Polemik Politik

Tanggapi “Tinggal Gunting Pita” Proyek SBY, Anggota DPR RI Komisi V Beberkan Data

Proyek pembangunan infrastruktur pada era Jokowi dinilai hanya tinggal gunting pita proyak SBY. Jokowi dikatakan hanya melanjutkan proyek pembangunan yang pada pemerintah sebelumnya tidak dijalankan.

Ilham pangestu selaku anggota DPR RI Komisi V fraksi Golkar dalam pernyataannya membeberkan data konstruksi yang terhitung sebelum tahun 2014 dan konstruksi yang dilakukan setelah tahun 2014.

Ilham menjelaskan beberapa konstruksi jalan pada era Jokowi yang dimulai sebelum tahun 2014 dan selesai setelah tahun 2015 yaitu sejauh 222,2 km. Sedangkan konstruksi yang dimulai setelah tahun 2015 dan selesai sampai september 2022 sejauh 1.540,1 km. Dan 750 km akan ditargetkan selesai tahun 2024. Dengan kata lain Hanya 222 km jalan tol (9 ruas) yang dimulai di era SBY dan diselesaikan/diresmikan di era Pak Jokowi, sedangkan 1540 km jalan tol dimulai dan diselesaikan/diresmikan di era Pak Jokowi. Total jalan tol yang diresmikan Pak SBY hanya 189 km (10 tahun), sedangkan yang diresmikan Pak Jokowi 1750 km (sd 2022, masih 750 km lagi sd 2024).

Lebih lanjut dijelaskan dalam era Jokowi, pembangunan infrastruktur yang terhitung dimulai sebelum 2014 dan selesai setelah tahun 2014 terdapat 18 bendungan dan 7 bandar udara. Sementara pembangunan infrastruktur yang dimulai setelah tahun 2014 terdapat 12 bendungan dan 22 bandar udara yang selesai sampai september 2022, 12 bendungan dan 9 bandar udara dengan target selesai tahun 2023, 10 bendungan dengan target selesai akhir tahun 2022, 5 bendungan dengan target selesai tahun 2024, serta 4 bendungan dengan target selesai tahun 2025. Berdasarkan hal tersebut Hanya 27% bendungan dari 61 bendungan Program Pak Jokowi yg dimulai di era SBY yang diselesaikan konstruksinya dan 17% yang diresmikan oleh Jokowi. Sisanya dimulai dibangun di era Pak Jokowi sendiri.

Sementara itu beberapa capaian infrastruktur desa diantaranya adalah; jalan desa sejauh 316.590 km, Jembatan desa sepanjang 1.597.529 M, Air bersih desa sebanyak 1.474.544 unit, Irigasi desa 501.054 unit, Pasar desa 12.297 unit, dan Posyandu 42.357 unit.

Data-data tersebut memperlihatkan mengenai beberapa capaian dan target pembangunan infrastruktur pada era Jokowi (2014-2024)

Ketua Umum Relawan Perjuangan Demokrasi Wanto Sugito menyayangkan pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang menyebut era Joko Widodo hanya tinggal gunting pita dalam pembangunan infrastruktur. Dalam penjelasannya Wanto juga sempat menyinggung proyek yang mangkrak pada era SBY.

“Saya sangat menyayangkan bagaimana mungkin seorang ketua umum seperti AHY berpidato tanpa basis data, Kini adalah era kemajuan IT, artificial intelligence, termasuk big data. Rakyat semakin cerdas. Rakyat Indonesia mencatat begitu banyak proyek infrastruktur SBY yang mangkrak. Monumen Hambalang adalah bukti korupsi sistemik elit Partai Demokrat.” Jelas Wanto

Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi merespons soal sindiran Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mengatakan pemerintah sekarang ‘tinggal gunting pita’ untuk proyek infrastruktur setelah Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak lagi menjabat.

“Jangan merasa seolah-olah yang paling hebat. Setiap masa itu kondisi sosial politiknya berbeda-beda satu sama lain,” kata Ketua DPP PPP Achmad Baidowi kepada wartawan, Jumat (16/9/2022).

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

Adblock Detected

Kami juga tidak suka iklan, kami hanya menampilkan iklan yang tidak menggangu. Terimakasih