Polemik Politik

Vaksin Melindungi Diri dan Saudara Kita

Oleh : Reza Pahlevi)*

Vaksin corona terbukti aman dan melindungi manusia dari serangan virus covid-19. Selain itu, vaksin ini juga melindungi orang lain. Sehingga tidak ada yang saling menularkan corona dan jumlah pasien covid berkurang drastis. Kekebalan kelompok akan terbentuk dan kita bisa bebas dari status pandemi.

Program vaksinasi nasional menjadi foku pemerintah pada 2021 ini. Semua WNI harus mendapatkan suntikan vaksin sampai 2 kali, agar kekebalan kelompok segera terbentuk dan mengakhiri masa pandemi. Syarat untuk mendapatkan herd immunity adalah minimal 70% orang di kelompok itu sudah divaksin. Namun pemerintah mentargetkan 100% WNI wajib divaksin, agar tidak ada yang kena corona.

KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) menyatakan bahwa vaksin corona sangat bermanfaat, karena tak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga saudara kita. Karena jika kita sudah divaksin, tidak akan menularkan corona ke orang lain. Oleh karena itu, Gus Mus berharap semua orang akan divaksin covid.

Ketika semua sudah mendapatkan vaksin, tentu kita akan bebas corona. Oleh karena itu, jangan ada yang menolak vaksin, karena terbukti aman. Saat Gus Mus baru saja divaksin, beliau mengaku tidak merasakan efek samping. Semoga semuanya sehat sehingga bisa mendapatkan vaksin corona.

Bayangkan jika ada antivaks (kelompok anti-vaksin) yang ngotot untuk tidak mau divaksin, akan sangat mengerikan. Mereka tidak mau kena corona tapi ogah divaksin, sungguh lucu. Jika nantinya kena corona saat imunitas tubuhnya lemas, apakah masih menyalahkan pemerintah? Seharusnya mereka yang menyesal, karena mendapat kesempatan untuk mendapatkan vaksin corona secara gratis, tapi ditolak mentah-mentah.

Jika antivaks ngotot tidak divaksin dan kena corona, dikhawatirkan akan menularkan ke orang lain yang belum mendapatkan vaksin. Jika begini, merekalah yang berdosa karena mendapatkan kesempatan untuk kebal dari corona, tetapi malah menolak dan menularkan penyakit berbahaya ke orang lain. Oleh karena itu, denda besar bagi orang yang tak mau divaksin dianggap wajar, agar semua WNI tertib.

Pernyataan Gus Mus tentang vaksinasi sangat melegakan, terutama bagi umat muslim. Pasalnya, ada yang masih meragukan vaksin dari sisi kehalalannya. Jika Gus Mus yang notabene ulama besar sudah divaksin, maka para santri dan masyarakat umum akan mengikutinya. Karena ada jaminan keamanan dari beliau. Jika ulama saja mau divaksin, apalagi rakyat biasa.

Vaksin Sinovac yang dipakai dalam program vaksinasi nasional tahap awal sudah mendapatkan status halal MUI, dan ada jaminan dari seluruh pengurus dan ulama MUI. Jadi kita tidak usah ragu akan kehalalannya. Karena vaksin ini terbuat dari virus yang dilemahkan, dan tidak mengandung gelatin babi.

Kehalalan vaksin Sinovac sudah dipantau oleh MUI sejak masa pembuatan di lab RRC. Sehingga memang terbukti benar-benar halal, karena terus dikawal oleh banyak ulama. Mereka tentu tahu hukum kehalalan suatu barang, karena merupakan ahlinya. Oleh karena itu bisa dipercaya.

Vaksin corona sangat aman, tak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga orang di sekitar kita. Ketika seorang ayah sudah divaksin maka tak akan menularkan corona ke istri dan anak-anaknya di rumah. Karena ia memiliki resiko lebih tinggi, ketika bekerja di luar. Sehingga orang yang mendapatkan vaksinasi patut dipuji.

Mari kita sukseskan program vaksinasi nasional yang dicanangkan oleh pemerintah. Vaksinasi adalah kewajiban, dan manfaatnya tak hanya untuk kita sendiri, tetapi juga keluarga dan orang lain. jika memutuskan untuk menolak vaksin, maka akan dianggap egois, karena bisa menularkan corona ke banyak orang di sekitarnya.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button