Polemik Politik

FPI Jangan Membela Diri, Tak Pantas Bicara Soal Islamofobia

Beberapa waktu lalu Presiden Jokowi berbicara mengenai aturan yang membuat ormas dilarang di Indonesia. Jokowi mengatakan FPI bisa saja dilarang jika tidak sejalan dengan ideologi bangsa. Dalam wawancaranya dengan The Associated Press (AP), Jokowi menyebut ‘sepenuhnya mungkin’ melarang FPI dalam lima tahun terakhir dirinya menjabat. Jokowi menekankan pelarangan FPI ini mungkin saja dilakukan jika FPI tidak sejalan dengan ideologi bangsa dan mengancam keamanan NKRI.

“Jika pemerintah meninjau dari sudut pandang keamanan dan ideologi menunjukkan bahwa mereka (FPI, red) tidak sejalan dengan bangsa,” kata Jokowi.

Nah, kita tahu banyak orang juga membenci ormas satu ini. Terkesan suka main hakim sendiri dan seolah mereka ini adalah penegak hukum sejati. Kalau masih tidak percaya soal ini, silakan Googling sendiri beritanya. Banyak.

Lantas bagaimana tanggapan FPI?

FPI sudah menduga Jokowi akan menyampaikan pernyataan seperti itu. FPI lantas bicara mengenai islamofobia. Menurut pengurus DPP FPI Slamet Ma’arif, FPI selama ini sudah tunduk pada aturan yang berlaku dan kerap membantu pemerintah dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan. “Ketakutan yang berlebihan dan menunjukkan islamofobia itu, kita dari awal berdiri selalu mengikuti dan patuh pada aturan hukum di Indonesia, bahkan SKT pun kita dapatkan, artinya pemerintah di sebelumnya nggak ada masalah, bahkan bergandeng tangan dalam bencana kemanusiaan. Rezim sekarang sedang menunjukkan siapa dirinya dan siapa kelompoknya. Biarkan rakyat dan umat yang menilai,” kata dia.

Rakyat yang menilai? Mungkin mereka masih belum sadar atau memang pura-pura lupa dengan petisi penolakan perpanjangan izin ormas FPI. Kalau diadakan polling atau survei, kemungkinan besar mereka yang akan malu sendiri karena ormas ini sudah dicap negatif. Kalau memang ormas ini mengaku patuh pada aturan hukum, kenapa dulu sering kali kita dengar ormas ini melakukan sweeping? Sejak kapan dia bisa mengambil wewenang aparat? Mereka terkesan tidak menghormati dan mengabaikan peran aparat serta sering bertindak di luar kewenangannya sebagai ormas. Bahkan dalam beberapa kasus, mereka bentrok dengan warga yang kesal dengan tindakan sewenang-wenang tersebut. Masih mau bantah?

Soal bantuan kemanusiaan, ini tidak nyambung. Soalnya yang dibahas di sini adalah label negatif yang mereka dapatkan selama ini. Kalau mereka memakai ini sebagai tameng, ini malah konyol. Jadi maksudnya kebaikan mereka harus diingat sedangkan keresahan dan keonaran yang mereka timbulkan harus dilupakan begitu saja? Justru inilah apa yang dipikirkan masyarakat begitu mendengar nama ormas yang satu ini. Negatif.

Soal Islamofobia? Lagi-lagi berlindung di balik alasan ini. FPI sering kali membawa nama agama padahal kelakuan beda dengan ajaran agama. Banyak lagi ormas lain yang lebih baik dan beradab daripada FPI. Mereka ini hanyalah sekelompok orang-orang yang suka berbuat seenaknya, mengatasnamakan agama dan memanfaatkannya untuk pembenaran dari apa yang mereka lakukan. Tolong jangan anggap diri kalian mewakili agama ya. Banyak ormas lain yang lebih patut dicontoh.

Tak usah bawa-bawa umat dan warga karena banyak umat dan warga yang tidak merasa terwakili oleh ormas ini. Yang ada malah mencibir keberadaan ormas ini. Justru sebagian besar rakyat merasa tidak butuh kehadiran ormas ini. Ormas ini saja yang merasa penting dan mewakili mereka. Dan kita pun yakin sebagian besar umat merasa tidak terwakili, khususnya menjadikan Rizieq sebagai contoh teladan. Yang membela pun paling hanya masyarakat dan umat mereka sendiri. Makanya jangan heran kalau tuntutan untuk membubarkan FPI semakin menguat. Kelakuan mereka kadang semena-mena dan seenaknya sendiri, melangkahi kewenangan aparat dan penegak hukum.

Banyak yang setuju banget kalau ormas ini harus diberi pelajaran. Mereka mungkin juga akan menggunakan kriminalisasi seperti yang sudah-sudah. Junjungan mereka dizalimi. Penguasa zalim yang mana nih yang dimaksud? Kalau ceramah suka ngomporin gimana, masa dibiarkan seenaknya seperti itu.

Kalau masih mau membela diri, kenapa ormas lain tidak diserang seperti FPI? Kenapa ormas ini dan gerombolannya saja yang diprotes dan dibenci? Ada banyak ormas lain tapi aman-aman saja tuh. Dari sini saja, kalau memang mau menggunakan akal sehat, harusnya introspeksi mengapa bisa dibenci banyak orang. Ini malah membela diri dengan menyerang balik dan merasa benar. Orang-orang malah makin sinis. Berkacalah.

Sumber : seword

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Kami juga tidak suka iklan, kami hanya menampilkan iklan yang tidak menggangu. Terimakasih