Warta Strategis

Sandiaga Uno Belum Punya Track Record Memimpin, Berani Jadi Cawapres?

Oleh : Andi Wiryanto )*

Dimanapun di dunia untuk maju jadi pemimpin negara akan dilihat track record yaitu dilihat ketika yang bersangkutan memimpin sesuatu sebelumnya, sesuatu tersebut  bisa  dijalur birokrat, legislatif, ormas (dalam skala besar tentunya). Oleh karena itu ketika seseorang mencalonkan diri menjadi pemimpin apalagi calon wakil presiden negara besar seperti Indonesia tentu bekal memimpin adalah suatu keharusan, negara atau pemerintahan bukan kelinci percobaan, taruhannya sangat mahal jika seorang pemimpin negara yang belum pernah meminpin menjadi seorang wapres.

Kita belajar dan bercermin dari Amerika bagaimana seorang Donald Trump memimpin Amerika, karena dia belum pengalaman jadi pemimpin wilayah atau militer atau di lembaga legistalive maka apa yang terjadi, ”Shutdonw” selama 21 hari. Hal ini merupakan  record shutdown terlama selama Amerika berdiri, jika kita mengengok track record Donald Trump memang dia belum pernah jadi gubernur, anggota senat , DPR, maupun  panglima perang, yang sebenarnya pengalaman ini sangat diperlukan jika akan jadi seorang pemimpin, Dia hanya pengusaha sukses dan kaya tidak lebih dari itu, maka disebabkan minimnya pengalaman memimpin sering Donald Trump menciptakan kegaduhan dalam kebijakannya termasuk masalah terhadap imigran/pendatang di Amerika yang kontroversial,  serta larangan bagi beberapa warga negara lain dari beberapa negara di Timur Tengah,(diantaranyal Iran, Yaman, Sudan) untuk  berkunjung ke Amerika,

Apakah Indonesia ingin pemimpin yang kontroversial karena hanya berpengalaman sebagai pengusaha yang biasanya orientasinya mencari keuntunggan untuk dirinya atau perusahaannya tentu riskan kalau kita coba-coba, seorang pemimpin yang belum punya prestasi untuk mengharumkan bangsa dan negara, hanya punya pengalaman sebagai Wagub DKI sekitar setahun dimana  kinerjanya terlihat jelas hanya  “pas-pasan”, kemudian jadi cawapres hanya karena dukungan satu partai dan finansial dari perusahaanna sendiri saja, tentu  amat mengkhawatirkan dan  berisiko jika kita memilih pemimpin seperti ini, dimungkinkan nanti cara memimpin Negara layaknya memimpin perusahaan, seperti halnya Donald Trump memimpin Amerika, seorang presiden paling tidak popuiler sepanjang sejarah Amerika, jangan sampai kita juga punya wapres yang paling tidak populer sepanjang sejarah  di Indonesia.

)*Penulis adalah pengamat sosial politik

Show More

Related Articles

Back to top button
Close