Tokoh Masyarakat Wajib Jaga Persatuan Wujudkan Percepatan Pemulihan Aceh
Oleh : Safira Sofya)*
Pemulihan wilayah pascabencana di Aceh dan sejumlah daerah di Sumatera terus berjalan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Banjir dan longsor yang melanda berbagai kabupaten tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga menguji ketahanan sosial masyarakat. Dalam situasi tersebut, peran tokoh masyarakat dinilai sangat krusial untuk terus mengimbau pentingnya menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, serta menumbuhkan optimisme agar percepatan pemulihan dapat terwujud secara berkelanjutan.
Momentum keagamaan menjadi salah satu sarana efektif untuk menyampaikan pesan persatuan dan kebersamaan. Hal ini tercermin dalam peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Aceh Tenggara. Wakil Bupati Aceh Tenggara, dr. Heri Al Hilal, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa peringatan Isra Miraj hendaknya dimaknai sebagai pintu datangnya keberkahan dan penguatan nilai spiritual bagi masyarakat Bumi Sepakat Segenep.
Ia menegaskan bahwa peningkatan keimanan dan ketakwaan harus berjalan seiring dengan kepedulian sosial dan semangat kebersamaan, terutama dalam menghadapi berbagai ujian yang tengah dihadapi daerah.
Lebih lanjut disampaikan bahwa persatuan dan ukhuwah Islamiyah menjadi fondasi penting dalam menjaga ketenteraman dan kesejahteraan masyarakat. Melalui doa, kebersamaan, serta saling peduli, masyarakat diharapkan mampu menghadapi tantangan pemulihan pascabencana dengan hati yang lebih kuat dan optimisme yang terjaga. Wakil Bupati juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar terus menjaga persatuan demi terwujudnya Aceh Tenggara yang aman, damai, dan sejahtera.
Di sisi lain, upaya percepatan pemulihan juga terlihat nyata pada sektor pendidikan. Akselerasi pemanfaatan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2026 mulai menunjukkan hasil konkret. Salah satu sekolah terdampak banjir, SMA Negeri 3 Manyak Payed di Kabupaten Aceh Tamiang, telah menuntaskan rehabilitasi sarana pembelajaran berupa mobiler meja dan kursi siswa.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa rehabilitasi tersebut telah rampung seluruhnya. Ia menambahkan untuk SMA Negeri 3 Manyak Payed, rehabilitasi mobiler sudah selesai seluruhnya. Sebanyak 90 set meja dan kursi siswa kini kembali layak digunakan. Ia menjelaskan bahwa rehabilitasi dilakukan melalui skema perbaikan dan perakitan ulang dengan pendekatan efisiensi material, sehingga anggaran tetap terkendali dan sesuai ketentuan teknis Dana BOSP.
Menurut Murthalamuddin, pemulihan sektor pendidikan menjadi prioritas Pemerintah Aceh agar kegiatan belajar mengajar tidak terus terganggu. Anak-anak, kata dia, harus segera kembali belajar dalam kondisi yang aman dan layak meskipun berada dalam situasi pascabencana. Ia juga mendorong sekolah-sekolah lain yang terdampak banjir agar segera menuntaskan proses rehabilitasi sarana pendidikan dengan pengawasan yang akuntabel.
Pemulihan wilayah pascabencana di Aceh dan Sumatera tidak dapat hanya mengandalkan kerja teknis pemerintah, juga dibutuhkan persatuan, kepedulian sosial, serta peran aktif tokoh masyarakat untuk menjaga kohesi sosial. Saat ini, pemerintah daerah tengah memasuki masa transisi dari penanganan darurat menuju tahap pemulihan dengan target ambisius agar ribuan warga tidak lagi tinggal di pengungsian sebelum Idulfitri.
Upaya tersebut juga didukung pemerintah pusat melalui percepatan pemulihan infrastruktur. Kementerian Pekerjaan Umum terus memasang Jembatan Darurat Bailey di berbagai wilayah Aceh sebagai akses vital mobilitas dan distribusi logistik. Menteri PU, Dody Hanggodo, mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan tonase dan tidak melintasi jembatan dengan muatan berlebih demi keselamatan bersama.
Dari perspektif akademik, Sosiolog Universitas Syiah Kuala, Ahmad Humam Hamid, menilai percepatan pemulihan Aceh sangat bergantung pada sinergi tokoh nasional, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat. Menurutnya, persatuan, kepatuhan terhadap aturan, serta kepercayaan publik merupakan fondasi utama agar pemulihan Aceh dapat terwujud secara nyata dan berkelanjutan.
Dengan semangat kebersamaan dan persatuan yang terus digaungkan para tokoh masyarakat, percepatan pemulihan Aceh diharapkan tidak hanya memulihkan infrastruktur, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat dalam jangka panjang.
)* Pengamat Sosial