Warta Strategis

Reuni Aksi 212 Bermuatan Politis?

JAKARTA, LSISI.ID – Sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) berbasis agama Islam yang tergabung dalam alumni Aksi Bela Islam 212 berencana menggelar Kongres Nasional dan Reuni Akbar 212 pada Sabtu (2/12/2017) mendatang.

Pengamat politik Karyono Wibowo mensinyalir aksi itu kental aroma politik. Sebab, segelintir oknum diduga menyelipkan kepentingan politik di pilkada serentak 2018 dan pemilu nasional pada 2019.

“Sulit mengatakan gerakan itu murni kegiatan agama. Jangan pilih kepala daerah yang kafir, dan sebagainya. Isu tersebut jelas berhubungan dengan agenda politik ke depan,” tutur Pendiri The Indonesian Public Institute (IPI) itu, Rabu (22/11/2017).

Berkaca dari penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, dia menjelaskan, isu agama digunakan oleh segelintir pihak untuk meraih keuntungan. Dia merasa kasihan pemeluk agama telah dipengaruhi propaganda politik.

Dia menduga penyelenggaraan Kongres Nasional merupakan bukti ada upaya membangun pelembagaan terhadap peserta aksi bela Islam 212. Dia melihat ada keinginan melembagakan alumni 212 secara permanen melalui forum kongres dengan agenda tujuan politik ke depan.

“Tidak sulit untuk menangkap pesan yang disampaikan dalam aksi-aksi tersebut. Apa tujuan melakukan institusionalisasi di tengah tahun politik saat ini. Sangat sulit untuk mengatakan tidak ada tujuan politik,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis, mengimbau pelaksanaan Maulid Agung dan Reuni Akbar Alumni 212 dilakukan di dalam Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat.

Rencananya kegiatan itu akan berlangsung pada Sabtu, 2 Desember 2017 dengan salat subuh di Lapangan Monas, Gambir. Jumlah jemaah yang hadir diperkirakan lebih dari 1 juta orang.

 

Sumber : Tribun

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close