarana transportasi juga dipercepat agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat segera pulih. Di bidang sosial, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik, bantuan tunai, serta santunan bagi keluarga korban meninggal dan luka berat, disertai program pemulihan ekonomi melalui bantuan usaha mikro.
Senada, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengapresiasi langkah pemerintah tersebut.
“Pendekatan holistik ini sangat penting agar masyarakat tidak hanya selamat dari bencana, tetapi juga mampu bangkit dan melanjutkan kehidupan secara berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Timothy Ivan Triyono menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menerapkan pendekatan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dalam penanganan bencana.
“TSM bukan sekadar istilah. Ini adalah cara kerja agar pemulihan berjalan cepat dan benar-benar dirasakan masyarakat,” ucap Ivan.
Ia menambahkan, Presiden juga menegaskan agar tidak ada praktik wisata bencana oleh pejabat, serta menunjuk KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Ketua Satgas Percepatan Pemulihan Jembatan untuk mempercepat kerja di lapangan.



