Warta Strategis

Tips Cerdas Bermedia Sosial Pasca Pemilu

Oleh : Gilang Aditya )*

Sosial media saat ini menjadi salah satu sumber persebaran informasi secara masif hingga sangat sulit di kontrol. Setiap orang yang memiliki telepon pintar tentu hampir semua memiliki akun sosial media seperti twitter, facebook, instagram, dan youtube. Setiap orang memiliki kuasa untuk memilih informasi, membaca atau melihat, hingga membagikan untuk orang lain. Sayangnya budaya netizen saat ini masih cenderung kurang cermat dalam memilah dan memercayai sebuah berita atau informasi. Kebiasaan mengomentari segala sesuatu tanpa dasar sumber yang jelas membuat perdebatan yang cukup mengganggu di media sosial. Nuansa Ramadhan 2019 ini cukup spesial karena bertepatan dengan pemilu. Suasana politik yang panas, tentu menjadi santapan masyarakat sehari-hari. Terlebih dengan informasi yang monoton baik dari media massa maupun media online. Di bulan Ramadhan ini, dapat menjadi momentun tepat untuk anda semakin bijak dan tenang menghadapi kehidupan sosial media saat ini. Berikut ini beberapa tips agar Ramadhan tahun ini terasa lebih adem ayem meskipun di tengah semarak pemilu :

  1. Cerdas Memerhatikan Sumber Berita

Anda tentu bisa menemukan banyak sekali berita maupun informasi. Saluran-saluran media massa menempatkan pemilu sebagai sajian dengan porsi yang sangat menggembung. Sementara di dunia digital, persebaran berita-berita dan tulisan-tulisan cukup masif baik melalui web, sosial media, maupun grup percakapan. Namun perlu anda sadari dan ketahui bahwa tidak semua berita atau informasi yang tersedia tersebut merupakan informasi yang valid dan benar.

Akun berita yang valid biasanya dikeluarkan oleh media-media yang memang sudah kredibel. Biasanya untuk situs-situs di Indonesia memiliki domain .id atau .com. Namun itu juga belum menjamin kredibilitas sumber berita. SEtidaknya akun-akun media massa yang sudah cukup familiar mungkin bisa menjadi referensi yang terpercaya.

Situs-situs dengan domain blogspot.com atau .wordpress merupakan situs-situs gratis yang banyak orang bisa membuatnya. Informasi yang tersedia di sana tentu tidak bisa dipertanggungjawabkan kredibilitas dan kebenarannya. Ini sama saja anda membaca kiriman di grup percakapan yang tidak memiliki sumber yang jelas. Informasi yang tidak akurat dan tidak tepat tentu akan memicu terjadinya kesalahpahaman dan bahkan membuat perang komentar yang sebenarnya tidak diperlukan

  • Berhati-hati di  Youtube

Youtube menjadi salah satu sosial media audio-visual yang bisa diakses oleh siapapun. Anda juga harus mengetahui bahwa siapa saja berhak mengirimkan video yang ia buat.  Anda tentu akan banyak menemukan berbagai pilihan konten pada saat membuka youtube. Baik berita atau informasi maupun hiburan. Sekali lagi, tidak semua berita atau video yang ada di youtube merupakan berita yang tepat karena siapa saja bisa menambahkan video tersebut.

Seperti poin di atas, anda tentu harus melihat sumber atau pengirim video tersebut. Banyak pengguna sosial media justru mudah terpancing dengan judul-judul konten yang menjurus pada provokasi. Padahal sering kali isinya hanyalah tulisan yang disisipi audio dari google voice. Oleh karena itu, anda perlu memperhatikan sumber berita yang disampaikan.

  • Jangan Sembarang Memberi Komentar

Tentu sangat menyebalkan bila saat ini anda melihat kolom-kolom komentar pada timeline atau halaman muka sosial media anda dipenuhi orang-orang yang memberikan komentar pada berita atau pendapat tertentu dari sebuah akun. Pro kontra dari sebuah pandangan atau konten sudah menjadi hal yang sangat umum ditemukan dalam berbagai kolom komentar di sosial media. Namun jika kita sadari lebih jauh, perdebatan di kolom komentar akan menjadi sesuatu yang sia-sia karena justru seringkali tidak berhubungan dengan topik yang dibahas. Di masa pasca pemilu ini, bipolaritas dua kubu calon presiden menjadi sangat kuat. Namun akan sia-sia ketika pembahasan hanya terjadi di kolom komentar yang hanya menjadi sampah tanpa tindakan apapun

Selain itu memberikan komentar juga haruslah beretika. Mulai dari pemilihan kata, cara memulai dan mengakhiri pendapat, serta tentu harus sesuai kontes utama tentang apa yang dikomentari. Hal ini sangat perlu anda perhatikan karena saat ini dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) anda bisa dikenai perbuatan pidana terkait komentar yang anda berikan.

Jangan memandang sebelah mata hal ini karena meskipun anda tidak menampilkan identitas atau akun asli anda dalam komentar tersebut, keberadaan teknologi bisa menemukan dimana lokasi anda mengakses data tersebut. Oleh karena itu, bijaklah berkomentar agar tidak memicu permasalahan yang panjang dan cenderung tidak penting ini.


)* Penulis adalah Pegiat Media Sosial

Show More

Related Articles

Back to top button
Close