Sendi Bangsa

Mewaspadai Informasi Hoax dan Kampanye Hitam

Oleh : Indah Rahmawati Salam )*

Pilkada di beberapa daerah semakin dekat. Berbagai pernak pernik berbau kampanye pun bertebaran dimana-mana. Begitu pula dengan berbagai isu dan informasi mengenai pilkada yang semakin banyak terdengar. Adanya berbagai informasi tentang pilkada sering membuat masayarakat menjadi kebingungan, apalagi jika ternyata informasi tersebut adalah hoax. Hoax bukan hal baru lagi bagi kita. Bahkan baru-baru ini telah kita dengar mengenai penangkapan sekelompok orang yang menyebarkan berita atau informasi hoax melalui social media.

Kecanggihan teknologi saat ini, justru semakin membuat beberapa orang memanfaatkannya untuk kepentingan kampanye hitam atau penyebaran berita hoax. Bahkan beberapa diantaranya menjadikan kegiatan menyebarkan hoax dan kampanye hitam ini sebagai sebuah pekerjaan yang menghasilkan uang. Beberapa orang yang tidak bertanggung jawab akan melakukan berbagai cara untuk menjatuhkan nama baik seseorang. Berita atau isu yang beredar pada tahun lalu terkadang di-blow up dengan menambahkan berbagai kata-kata pemicu kebencian sehingga masyarakat yang kurang teliti akan dengan mudah dibohongi. Sungguh miris.

Kampanye hitam memang menjadi momok yang dapat mencederai proses demokrasi di Indonesia. Setiap calon atau kandidat dalam pilkada hendaknya melakukan persaingan sehat dengan adu prestasi, bukan dengan melakukan kampanye hitam terselubung. Karakter pemimpin yang diidamkan masyarakat Indonesia adalah pemimpin yang jujur dan amanah, bukan pemimpin yang menghalalkan segala cara demi mencapai puncak. Kebobrokan dalam proses demokrasi akan mencoreng nama baik Indonesia bukan hanya di skala nasional, tapi juga di mata dunia.

Sebagai masyarakat Indonesia yang semakin cerdas dan bijak, hendaknya kita selalu memeriksa atau tabayyun pada setiap informasi yang kita dapatkan. Berikut adalah beberapa cara atau tips untuk menghadapi informasi hoax atau kampanye hitam yang semakin mewabah:

  1. Waspada judul yang provokatif

Berita hoax atau kampanye hitam biasanya mempunyai judul yang provokatif untuk menarik minat pembaca. Bahkan terkadang judul berita yang ditampilkan justru tidak sesuai dengan isi yang disampaikan. Maka dari itu, hendaknya kita mengecek kembali judul yang provokatif tersebut di situs lainnya.

  1. Cek alamat situs

Situs abal-abal biasanya menjadi wadah berkembangnya berita hoax dan kampanye hitam. Untuk itu, sebaiknya periksa status alamat situs yang menyebarkan berita tersebut di pada situs Dewan Pers. Disana Anda cukup mengetikkan nama situs berita yang ingin diperiksa, lalu akan muncul status situs tersebut di Dewan Pers. Dewan Pers sendiri mencata ada sekitar 43.000 situs yang mengklaim diri mereka sebagai situs berita, sedangkan yang resmi terverifikasi tidak sampai 300 situs.

  1. Mengikuti sebuah komunitas

Dalam dunia maya, banyak kita temukan komunitas-komunitas yang terbentuk untuk berperang menghadapi berita hoax. Anda bisa ikut bergabung dalam komunitas daring tersebut dan mendiskusikan mengenai kebenaran sebuah informasi yang dicurigai sebagai hoax dengan anggota komunitas lainnya. Ada berbagai komunitas daring seperti ini, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.

  1. Fakta dan opini

Sebagai pembaca, kita harus jeli dan teliti dalam membaca setiap kalimat yang disampaikan. Terkadang beberapa orang terlalu cepat membaca dan mengambil kesimpulan, padahal yang dibaca bukanlah sebuah fakta melainkan hanya sebuah opini dari pembuat berita yang berat sebelah. Disinilah Anda diwajibkan untuk benar-benar mengecek kembali mengenai isi berita atau informasi yang disampaikan.

  1. Perhatikan foto dan caption

Bukan hanya judul provokatif yang tidak sesuai dengan isi saja yang harus diperhatikan, tapi juga foto dan caption yang terdapat di dalam berita tersebut. Sering kali foto yang diambil adalah foto pada tahun-tahun lalu, kemudian ditambahkan dengan kalimat provokatif yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan foto tersebut. Untuk itu, Anda bisa menggunkan Google Image untuk mengecek kebenaran foto tersebut. Geser foto tersebut ke dalam Google Image, lalu Anda akan mendapat berbagai penjelasan atau berita dari situs lainnya mengenai foto tersebut.

  1. Hindari bias informasi

Seringkali orang menyukai konten yang sesuai dengan apa yang ia percayai atau yakini, sehingga dengan mudah membagikan informasi tersebut tanpa mengecek kembali kebenaran informasi tersebut. Jangan mudah terkena bias informasi meskipun Anda menyukai berita atau informasi tersebut, biasakan diri untuk selalu mengecek kebenarannya.

  1. Hindari tren ikut-ikutan

Kebanyakan orang sekarang hanya mengikuti apa yang menjadi sebuah tren. Ketika sebuah informasi mempunyai banyak like atau share,maka ia pun ikut membagikannya tanpa mengetahui apa isi berita tersebut. Hal ini justru semakin memudahkan berita hoax semakin tersebar dengan luas.

  1. Acuhkan

Jika Anda menemukan berita hoax, maka sebaiknya jangan dipedulikan dan tidak ikut membagikannya. Dengan begitu, informasi atau berita hoax akan berhenti karena Anda.

  1. Unfollow

Jika Anda sering mendapat kiriman informasi atau berita hoax dari sebuah social media, sebaiknya Anda unfollow saja akun penyebar berita hax tersebut, sehingga Anda tidak akan mendapat kiriman berita hoax lagi. Tindakan ini juga akan mencegah Anda secara tidak sadar atau tidak sengaja menyebarkan informasi atau berita hoax seperti yang dilakukan oleh pengirim. Anda juga bisa sekaligus memblokir atau melaporkan akun penyebar berita bohong tersebut agar ia berhenti total menyebarkan berita hoax.

  1. Tegur

Jika Anda mengetahui si pengirim berita atau informasi hoax,maka sebaiknya tegurlah si pengirim tersebut agar ia tidka lagi menyebarkan hoax yang dapat merugikan orang banyak. Biasanya hal seperti ini akan menghentikan penyebaran hoax tersebut karena ia terlanjur malu ketahuan menyebarkan berita bohong.

  1. Laporkan

Jika Anda telah yakin bahwa berita atau informasi yang Anda terima adlaah hoax, maka segera laporkan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Jika Anda menemukan berita hoax itu di Facebook, gunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/ harrasment/ rude/ threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika Anda menemukan berita hoax tersebut di Google, gunakan fitur feedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu. Untuk Twitter dan Instragram, gunakan  fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif

Itulah beberapa tips menghadapi hoax yang dapat Anda terapkan pada informasi atau berita hoax yang dikirim kepada Anda. Bijak dan telitilah dalam menggunakan berbagai kecanggihan teknologi saat ini. Gunakan untuk kepentingan yang baik dan benar. Proses demokrasi di Indonesia hendaknya menjadi cerminanan kepribadian bangsa yang jujur, bersih, dan adil di mata dunia. Bukan menjadi ajang kampanye hitam yang saling menjatuhkan satu sama lain. Mari kita awasi dan jaga proses demokrasi yang akan berlangsung di beberapa daerah di Indonesia agar masa depan Indonesia menjadi lebih terjamin dan maju untuk ke depannya.

 

)* Penulis adalah Mahasiswa IAIN Kendari

 

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close