Polemik Politik

Warga Perbatasan Sanggau: NKRI Harga Mati

Talkshow Peran Pemuda dan Media Di Perbatasan
Talkshow Peran Pemuda dan Media Di Perbatasan

KBRN, Entikong : Kendati diuji dengan sejumlah kemewahan yang tersedia di negara tetangga, Malaysia, namun para pemuda dan masyarakat di perbatasan Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat memastikan diri mereka tetap Indonesia.

Hal itu terungkap dalam talkshow Peran Media dan Organisasi Pemuda Perbatasan dalam Meningkatkan Nasionalisme Demi Menjaga Kedaulatan NKRI yang terselenggara kerjasama RRI Entikong dengan Lembaga Pengembangan Kemandirian Nasional (LPKN), Selasa (19/9/2017).

“Kalau masalah godaan (rasa nasionalismenya-red) pasti ada, kita tidak bisa pungkiri ya, tapi puji syukur sekarang dengan pembangunan yang dilakukan pemerintah diwilayah perbatasan kita lebih bangga dengan Indonesia. Mati dan hidup kita di Indonesia, makanya kita harus cinta dengan Indonesia. Untuk kami NKRI itu harga mati,” ungkap Suyono, salah seorang peserta talkshow.

Peserta talkshow lainnya, Kasianus Ujang mengharapkan pemerintah terus menanamkan wawasan kebangsaan kepada masyarakat Indonesia di perbatasan. Sebab, kesenjangan kondisi sosial dan ekonomi antar kedua negara rentan menurunkan kecintaan warga terhadap tanah air dan bangsa.

“Dulu satu tahun sekali minimal ada yang namanya program P4, sekarang tidak ada. (Kondisi-red) sekarang dengan keterbatasan pendidikan, keterbatasan waktu, sebagian masyarakat tidak bisa memikirkan negara. Ini tentu tidak baik bagi kami yang berada di perbatasan, yang setiap hari melihat negeri tetangga,” ujar Kasianus.

Talkshow yang menghadirkan organisasi pemuda perbatasan sebagai narasumber ini juga mengupas peran dan kegiatan para pemuda di perbatasan untuk meningkatkan semangat cinta tanah air ditengah pembangunan Indonesia dari pinggiran. Ketua Komunitas Sahabat Alam Sekayam, Ishartono menyampaikan komunitasnya menyambangi sejumlah sekolah dasar dipedalaman perbatasan untuk berbagi pengetahuan tentang Indonesia.

“Kami punya program Salam Berbagi Indonesia, disitu kami berbagi sarana pendidikan sekaligus mengajarkan wawasan kebangsaan kepada anak-anak SD dipedalaman perbatasan,” jelas Ishartono.

Sedangkan Yamin Mastahar, Ketua Komunitas Motor Sekayam menegaskan, wujud kecintaan komunitasnya terhadap NKRI dengan menginisiasi sejumlah kegiatan yang bernuansa nasionalisme. “Dengan peralatan sederhana kami mengibarkan bendera ditiap peringatan hari-hari besar nasional,” tuturnya.

Sementara itu, penguatan semangat nasionalisme juga terus digaungkan Radio Republik Indonesia di perbatasan Kabupaten Sanggau ini. Kepala RRI Entikong, Octovianus menuturkan sejumlah program siaran dikemas dengan public service dan hiburan sehat agar menjadi perekat sosial untuk mengenalkan Indonesia secara utuh.

”Nasionalisme kalau didefinisikan menjadi sangat panjang, tetapi ada satu kata yang bisa mewakili, yaitu peduli. Dan kami mengemas semua program acara itu dengan hal-hal yang menjadi kepedulian bersama,” tandasnya. (DW)
Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close