Kabar RinganPolemik PolitikSendi BangsaSosial BudayaWarta Strategis

5000 Jemaah Pondok Pesantren Beralih Dukungan Kepada Paslon Nomor Urut 01

Oleh : Anisa Medina*

KH Ma’ruf Amin menyempatkan diri untuk berkunjung ke Pondok Pesantren Yayasan At – Tohiriyah Al Fadiliyah (Yatofa) Bodak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Dalam ceramahnya di depan santri dan jemaah yang sudah berkumpul tersebut, Cawapres nomor urut 01 menjelaskan kembali bahwa pencalonan dirinya sebagai calon wakil presiden didukung oleh para ulama dan tuan guru.

            Pada awal sambutannya, Kiai Ma’ruf mendorong santri Lombok untuk mampu menjadi santri intelek dan mengikuti perkembangan zaman.

            “Alhamdulilah, Disini ada Tuan Guru yang membimbing kita, Kepada para santri saya doakan  jadi ulama intelek. Santri sekarang beda dengan santri yang dulu. Sekarang disebut santri zaman now. Saya ini santri zaman old,” tutur Ma’ruf Amin yang mampu mengundang tawa para jemaah.

            “Pencalonan saya didorong oleh para ulama dan kiai supaya bisa mengatur dan mendampingi negara,” lanjut Ma’ruf.

            Teruntuk semua jemaah Yatofa, Ma’ruf Amin memohon doa dan dukungannya agar dapat memenangi kompetisi Pilpres 2019. Dia lalu meminta warga NTB agar tidak percaya terhadap tuduhan – tuduhan yang dilontarkan kepadanya dan pasangannya, Joko Widodo.

            “Warga NTB jangan sampai ada yang percaya dengan hoax. Masa ada yang bilang Jokowi naik jadi Presiden, Kementrian Agama akan dihapuskan, azan akan dilarang. Itu semua bohong,” ungkap ma’ruf.

            Sementara itu, Ketua Yatofa Bodak Tuan Guru Achmad Fadly menyebutkan, sekitar 5000 lebih jemaah Yatofa diprediksikan akan mengikuti pemimpinnya. Fadli juga mengatakan, jemaahnya kini berubah haluan dan berbelok ke arah pasangan calon Jokowi – Ma’ruf Amin. Dirinya mengaku, sebelumnya mereka sempat memberikan dukungan kepada Paslon nomor urut 02 Prabowo – Sandi, namun hanya sebatas apresiasi.

            “Ya jemaah Yatofa memang pernah berada dalam arus itu (02). Namun itu hanya sebatas apresiasi. Belum ada komunikasi dari pihak mereka,” ucap Fadli.

            Fadli menegaskan bahwa dirinya telah memerintahkan kepada semua jemaah Yatofa yang sebelumnya mengangkat dua jari, yaitu telunjuk dan jempol untuk paslon Prabowo Sandiaga. Sekarang, dia memberikan instruksi kepada jemaah Yatofa untuk menekuk telunjuknya dan hanya mengangkat jempol untuk pasangan Jokowi – Ma’ruf. Dirinya juga menyebutkan, bahwa pihaknya telah bermusyawarah internal untuk membicarakan dukungannya terhadap pasangan Jokowi – Ma’ruf.

            “Saya Ustaz Fadli beserta keluarga besar Yatofa, bertekad dan berniat, mendukung pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin. Pintu Masuk kami, Ma’ruf Amin,” ungkap Fadli.

            Dia meyakinkan, sekitar 50.000-an jemaah yang terdiri dari pengurus dusun sampai pengurus kecamatan akan mengikuti komando dari Ketua Yayasan Yatofa.

            “Kalau jamaah menganggap saya sebahu imam, dia harus mengikuti. Terlepas daripada alasan politik lepas dari pandangan orang lain. Bertemunya dua sahabat yang sangat lama. Beliau seorang profesor kiai besar saya kiai – kiaian, kami harus tunduk dan hormat kepada beliau itulah mungkin, terlepas dari apapun,” tutur Fadly.

            Fadly juga mengakui bahwa selama ini dirinya tidak pernah ada ikatan mendukung, sejak 2014 ia sudah menjadi pemilih Jokowi tanpa ada komunikasi dengan siapapun di antara mereka akhir – akhir ini dan tak ada komunikasi dan arus masyarakat kelihatannya mengarah ke nomor 02. Namun setelah musyawarah keluarga besar tidak menjadi masalah kata lain kalau tidak haram keluar dari mereka (dukung 02) untuk berubah haluan mendukung paslon 01 Jokowi – Ma’ruf Amin.

            “Dengan bismillah Amantubillah Tawakal Alallah saya dan keluarga besar bertekad dan berniat mendukung dan memilih kiai Ma’ruf Amin yang berpasangan dengan Jokowi,” tuturnya.

            Kali ini diakui Fadly masuk mendukung Kiai Ma’ruf Amin karena dulu pernah bersamaan dengannya di MPR dulu sampai pajang foto berdua.

            “Bukti bahwa saya pernah bertemu beliau adalah adanya hubungan persahabatan yang sangat erat satu diantara hal yang tidak akan bisa dilupakan sejarah asem bangkok saya bawakan lalu beliau bagikan dan saya minta bijinya yang masih diabadikan dan berbuah sekarang,” pungkasnya Fadly menunjukkan kedekatannya dengan Ma’ruf Amin.

*Penulis adalah Pengamat Masalah Sosial Politik

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close