Sendi Bangsa

Rektor IAIN: Mahasiswa-Pers Berperan Pererat Ukhuwah Islamiyah

Kendari, LSISI.Org – Rektor Institut Agama Islam negeri (IAIN) Kendari, Sulawesi Tenggara, Dr Nur Alim, mengatakan pers dan mahasiswa memiliki peran penting dalam mempererat dan menjaga ukhuwah islamiyah.

“Kita tidak bisa lepas dari pers dalam menegakkan ukhuwah, karena setiap hari kita mengupdate informasi dari gadget yang kita miliki,” kata Nur Alim pada acara Dialog Publik bertemakan peran pers dan Mahasiswa dalam menjaga ukhuwah Islamiyah dalam bingkai NKRI di IAIN Kendari, Senin.

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara IAIN Kendari dengan Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI), diikuti ratusan mahasiswa, yang menghadirkan pemateri dari unsur pers, unsur Ormas NU dan Muhamadiyah serta akademisi.

Nur Alim mengatakan, dalam pendidikan dikenal tiga hal yang mempengaruhi pendidikan, salah satunya adalah tingkat ketergantungan masyarakat digital pada kehadiran informasi dan komunikasi.

Ketua AJI Kendari, Zainal Izhaq dalam kesempatan itu mengatakan, saat ini dunia media atau pers tengah tercabik-cabik dengan munculnyaa berita hoax atau berita bohong yang dilakukan oknum-onmum yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan pers.

“Ada jalan tengah yang dilakukan untuk menghalau ketidakadilan yaitu gerakan intelektual, kita bisa mengimbangi media dengan membuat media lainnya yang berintegritas dan menerapkan kode etik jurnalistik. Media yang patut dibaca adalah yang memegang prinsip berimbang, verifikasi,” katanya.

Sekretaris PW Muhamadiyah Sultra, Alifuddin mengatakan untuk menjaga ukhuwah islamiyah kita harus saling menghargai.
“Realitas Indonesia adalah masyarakat plural, berbhineka dengan 17.504 pulau, 1.340 suku dan 546 bahasa,” katanya.

Ketua NU Sultra, KH Muslim mengatakan Indonesia sedang berada dalam suasana yang terkoyak-koyak karena pemahaman radikal di tengah masyarakat.

“Jangan membeturkan agama dengan negara, karena dalam ajaran agama, nilai-nilai yang ditanamkan dalam Al Quran tidak ada satupun yang bertentangan negara. Mendidiklah dengan cara yang benar, dan betapa sulitnya menjadikan orang benar dibandingkan menjadikannya pintar,” katanya.

 

Sumber : Antara

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close