Sendi Bangsa

Heboh Tagar #YangGajiKamuSiapa, Bukti Netizen Tidak Tabayyun

Oleh : Ananda Rasti*

Baru – baru ini netizen mdia sosial dihebohkan dengan tagar #YangGajiKamuSiapa. Isu tersebut mengemuka pasca Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara dinilai menyindir salah satu aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) di kementeriannya, yang memilih pasangan calon nomor urut 02 di Pilpres 2019, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kejadian itu bermula saat Rudiantara meminta ratusan pegawai Kemenkominfo memilih stiker sosialisasi Pemilu 2019 yang akan ditempel di komplek kementerian tersebut. Ada dua desain stiker. Stiker pertama berwarna dasar merah, Rudiantara menamainya nomor satu. Sementara desain kedua berwarna dominan putih, ia menamainya nomor 2.

“Preferensi teman-teman memilih nomor satu atau nomor dua?” tanya Rudiantara dalam acara Kominfo Next di Hall Basket Senayan, Jakarta tersebut.

Alhasil pertanyaan Rudiantara tersebut menuai sorak sorai para pegawai Kominfo. Namun Rudiantara yang menyadari maksud dari sorakan para pegawai itu pun langsung mengklarifikasi bahwa voting itu tak berkaitan dengan Pilpres 2019.

Menteri Rudiantara pun melanjutkan pemungutan suara berdasarkan teriakan terkencang. Hasilnya, desain nomor dua adalah yang sorakannya paling kencang. Mengetahui hasil berdasarkan voting suara tersebut, ratusan pegawai Kominfo yang ada di ruangan itu pun semakin kencang berteriak. Dengan wajah serius, Rudiantara memanggil dan menanyai perwakilan pegawai yang memilih desain nomor dua.

“Coba ibu tadi yang nyoblos nomor dua sini,” ucap dia.

Seorang pegawai perempuan naik ke panggung. Perempuan itu lalu diminta Rudiantara mengutarakan alasan memilih desain nomor dua. Namun, jawaban sang pegawai justru menjurus ke Pilpres 2019.

“Bismillahirrahmanirrahim, mungkin terkait keyakinan saja, Pak. Keyakinan atas visi-misi yang disampaikan nomor dua, yakin saja,” ucap pegawai tersebut lugas.

Mendengar jawaban tersebut, para peserta yang hadir di Hall Basket Senayan pun riuh. Para pegawai Kemenkominfo yang hadir di sana terlihat ada yang tertawa, bersorak, dan bertepuk tangan karena jawaban pegawai tersebut dianggap lugu. Rudiantara pun mementahkan jawaban itu. Ia bertanya soal desain stiker, bukan pilihan di Pilpres 2019. Selanjutnya, Rudiantara memanggil perwakilan pegawai yang memilih desain pertama ke atas panggung. Ia pun menerima jawaban yang diterima bahwa alasan memilih stiker nomor 1 karena berkaitan dengan desain.

Ia pun mempersilakan dua pegawai itu kembali ke tempat duduk. Rudiantara lantas meresmikan desain nomor dua sebagai stiker yang akan ditempel-tempel karena menjadi pilihan mayoritas pegawai Kemenkominfo yang hadir di acara tersebut. Namun, saat pegawai pemilih desain nomor dua berjalan ke tempat duduk, Rudiantara berteriak memanggilnya lagi.

“Bu! Bu! Yang bayar gaji ibu siapa sekarang? Pemerintah atau siapa?” ujar Rudiantara dengan suara meninggi.

Pegawai itu pun membalikkan badan dan menjawab. Rudiantara langsung menimpalinya, “Bukan yang keyakinan ibu? Ya sudah makasih,” kata Rudiantara.

Menanggapi dialog tersebut, pegawai Kemenkominfo yang lain pun riuh. Beberapa di antaranya mempertanyakan voting, dan pertanyaan Rudiantara yang dilayangkan ke koleganya tersebut sarat unsur politis. Setelah itu Rudiantara menutup pidato dan pemungutan suara tersebut. Ia mengingatkan para pegawai Kominfo untuk tidak terpolarisasi dalam perdebatan Pilpres 2019.

Menanggapi kejadian tersebut, muncul berbagai pro kontra masyarakat. Tidak sedikit yang menilai bahwa yang diucapkan Rudiantara tidak pantas dilakukan oleh seorang Menteri. Cuitan dan komentar negatif banyak ditujukan netizen kepada Rudi. Tidak sedikit pula yang menyasar Jokowi.

Menanggapi polemik ini, Kominfo mengklarifikasi bahwa pernyataan Menkominfo Rudiantara soal ‘yang gaji kamu siapa’ lebih berkaitan dengan posisi ASN yang digaji oleh negara seharusnya netral dan tak mengaitkan segala hal dengan Pilpres 2019.

Dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (1/2), Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu, menuturkan “Atas pernyataan ‘yang menggaji pemerintah dan bukan keyakinan Ibu’, ‘keyakinan’ dalam hal ini bukanlah dimaksudkan untuk menunjuk pilihan ASN tersebut, melainkan merujuk kepada sikap ketidaknetralan yang disampaikan kepada publik, yang mencederai rasa keadilan rakyat yang telah menggaji ASN”, ungkapnya.

Menurut Ferdinandus, Rudiantara hendak menekankan bahwa pegawainya harus netral dan tidak berpihak serta lebih berfokus pada tugas untuk memerangi hoaks. Di akhir acara tersebut, Rudiantara mengimbau agar seluruh pegawai Kominfo jangan mengaitkan segala hal dengan Pilpres.

Dapat kita tarik kesimpulan bahwa apa yang terjadi dalam acara tersebut merupakan kesalahpahaman dari oknum ASN Kemenkominfo yang ditunjuk untuk memilih desain stiker. Sejak awal, tidak ada yang mengaitkan acara tersebut dengan politik. Menggelikan ketika masyarakat tiba – tiba mem-bully Menteri Rudiantara dan Kemenkominfo karena kejadian itu. Masyarakat baiknya mencari tahu lebih dahulu cerita mengenai kejadian lengkapnya. Satu lagi, tidak semua hal harus disangkutpautkan dengan politik. Berpolitiklah pada tempatnya.

*Penulis adalah Pengamat Masalah Sosial Politik

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close