Polemik Politik

Isu Etnis Uighur dan Kelompok Oposisi

 

Sebenarnya ini bermula dari perang dagang antara AS dan China. AS seperti biasa membangun narasi licik, supaya terbangun koalisi dengan Eropa untuk memusuhi China dengan mengangkat masalah tekanan China kepada muslim Uighur di sana.

Dan AS memanfaatkan “senjata utamanya” yaitu media internasional seperti CNN. Diangkatlah isu-isu tentang bagaimana pemerintah China melakukan kekejaman kepada warganya yang muslim di sana.

Ini persis narasi yang dilakukan AS ketika mengangkat masalah “muslim” Cechnya untuk menjatuhkan Rusia, kemudian memberitakan senjata pemusnah massal untuk mengirimkan pasukan ke Irak dan berkoalisi menyerang Suriah dengan propaganda Basyar Assad membantai rakyatnya yang “muslim”.

Uighur itu sebenarnya adalah etnis di China yang memeluk agama Islam. Mereka kebanyakan berdomisili di Xinjiang, daerah otonomi di China. Nah, mereka punya sejarah panjang ingin memisahkan diri dari China – separatis – mirip OPM di Papua dan GAM Aceh dulu.

Pengaruh radikal dipompakan ke muslim Uighur, mirip seperti AS mempersenjatai Taliban di Afghanistan dan ISIS di Suriah. Dari sini, lahirlah bom-bom bunuh diri di China.

Jangan salah, etnis Uighur ini juga banyak masuk ke Indonesia dan bergabung dengan kelompok jihadis. Jejak etnis Uighur di Poso bersama kelompok Santoso terlihat di sana. Mereka masuk lewat Myanmar, Thailand dan Malaysia dibantu oleh ISIS. Pemerintah China dan Indonesia bekerja sama untuk memetakan kelompok Uighur di Poso ini.

Nah, berdasarkan berita-berita propaganda dari media AS itulah, pendukung Prabowo menangkap momen ini untuk menyerang Jokowi.

Narasi yang dibangun ada dua poin. Kalau Jokowi tidak menyerukan untuk stop kekejaman China terhadap muslim Uighur, maka pemerintahan Jokowi akan dituding takut kepada pemerintah China karena punya utang.

Dan yang kedua, kalau Jokowi mendesak pemerintah China, maka hubungan China dan Indonesia akan bermasalah.

Seperti biasa, foto-foto hoaks – mirip dengan kasus Suriah dan Rohingya – bertebaran. Ini memang kerjaan kelompok radikal di Indonesia sejak lama dan polanya sudah terbaca. Mereka juga akan menyebarkan donasi dengan tagar #savemuslimUighur dengan penekanan pada kata “muslim”nya.

Kata “muslim” memang jualan karena kalau kata “etnis” Uighur tidak seksi sama sekali. Sejak dulu mereka memang begitu. Muslim Cechnya, muslim Rohingya dan muslim Suriah.

Jadi jangan terpancing dengan narasi dan propaganda mereka. Coba tanyakan pada pendukung Prabowo, apa yang mereka lakukan terhadap “muslim” Yaman yang dibantai “muslim” Saudi ? Tidak ada.

Kenapa? Karena tidak seksi untuk dijadikan agenda politik apalagi menjelang Pilpres. Jadi, “It’s just politics, nothing personal”.

Ada satu kunci untuk tahu mana yang benar dan mana yang salah. Yaitu, apa pun yang keluar dari mulut kampret, lihat kebalikannya. Mereka kan memang tidurnya terbalik, jadi pandangan mereka juga pasti berlawanan dengan orang normal pada umumnya.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

Adblock Detected

Kami juga tidak suka iklan, kami hanya menampilkan iklan yang tidak menggangu. Terimakasih