Sendi Bangsa

4 Tahun Pemerintahan Jokowi, Menlu Pamer Bebaskan 443 WNI dari Hukuman Mati

Jakarta, LSISI.ID – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memamerkan prestasi kementeriannya yang mampu membebaskan 433 orang warga negara Indonesia dari ancaman hukuman mati di luar negeri. Jumlah ini didapat sepanjang empat tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Retno mengklaim, Jokowi sangat perhatian dengan isu perlindungan WNI di luar negeri. Kepedulian itu kata dia, ditunjukkan misalnya dengan membentuk pelbagai fasilitas komunikasi untuk WNI di luar negeri.

“Peningkatan upaya perlindungan dan keberpihakan warga negara Indonesia di luar negeri, tampak sangat menonjol dalam politik luar negeri era Presiden Jokowi. Pemerintah terus berupaya menghadirkan negara untuk seluruh masyarakat Indonesia, termasuk WNI kita di luar negeri,” kata Retno di kantor Kementerian Sekretariat Negara, Kamis (25/10/2018).

“Dan ini merupakan terobosan yang sangat besar sejak kemerdekaan Indonesia,” kata Retno lagi.

Ia menambahkan, sepanjang 2015 hingga 2018 kementeriannya telah menangani 51 ribu kasus yang menimpa WNI. Selain 443 WNI yang selamat dari ancaman hukuman mati, ada hampir 182 orang yang direpatriasi karena bermasalah, 39 WNI yang dibebaskan dari sandera, serta 16 ribu WNI yang dievakuasi dari daerah konflik dan bencana. Bila dihitung, kata Retno, nilai hak finansial WNI yang telah dikembalikan mencapai Rp408 miliar.

Retno berjanji, pemerintah bakal terus meningkatkan perlindungan bagi WNI di luar negeri. Ia mengklaim, sistem pendampingan kekonsuleran untuk WNI juga telah tersistem dengan baik. Selain itu, hak pendidikan untuk anak WNI di luar negeri pun kian bagus, misalnya dengan membentuk 263 community learning center.

Adapun dari dalam negeri, kata Retno, Kemenlu juga telah menjalin kerja dengan tujuh kementerian/lembaga untuk menangani perdagangan orang.

Sumber : kbr.id

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close