Sendi Bangsa

Masyarakat Harus Totalitas Perang Lawan Corona

Oleh: Fasya Aprilia (Netizen/Mahasiswa UIN Yogyakarta)

Virus Corona bukan musuh ‘kecil’. Ia tak nampak, tetapi ganas. Abstrak, tetapi mematikan. Corona tak pandang bulu. Semua orang, agama, jenis kelamin, dan negara diserangnya. Korban sudah ribuan berjatuhan.

Perang terhadap pandemi ini harus dilakukan secara totalitas. Ini bukan virus biasa. Pandemi bernama resmi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini sangat mengerikan.

Layaknya perang, setiap orang harus bersiap siaga. Kita tak boleh terlalu panik, tetapi juga tak boleh terlalu menganggap enteng. Sikap waspada adalah cara terbaik, sambil memberikan bantuan baik dalam bentuk tenaga, pikiran, ekonomi, maupun sumbangan moril dan motivasi.

Sebagaimana perang besar, kita semua harus tunduk pada komando pemimpin, fokus pada satu tujuan, dan bertempur bersama untuk mengalahkan Corona. Komandan kita adalah pemerintah pusat. Kita harus melaksanakan arahan dari pusat. Kita tak boleh bercerai berai, apalagi membandingkan satu pimpinan daerah dengan pimpinan daerah lainnya. Saat kita kerja bareng, kalau ada yang tidak benar, kita kritik dan kasih saran bukan malah kita nyinyirin.

Dalam kondisi sekarang, pemerintah harus lebih agresif memimpin semua kekuatan di Indonesia untuk pertama, memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 dengan berbagai cara. Kedua, meningkatkan kapasitas medis agar setiap warga terpapar, terutama pasien yang sudah sangat serius, bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit dan pelayanan medis yang baik. Ketiga, mencegah penurunan daya beli masyarakat.

Setiap warga negara, siapa pun dia, perlu menyadari bahwa kita berada dalam satu gerbong. Apabila ada masalah dengan gerbong, semua orang terkena dampaknya. Jika gerbong hancur, kita semua sebagai bangsa akan akan hancur. Oleh karena itu, setiap orang, sesuai keahlian dan kemampuan, wajib berkontribusi untuk mengalahkan Corona.

Memutuskan mata rantai penuluran Covid-19 adalah harga mati. Oleh karena itu, imbauan pemerintah agar menunda mudik perlu diperhatikan. Mereka yang sudah telanjur mudik, wajib isolasi mandiri selama 14 hari. Selama rentang waktu itu, mereka tidak boleh berkontak fisik dengan siapa pun, termasuk keluarga. Bila ada gejala, laporkan kepada petugas medis terdekat. Upaya memutus rantai penyebaran Corona membutuhkan kolaborasi semua elemen bangsa. Ini bukan hanya tugas pemerintah dan tim medis. Ini adalah kewajiban bersama untuk ikut terlibat dalam perang besar ini.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button