Sendi Bangsa

Forum Pimred Kepri Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Batam, LSISI. ORG – Forum Pimpinan Redaksi Provinsi Kepulauan Riau mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan yang selama ini masih minim fasilitas melalui pemberitaan.

“Banyak daerah di Kepri seperti Natuna, Anambas, Bintan dan Lingga yang memiliki potensi besar dalam berbagai sektor. Namun minimnya pembangunan dan akses transportasi membuat kekayaan tersebut belum tergali,” kata Kepala LKBN Antara Biro Kepri Evy Ratnawati saat menjadi salah satu pembicara dalam seminar Forum Pimred Kepri di Batam, Selasa.

Seminar yang diikuti oleh kalangan mahasiswa, siswa dan pekerja media tersebut mengambil tema “Peran Media di Wilayah Perbatasan dalam Membangun Semangat Nasionalisme Guna Menyukseskan Kepentingan Nasional”.

“Kalau untuk urusan nasionalisme tidak perlu diragukan meski wilayah perbatasan masih tertinggal. Namun peran pemerintah dalam pembangunan harus terus didorong agar mereka mendapatkan hak yang sama,” kata dia.

Melalui banyaknya pemberitaan, kata dia, sejumlah daerah seperti Natuna saat ini menjadi prioritas pembangunan oleh pemerintah pusat karena memiliki letak yang strategis.

Selain di Natuna, wilayah Tambelan di Kabupaten Bintan yang memiliki potensi wisata dan banyak tumbuhan serta hewan yang belum diketahui sebelumnya kini akses transportasinya semakin mudah.

“Hal-hal tersebut salah satunya berasal dari pemberitaan oleh wartawan-wartawan khususnya di Kepri. Itulah peran media massa dalam mendorong pembangunan di perbatasan,” kata Evy.

Pimred Haluan Kepri, Andi yang juga menjadi salah satu pembicara mengatakan, meskipun pendapatan dari wilayah perbatasan seperti Natuna dan Anambas tidak sesuai dengan biaya operasional, namun kebijakan perusahaan tetap menempatkan wartawan pada daerah tersebut.

“Kami ingin agar wilayah-wilayah itu juga diperhatikan. Itulah peran kami sebagai media massa di Kepri agar daerah perbatasan diperhatikan,” kata dia.

Muchid Albintani, seorang doktor ilmu politik alumni Malaysia dari Universitas Riau Pekanbaru pada kesempatan yang sama mengatakan, meskipun nasionalisme atau pembahasan-pembahasan mengenai perbatasan bersifat abstrak, namun harus terus disuarakan.

“Meskipun ini kesannya di awang-awang, namun harus terus disuarakan. Karena terkadang muncul rasa nasionalisme itu ketika ada bagian dari NKRI ini hilang. Seperti halnya ketika Pulau Sipadan dan Ligitan jatuh ke Malaysia. Tentunya agar itu tidak terjadi lagi maka perbatasan harus diperhatikan,” kata dia.

Peserta yang hadir pada sesi tanya jawab memberikan respons positif terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan.

Salah satu hal ialah tata cara mengolah berita positif hingga bisa diterbitkan dan dibaca banyak masyarakat. (Antara)

 

Sumber : Antara

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close