Warta Strategis

Mata Dunia Menuju Ke Indonesia Saat Pembukaan Asian Games 2018

Oleh : Teguh Wibowo )*

Pembukaan Asian Games 2018 mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Tidak hanya dari Indonesia tapi juga dari seluruh dunia. Kabarnya Pembukaan Asian Games 2018 menjadi trending topic tidak hanya di mesin pencari global seperti Google dan Yahoo tapi juga mesin pencari lokal seperti Naver, sebuah situs mesin pencari yang digunakan di Korea Selatan.

Acara yang berdurasi selama tiga jam tersebut mendapat sambutan positif dari mayoritas masyarakat. Jika tidak memiliki kesempatan menontonnya langsung atau terlewat siaran di televisi Anda masih bisa menyaksikan betapa megahnya Pembukaan Asian Games di berbagai media sosial.

Di luar berbagai kekurangan yang masih menyertainya seperti harga tiket yang mahal dan sulit di dapatkan tapi Pembukaan Asian Games 2018 ini patut mendapatkan apresiasi yang sebesar-besarnya. Menampilkan 1.500 penari saman dari berbagai macam aksi lainnya bukan pekerjaan yang mudah.

Acara ini pun masih terus dibicarakan oleh masyarakat di media sosial. Pembukaan Asian Games 2018 tidak hanya memanjakan mata 40 ribu mata yang menonton secara langsung. Tapi jutaan lainnya di layar televisi belum lagi jutaan orang yang menyaksikannya melalui media digital.

Video Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo, naik motor di Pembukaan Asian Games 2018 menarik begitu banyak perhatian. Video tersebut menggambarkan orang nomor 1 di Indonesia itu melakukan aksi lompatan di atas truk dengan menggunakan motor.

Jokowi digambarkan tiba di SUGBK dan memasuki area parkir. Sang Presiden kemudian turun dari motor dan memasuki lift. Jokowi kemudian digambarkan keluar dari lift dan langsung disambut dengan gegap gempita oleh puluhan ribu penonton yang berada di SUGBK.

Ide kreatif yang berasal dari Wishnutama dan Scott Givens itu banyak diperbincangkan tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Tentu sebagai bangsa Indonesia kita semua harus bangga.

Ini pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games setelah tahun 1962. Butuh 52 tahun untuk Indonesia kembali dipercaya dan menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar nomor dua di dunia ini. Maka tidak ada salahnya Indonesia menggelar pembukaan Asian Games dengan sangat megah.

Suara sumbang yang menyatakan pembukaan Asian Games 2018 ini menjadi bagian dari kampenye Jokowi tidak masuk akal. Karena sebagai pemimpin negara ia tidak hanya berhak tapi juga wajib untuk membuka ajang internasional. Ia tidak hanya wajib hadir tapi juga turut berpartisipasi dalam pembukaan Asian Games.

Jokowi bersedia untuk terjun langsung menghibur tidak hanya para tamu negara tapi juga jutaan rakyat Indonesia melalui Pembukaan Asian Games 2018 ini. Tanpa segan Jokowi menjadi bagian dari Pembukaan Asian Games 2018. Ia tidak melihat posisinya turun ketika memang harus ikut berpartisipasi di pagelaran terbesar di Asia ini.

Dalam video pembukaan tersebut Jokowi menunjukan kedekatannya dengan kehidupan rakyat sehari-hari. Seperti terjebak macet dan naik sepeda motor. Namun tidak berarti video tersebut menghadirkan personifikasi Jokowi sepenuhnya. Mendorong personal branding Jokowi hingga menjadi kendaraannya di kampenye Pemilihan Presiden 2019.

Tapi dalam Pembukaan Asian Games 2018 ini ia justru menunjukkan kebalikannya. Jokowi terlihat tidak menomorsatukan politik. Ia fokus bekerja pada hal-hal yang memang perlu untuk dilakukan. Ia terjun langsung dan turut berpartisipasi tidak hanya menunjuk dan memerintah. Karena tidak bisa dipungkiri video penampilan Jokowi menjadi salah satu faktor kesuksesan Pembukaan Asian Games 2018.

Tidak hanya rakyat Indonesia tapi juga seluruh dunia yang kagum melihat seorang presiden mau turut berpartisipasi dan bagian dari entertaiment Asian Games 2018. Belum pernah ada pimpinan Indonesia yang berbuat hal yang sama.

Para pemimpin sebelumnya melakukan pidato yang panjang dan membosankan. Tapi tidak dengan Jokowi, ia menggandeng Erick Thohir sebagai ketua panitia penyelenggara (Inasgoc). Seorang pengusaha muda yang bergelut di bidang olahraga dan kreatif. Inasgoc pun dapat menarik pemimpin-pemimpin dan pengusaha muda di bidang kreatif.

Seperti Wishnutama sebagai Creative Director opening and Closing Asian Games 2018, Denny Malik dan Eko Supriyanto sebagai kreografer, Addie MS dan Ronald Steven sebagai music director, serta Dynand Fariz dan Rinaldy Yunardi sebagai custom designer.

Asian Games 2018 memang mengincar anak muda. Inasgoc sebagai penyelenggara terlihat memang berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menarik anak muda tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh Asia tertarik menonton olahraga. Karena itu video Jokowi naik motor menembus kemacetan pun tidak perlu lagi dipertanyakan mengapa harus ada.

Karena ide kreatif tersebut jelas akan menarik perhatian anak muda di seluruh dunia. Melihat pemimpin negara juga bisa ‘keren’ dan menghibur. Tidak selalu serius dan selalu bicara politik. Pembukaan Asian Games 2018 bisa menjadi bukti bahwa bila bangsa Indonesia bisa bersatu maka kita mampu menampilkan karya yang terbaik.

 

)* Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close